Beranda > Perspektif Global > Hakikat dan Konsep Perspektif Global

Hakikat dan Konsep Perspektif Global

A. Global dan Globalisasi

Global artinya sesuatu hal yang berkaitan dengan dunia, internasional, atau seluruh jagat raya (concerning the whole earth).

Bumi

Bumi

Sesuatu hal ini bisa berarti masalah, kejadian, kegiatan bahkan sikap. Masalah, misalnya kebakaran hutan di Kalimantan yang menyebar hingga negara tetangga Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Kejadian, misalnya Bom Bali I dan Bom Bali II, Bom di Kedutaan Australia, Bom di Hotel J.W Marriot dan Ritz Carlton mempengaruhi opini masyarakat dunia terhadap bangsa Indonesia sehingga secara stereotipe bangsa Indonesia dicap sebagai negara teroris. Kegiatan, misalnya negara Pakistan yang mengadakan uji coba nuklir mendapatkan reaksi positif dan negatif dari negara-negara di dunia. Sikap, misalnya Presiden AS ke-44, Barrack Husein Obama, yang menyatakan sikap “menghormati umat muslim” di dunia, mendapatkan sambutan hangat bukan hanya dari negara-negara Islam, bahkan seluruh dunia sehingga ia mendapatkan nobel perdamaian.
Berdasarkan keempat contoh diatas, hal-hal yang dapat mempengaruhi dunia bukan hanya berkaitan dengan politik saja tetapi juga berkaitan dengan lingkungan, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan segala aspek kehidupan. Sehingga, global didalam pembahasan materi-materi kuliah ini memiliki pengertian menyeluruh, dimana dunia tidak lagi dibatasi oleh batas negara, wilayah, ras, warna kulit dan sebagainya.
Globalisasi adalah suatu proses dengan mana kejadian, keputusan dan kegiatan di salah satu bagian dunia menjadi suatu konsekwensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat di daerah yang jauh (John Huckle (Miriam Steiner, 1996). Istilah globalisasi saat ini menjadi sangat popular karena berkaitan dengan gerak pembangunan di Indonesia, terutama berkaitan dengan sistem ekonomi terbuka dan perdagangan bebas. Era globalisasi ditandai dengan adanya persaingan yang semakin ketat, padatnya informasi, kuatnya komunikasi dan keterbukaan (transparansi). Bangsa Indonesia akan semakin jauh tertinggal dibandingkan Negara-negara lain di dunia jika tidak memiliki kemampuan-kemampuan tersebut.


Hamijoyo dalam Mimbar (1990) menjelaskan cirri-ciri globalisasi, antara lain :

  1. Globalisasi perlu didukung oleh kecepatan informasi, kecanggihan teknologi, transportasi dan komunikasi yang diperkuat oleh tatanan organisasi dan manajemen yang tangguh.
  2. Globalisasi telah melampaui batas tradisional geopolitik. Batas tersebut harus tunduk pada kekuatan teknologi, ekonomi, social politik dan sekaligus mempertemukan tatanan yang sebelumnya sulit dipertemukan.
  3. Adanya ketergantungan antar negara.
  4. Pendidikan merupakan bagian dari globalisasi. Penyebaran dalam hal gagasan, pembaharuan dan inovasi dalam struktur, isi dan metode pendidikan dan pengajaran sudah lama terjadi (melalui literature, kontak antar pakar dan mahasiswa).

Globalisasi mempunyai dampak positif dan negatif. Tilaar (1998) menyebutkan bahwa dampak positif globalisasi adalah munculnya masyarakat megakompetisi, dimana setiap orang berlomba berbuat yang terbaik untuk mencapai yang terbaik. Untuk berkompetisi dibutuhkan kualitas yang tinggi sehingga di era globalisasi ini masyarakat menjadi dinamis, aktif dan kreatif karena mengejar keunggulan dan kualitas. Namun, globalisasi dapat menjadi ancaman bagi budaya bangsa. Globalisasi akan melahirkan budaya global sehingga mengancam budaya lokal yang menjadi karakteristik budaya nasional. Apalagi jika tingkat pendidikan masyarakat rendah, hal ini akan menjadi penyebab cepatnya masyarakat terseret arus globalisasi dengan menghilangkan jati diri dan identitas bangsa. Contohnya, remaja di Indonesia dapat dengan cepat meniru gaya berpakaian, tata rambut, berperilaku yang tidak cocok dengan jati diri bangsa Indonesia.
Tilaar (1998) mengemukakan bahwa globalisasi telah memasuki tiga bidang penting kehidupan manusia yaitu ekonomi, politik dan budaya. Hal ini didukung olah dua kekuatan yaitu bisnis dan teknologi sebagai tulang punggung globalisasi. Gelombang globalisasi tersebut akan berdampak pada bisang lainnya yaitu bidang sosial terutama karena didukung oleh kemajuan dan teknologi transportasi dan komunikasi modern.
Tillaar (1998) juga mengemukakan tentang ciri era globalisasi yaitu dengan adanya masyarakat terbuka, yang dibagi dalam dua hal, yaitu:

  1. Dalam bidang ekonomi, ditandai dengan adanya pasar bebas, yang menuntut kemampuan, kreasi yang neghasilkan produk-produk berkualitas tinggi.
  2. Dalam bidang politik, ditandai dengan berkembangnya nilai demokrasi dalam masyarakat yang demokratis, yaitu setiap masyarakat dimana setiap anggotanya ikut aktif dalam kehidupan bersama dan menciptakan kehidupan bersama yang lebih baik. Masyarakat yang demokratis adalah masyarakat yang menghormati hak asasi manusia, merupakan masyarakat madani yang hak dan kewajibannya dijunjung tinggi.
Tata Rambut yang tidak Sesuai dengan Kebudayaan Indonesia

Tata Rambut yang tidak Sesuai dengan Kebudayaan Indonesia

B. Perspektif Global

Perspektif adalah cara pandang atau cara berpikir seseorang tentang suatu obyek. Perspektif global adalah suatu cara pandang dan cara berpikir terhadap suatu masalah, kejadian atau kegiatan dari sudut kepentingan global, yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional. Oleh karena itu, sikap dan perbuatan kita juga diarahkan untuk kepentingan global. Dengan kata lain, perspektif global adalah suatu pandangan yang timbul akibat suatu kesadaran bahwa hidup ini adalah untuk kepentingan global yang lebih luas. Dalam cara berpikir, seseorang harus berpikir global, dan dalam bertindak dapat secara lokal (think globally and act locally).
Sebagai pendidik, guru memerlukan suatu pendekatan yang akan menolong siswa untuk mengarahkannya kepada kehidupan yang kompleks dan menjauhi pengertian yang sempit tentang ruang, ras, agama, suku, sejarah dan kebudayaaan. Istilah-istilah dan pemahaman yang sempit seperti kesukuan, kedaerahan, barat-timur, putih-hitam, dapat memunculkan benih-benih konflik sehingga memunculkan pertentangan dunia. Olah karena itu, guru harus menanamkan nilai-nilai yang baik kepada peserta didik dan pemahaman bahwa kehidupan dia dan kita adalah merupakan bagian dari kehidupan dunia.
Peran guru dalam memahamkan nilai-nilai kebaikan adalah sebagai komunikator atau penghubung antara peserta didik dengan dunia luar. Untuk itu seorang guru harus :
1.    Tertarik dan peduli terhadap kejadian dan kegiatan pada masyarakat (lokal, nasional, internasional).
2.    Proaktif mencari informasi-informasi (nasional dan internasional).
3.    Bersifat terbuka, menerima pembaharuan.
4.    Mampu menyeleksi informasi sesuai dengan kebutuhan budaya Indonesia.

C. Pendidikan Global
Pendidikan global merupakan upaya sistematis untuk membentuk wawasan dan perspektif mahasiswa dan perspektif siswa, karena melalui pendidikan global siswadibekali materi secara utuh dan menyeluruh berkaitan dengan masalah global. Pendidikan global menawarkan suatu makna bahwa kita hidup didalam masyarakat manusia, dimana perkampungan global dimana manusia saling terhubung, baik suku, bangsa dan batas Negara tidak menjadi penghalang dan merupakan komunitas dari perbedaan diantara orang-orang yang berbeda bangsa.
Pendidikan global mempersiapkan siswa untuk memahami dan mengatasi adanya ketergantungan global dan keberagaman budaya, yang mencakup hubungan, kejadian dan kekuatan yang tidak dapat diisikan kedalam batas-batas negara dan budaya (Hoopes,1997). Pendidikan global memiliki tiga tujuan yaitu:

  1. Memberikan pengalaman yang mengurangi rasa kedaerahan dan kesukuan. Tujuan ini dapat dicapai melalui mengajarkan bahan dan menggunakan metode yang memberikan relatifisme budaya.
  2. Memberikan pengalaman yang mempersiapkan siswa untuk mendekatkan diri dengang keragaman global. Kegunaan dari tujuan ini adalah untuk mendiskusikan tentang relatifisme budaya dan keutamaan etika.
  3. Memberikan pengalaman tentang mengajar siswa untuk berpikir tentang mereka sendiri sebagai individu, warga negara dan masyarakat secara keseluruhan.

Pendidikan global mempersiapkan masa depan siswa dengan memberikan keterampilan analisis dan evaluasi yang luas. Keterampilan ini akan membekali siswa untuk memahami dan memberikan reaksi terhadap isu internasional dan antar budaya. Pendidikan global juga mengenalkan siswa dengan berbagai strategi untuk berperan serta secara lokal, nasional dan internasional. Mata pelajaran harus menyajikan informasi yang relevan untuk meningkatkan kemampuan terlibat dalam kebijakan publik. Oleh karena itu, pendidikan global mengkaitkan isu global dengan kepentingan lokal.  Dengan demikian pendidikan global adalah suatu pendidikan yang berusaha untuk meningkatkan kesadaran siswa bahwa mereka hidup pada area global yang saling berkaitan.

About these ads
  1. siti lestari
    31 Maret 2011 pukul 14:30 | #1

    bu saya udah koment tapi kok belum terkirim ya…

  2. Dwi Haryani
    12 Mei 2011 pukul 02:32 | #2

    Terima kasih Bu.sy sudah download materinya.

  3. Supriyanto
    12 Mei 2011 pukul 23:32 | #3

    terimakasih bu atas materi yang sudah diberikan.

  4. Heni Puspawati
    17 Mei 2011 pukul 12:42 | #4

    terima kasih ibu, saya sudah mendownload materinya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: