Beranda > Perspektif Global > Kemiskinan

Kemiskinan

Kemiskinan

Kemiskinan

Tujuan Pembelajaran

Para mahasiswa, pada bab ini akan dijelaskan mengenai kemiskinan meliputi definisi kemiskinan, jenis-jenis kemiskinan, penyebab kemiskinan hingga indikator suatu Negara dikatakan sebagai negara miskin. Tujuan dikemukakannya bab kemiskinan ini adalah agar para mahasiswa mengetahui dan memahami arti kemiskinan serta bagaimana memerangi kemiskinan itu. Sebagai seorang calon/guru, para mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan pola pikir dengan usaha kreatif terhadap siswanya sehingga kelak dapat terhindar dari kemiskinan.

A. Definisi kemiskinan

Kemiskinan adalah adalah kondisi sosial ekonomi seseorang atau sekelompok orang yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.

B. Jenis-Jenis Kemiskinan

Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten, tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa). Bank Dunia mendefinisikan kemiskinan absolut sebagai hidup dg pendapatan dibawah USD $1/hari dan kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari, dengan batasan ini maka diperkiraan pada 2001 1,1 miliar orang didunia mengkonsumsi kurang dari $1/hari dan 2,7 miliar orang didunia mengkonsumsi kurang dari $2/hari. Proporsi penduduk negara berkembang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem telah turun dari 28% pada 1990 menjadi 21% pada 2001. Melihat pada periode 1981-2001, persentase dari penduduk dunia yang hidup dibawah garis kemiskinan $1 dolar/hari telah berkurang separuh. Tetapi , nilai dari $1 juga mengalami penurunan dalam kurun waktu tersebut. C. Penyebab kemiskinan

Kemiskinan dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.

•    penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
•    penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
•    penyebab sub-budaya (“subcultural”), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
•    penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
•    penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

D. Indikator Kemiskinan Suatu Negara

Pendapatan per kapita (per capita income) adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu, yang biasanya satu tahun. Pendapatan per kapita bisa juga diartikan sebagai jumlah dari nilai barang dan jasa rata-rata yang tersedia bagi setiap penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu. Pendapatan per kapita diperoleh dari pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah penduduk suatu negara pada tahun tersebut.

E. Pendapatan Nasional

Konsep pendapatan nasional yang biasa dipakai dalam menghitung pendapatan per kapita pada umumnya adalah Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atau Produk Nasional Bruto (PNB). Dengan demikian, pendapatan per kapita dari suatu negara dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product) = Seluruh barang dan jasa yang dihasilkan penduduk suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk dari orang dan perusahaan asing yang ada di negara tersebut. Produk Nasional Bruto (Gross National Product) = Seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat suatu negara dalam waktu satu tahun dikurangi produk orang atau perusahaan asing. Pendapatan Nasional Bruto = Nilai dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam waktu satu tahun. Contoh: Negara x pada tahun t memiliki produk domestik bruto sebesar US $ 1.000.000.000,00 dan jumlah penduduk sebanyak 10.000.000 jiwa. Berapa pendapatan per kapita negara x pada tahun t? Jawab: PNB perkapita negara x pada tahun t adalah E. Hubungan Pendapatan Nasional, Penduduk dan Pendapatan Perkapita

Pendapatan nasional pada dasarnya merupakan kumpulan pendapatan masyarakat suatu negara. Tinggi rendahnya pendapatan nasional akan mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan per kapita negara yang bersangkutan. Akan tetapi, banyak sedikitnya jumlah penduduk pun akan mempengaruhi jumlah pendapatan per kapita suatu negara. contoh sebagai berikut. Dari tabel di atas, nampak jelas bahwa India yang memiliki PDB per tahun US $ 427.407.000.000,00 hanya mendapatkan pendapatan per kapita US $ 440,00. Lain halnya dengan Singapura yang mendapatkan PDB per tahun US $ 95.453.000.000,00 ternyata pendapatan per kapitanya US $ 30.170,00. Mengapa demikian? Ternyata tingginya pendapatan nasional suatu negara, tidak menjamin pendapatan per kapitanya juga tinggi. Hal ini terjadi karena faktor jumlah penduduk juga sangat menentukan tinggi rendahnya pendapatan per kapita.

F. Penggolongan Kelompok Miskin Di Indonesia

Golongan Fakir*) dan Miskin

Diukur dengan “Ekuivalen Nilai Tukar Beras” (dalam kg/orang/tahun)

Desa Kota Desa (Rp)** Kota
Miskin 320 480 1.920.000 2.880.000
Miskin Sekali 240 380 1.440.000 2.280.000
Paling Miskin 180 270 1.080.000 1.620.000

*) yang digolongkan kaum fakir adalah orang miskin sekali dan paling miskin **) Harga beras Rp. 6000,00

G. Penggolongan Kelompok Miskin Di Dunia

Bank Dunia (World Bank) telah mengelompokkan negara-negara menjadi 5 kelompok berdasarkan tinggi rendahnya pendapatan per kapita.
1.    Kelompok Negara Berpendapatan Rendah (Low Income Economies), yaitu negara-negara yang memiliki PNB per kapita US $ 520,00 atau kurang.
2.    Kelompok Negara Berpendapatan Menengah Bawah (Lower – Middle Economies), yaitu negara-negara yang mempunyai PNB per kapita antara US $ 521,00 sampai US $ 1.740,00.
3.    Kelompok Negara Berpendapatan Menengah (Middle Economies), yaitu negara-negara yang mempunyai PNB per kapita antara US $ 1.741,00 sampai US $ 2.990,00.
4.    Kelompok Negara Berpendapatan Menengah Tinggi (Upper – Middle Economies), yaitu negara-negara yang mempunyai PNB per kapita antara US $ 2.991,00 sampai US $ 4.870,00.
5.    Kelompok Negara Berpendapatan Tinggi (High Income Economies), yaitu negara-negara yang mempunyai PNB per kapita antara US $ 4.871,00 sampai US $ 25.480,00 bahkan lebih.

Mengapa Suatu Negara Perlu Menghitung Pendapatan perKapita?
Tujuan suatu Negara menghitung pendapatan perkapita adalah:

1.Mengetahui perkembangan tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu negara.

2.Mengetahui perkembangan tingkat kesejahteraan di berbagai negara.

3.Dapat mengelompokkan suatu negara berdasarkan pengelompokkan Bank Dunia.

4.Dapat memperkirakan syarat yang harus dipenuhi oleh suatu negara dalam mencapai kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.

Peringkat Kemiskinan Indonesia di antara Negara-negara di dunia. Indonesia menduduki peringkat 68 dari 100 negara dengan pendapatan perkapita $3,900 (jika kurs $1 = Rp. 9537, 00 x $3900 = 37.194.300 /12 = Rp.3.099.525,00)

  1. alfia
    22 Maret 2011 pukul 12:01

    astghfirlh Bu…gambar’y mengenaskn sekali…cukup mewakili isi dari materi xixixixixi….terima kasih untukmateri’y🙂

  2. DWI HARYANI
    23 Maret 2011 pukul 06:56

    assalaikum wr. wb. terima kasih Bu, atas materinya.

  3. Listiana Indrayeni
    26 Maret 2011 pukul 03:10

    assalamualaikum wr. wb terima kasih bu materinya. semoga kami bisa menjalani mata kuliah ibu dengan baik.

  4. Amelia Dhika A
    29 Maret 2011 pukul 11:37

    Ass buk!!! Apakah kenyataan diluar sana memang seperti itu buk, kemiskinan di Indonesia semakin meningkat

  5. Dhimas Hardhiana Dwi Putra
    12 Mei 2011 pukul 05:39

    assalaikum wr. wb. terima kasih Bu, atas materinya.
    semoga ditahun 2015 kemiskinan di Indonesia benar-benar dapat teratasi dengan pelaksanaan MDG’s

  6. Anggit
    12 Mei 2011 pukul 11:41

    Terima kasih, Bu. Wah, untung kemarin saya belajar soal MDG’s, di UTS ternyata ada, Bu…

  7. Qomarinah
    12 Mei 2011 pukul 11:42

    Terima kasih, Bu…

  8. 12 Mei 2011 pukul 11:42

    Terima kasih, Bu…

  9. Ika Dewi P
    13 Mei 2011 pukul 06:42

    asalamualaikum Bu, wah kalau masih ada orang yang miskin jadi negara kita belum makmur ya…?
    terimakasih materinya Bu…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: