Beranda > Perspektif Global > Bumi dan Isinya

Bumi dan Isinya

Tujuan Pembelajaran Bumi dan Isinya
Para mahasiswa, sebelum kita membahas mengenai permasalahan-permasalahan yang ada di dunia ini, kita tengok sebentar mengenai bumi dan isinya. Memang, bab ini hanya sekilas dan sedikit membahas mengenai bumi karena hanya bersifat menyegarkan ingatan para mahasiswa akan bumi dan isinya.

A. Sejarah Terbentuknya Bumi

Gumpalan Gas pembentuk bumi dan planet

Gumpalan Gas pembentuk bumi dan planet

Gumpalan gas yang besar dari matahari yang selalu dalam keadaan berputar. Karena sesuatu hal, terlepaslah gumpalan itu, namun terus berputarmengeliling matahari. Gumpalan-gumpalan tersebut mengalami proses pendinginan dan menjadi padat. Itulah yang disebut planet. Dari gumpalan (planet) tersebut ada yang terlepas pula tetapi tetap berputar dan mengelilingi gumpalan yang ditinggalkan yang disebut sebagai satelit.
Era sejarah pembentukan bumi dibagi empat yaitu Prakambrium, Paleozoikum, Mesozoikum dan Kenozoikum. Prakambrium terdiri dari masa proterozoik dan Archea selama 2000 tahun. Organisme bersel tunggal seperti alga hijau biru dan bakteri yang muncul pertama. Paleozoikum : kehidupan mulai dengan tumbuh-tumbuhan laut sederhana. Ikan, amphibi, serangga berkembang.

Mesozoikum : Terdiri dari zaman Kapur (90 juta tahun), Jura (145 Juta tahun), dan Trias. Reptil, burung, mamalia, tumbuhan berbunga berkembang.
Kenozoikum/Neozoikum : terdiri dari zaman kuarter dan zaman tersier dan merupakan tingkat kehidupan yang  baru. Disebut juga masa sekarang, mulai muncul manusia.
Zaman tersier : Terdiri dari masa eosen (70 juta tahun), oligosen (42 juta tahun), miosen (20 juta tahun), dan pleistosen (16 juta tahun). Tumbuhan berkembang biak, mamalia meluas dan batu bara mulai terbentuk.
Zaman kuarter terdiri dari masa dilluvium dan alluvium (2 juta tahun). Muncul manusia pertama. Flora dan fauna berkembang biak dengan baik.

Kumpulan Planet yang Mengelilingi Matahari

Kumpulan Planet yang Mengelilingi Matahari

B. Sejarah Terbentuknya Benua
Legenda Bumi dari India :

” Bumi tempat manusia hidup ditopang dari ular, kura-kura dan gajah”.

Apabila salah satu makhluk tersebut gelisah maka bumi ikut berguncang, yang sekarang dikenal dengan gempa bumi.

Legenda Bumi dari Jawa :

“ Antaboga merupakan penguasa dasar bumi dan laut”.

Apabila Antaboga gelisah, marah atau kecewa maka bumi akan bergoncang dan laut akan bergemuruh.

Bagaimana terbentuknya benua/daratan sebenarnya?
Bumi adalah planet yang berbentuk bulat dengan pepat di kedua kutubnya. Ia merupakan bagian dari tata surya dimana matahari sebagai pusatnya dan planet-planet mengelilingi matahari sesuai dengan orbitnya. Bumi adalah bagian dari galaksi bimasakti.
180 juta tahun yang lalu, bumi terdiri dari satu benua yang sangat besar yang disebut dengan “PANGEA”. 100 juta tahun yang lalu, India dan Australia mulai terpisah dari daratan lainnya. 40 juta tahun yang lalu, daratan India bergerak relatif cepat ke utara dan Kep. Indonesia mulai terbentuk. Sekarang daratan terdiri dari 5 benua besar dan 5 lautan besar.

Kenapa benua dan pulau-pulau bergerak?

Pangea

Pangea

Isi Perut Bumi : kerak (crust) = 200 km, litosphere (rigid) = 100 km, astenosphere (plastic) = 100 km, mantel (solid) = 350 km, outer core (liquid) = 5140 km, inner core (solid) = 481 km. Total kedalaman = 6371 km. Lempeng bumi terdiri atas lapisan litosphere, bersifat rigid/padat berada diatas astenosphere yang plastik/lentur.

Darimana manusia mengetahui kegiatan isi perut bumi?
Manusia mengetahui isi perut bumi dari kegiatan survei seismik. Ada tenaga dari dalam bumi yang menggerakkan lempeng bumi, yang disebut pergerakan arus konveksi. Pergerakan arus konverksi didalam bumi serupa dengan pergerakan partikel air yang dipanaskan dalam sebuah

Lempeng Benua

Lempeng Benua

bejana. Akibat dari pergerakan lempeng bumi adalah lempeng bumi merekah ditengah samudera dan saling bertabrakan antara lempeng samudera dan lempeng benua menghasilkan sumberdaya mineral dan sumberdaya energi berupa gunung api dan gempa bumi.
Indonesia berada diantara tiga lempeng benua yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik dan lempeng Indiaustralia. Indonesia merupakan jalur gunungapi yang juga jalur gempa bumi.

Peta Gerakan Lempeng Tektonik

Peta Gerakan Lempeng Tektonik

Gempa bumi merupakan sentakan yang bersumber dari dalam bumi yang kemudian merambat ke permukaan bumi menyebabkan tanah berguncang, akibat rekahan bumi pecah dan bergeser dengan keras. Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat menyebutkan kapan gempa bumi dapat terjadi apalagi hingga tanggal dan jam terjadinya. Tsunami (tsu=pelabuhan, nami=gelombang) adalah gelombang lautan yang sangat panjang akibat gempa bumi dibawah laut.

C. Persebaran Makhluk Hidup

Tinggi tempat mempengaruhi panas dingin suatu permukaan bumi. Berikut adalah klasifikasi tempat dipermukaan bumi berdasarkan ketinggiannya.
1.    Zona panas : 0 – 700 mdpal
2.    Zona sedang : 700 – 1500 mdpal
3.    Zona sejuk : 1500 – 2500 mdpal
4.    Zona dingin : 2500 – 3000 mdpal

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang
Berikut adalah jenis-jenis iklim berdasarkan letak geografis tempat-tempat di permukaan bumi.
1.    Tropis : 0o LU – 23,5o LU; 0o LS – 23,5o  LS
2.    Sedang :23,5o LU – 66,5o LU;  23,5o LS – 66,5o  LS
3.    Dingin :66,5o LU – 90o LU;  66,5o LS – 90o  LS

D. Perilaku Makhluk Hidup Di Bumi

Perilaku dasar manusia merupakan insting manusia dalam mempertahankan diri, makan, minum, bereproduksi, dan sebagainya. Perilaku dasar tersebut pada dasarnya merupakan suatu adaptasi yaitu kemampuan mahkluk hidup dalam mempertahankan diri. Adaptasi dibagi menjadi dua yaitu adaptasi aktif dan adaptasi pasif. Adaptasi aktif adalah kemampuan makhluk hidup dalam berusaha secara aktif dalam mempertahankan diri. Contohnya untuk mengatasi dingin, manusia membuat baju dan membuat rumah. Sedangkan adaptasi pasif adalah kemampuan intern/fisik mahkluk hidup dalam mempertahankan diri yang berasal dari karakteristik tubuhnya. Misalnya adalah hewan-hewan di kutub memiliki jaringan lemak setebal 10 cm untuk melindungi bagian dalam tubuhnya dari dingin yang  menusuk – (50)o C.
Pada kehidupan manusia memang harus ada lembaga yang mengatur insting tersebut. Jika insting tersebut tidak diatur maka akan terjadi kerusakan-kerusakan di muka bumi ini karena tidak ada aturan dan tatanan. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna di muka bumi karena selain diberikan insting juga diberikan akal pikiran. Lembaga adalah hasil budaya manusia. Itulah yang membedakan manusia dengan hewan atau tumbuhan.

E. Masalah-Masalah di Bumi
Masalah lingkungan erat hubungannya dengan pertumbuhan penduduk, keterbelakangan pembangunan, penerapan teknologi dan lain sebagainya. Dengan demikian faktor utama terjadinya masalah lingkungan adalah bukan faktor alam, melainkan ada pada faktor manusia sendiri. Oleh karena itu, masalah lingkungan ini dimasukkan dalam masalah sosial bukan masalah bencana alam.
Faktor keterbelakangan pembangunan yang menyebabkan terjadinya masalah lingkungan meliputi kemiskinan (sosial-ekonomi), kebodohan (sosial-budaya), dan pembangunan sarana-sarana yang harus menunjang kehidupan penduduk (sosial-ekonomi, sosial- politik).
Perusakan lingkungan yang berupa erosi atau banjir tidak dapat terlepas dari pengaruh kemiskinan, pendidikan rendah dan kurangnya atau tidak adanya sarana yang harus menunjang kehidupan penduduk secara baik (jalan, saluran air, transportasi dan komunikasi).
Peraturan-peraturan yang tidak tegas dan tidak terkontrol, juga besar peranannya terhadap erosi dan banjir. Salah satu ciri keterbelakangan pembangunan sebagai penyebab masalah lingkungan adalah kebodohan atau tingkat pendidikan yang rendah. Padahal kebodohan sangat dekat dengan kemiskinan. Penduduk yang bodoh, tidak mengerti bahwa perbuatan dan tindakannya itu dapat merusak lingkungan yang akhirnya juga mengancam kehidupan mereka. Oleh karena itu, tingkat pendidikan yang rendah ini tidak hanya merupakan terjadinya masalah sosial yang sedang dialami Indonesia saat ini. Masalah pendidikan itu memiliki akibat yang luas bagi kehidupan dan masalah kehidupan pada masyarakat Indonesia.

  1. Amelia Dhika A
    29 Maret 2011 pukul 11:44

    Ass. Saya hadir buk

  2. Dhimas Hardhiana Dwi Putra
    12 Mei 2011 pukul 05:43

    terimakasih Ibu, , , untuk ILmunya,
    hehehe. .🙂

  3. Anggit
    12 Mei 2011 pukul 11:44

    Lhaaa, ini kemarin saya pelajari sampai malam, Bu… Ternyata tidak ada di UTS…

  4. Qomarinah
    12 Mei 2011 pukul 11:45

    Terima kasih, bu…

  5. Ika Dewi P
    13 Mei 2011 pukul 06:45

    ass.Bu, terima kasih atas materinya ya Bu…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: