Beranda > Perspektif Global > Kesehatan Masyarakat Dunia

Kesehatan Masyarakat Dunia

Sehat

Sehat

A. Definisi Sehat
Sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO,1947). Berdasarkan definisi tersebut maka sehat  mengandung 3 karakteristik yaitu merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia, memandang sehat dalam konteks lingkungan internal dan eksternal.
Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif. Sehat bukan merupakan suatu kondisi tetapai merupakan penyesesuaian, bukan merupakan suatu keadaan tapi merupakan proses. Proses disini adalah adaptasi individu yang tidak hanya terhadap fisik mereka tetapai terhadap lingkungan sosialnya.
Sedangkan menurut UU No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektua, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.


B. Permasalahan di Bidang Kesehatan
Permasalahan di bidang kesehatan meliputi masalah gizi dan masalah infeksi. Berikut akan dibahas mengenai kedua permasalahan tersebut.
1. Masalah gizi
Rendahnya tingkat ekonomi dan pendidikan menyebabkan hingga saat ini masalah gizi merupakan problem yang banyak kita dapatkan. Di Indonesia minimal ada empat kasus yang sering, yaitu kurang energi protein (KEP), anemia gizi besi, kekurangan yodium dan kurang vitamin A.

Masalah Gizi

Masalah Gizi

KEP merupakan masalah gizi yang paling banyak terjadi, terbukti dengan masih banyak ditemukannya anak balita (usia 1-5 tahun) penderita KEP berat (marasmus dan kwashiorkor). Kwashiorkor disebabkan oleh kekurangan protein dan diderita bayi usia enam bulan dan anak balita. Sedang penyebab marasmus adalah kekurangan kalori dan energi atau gejala kekurangan pangan secara keseluruhan (kelaparan).
50 % perkembangan kecerdasan anak akan terjadi pada masa usia 0-4 tahun, masa ini sering disebut masa golden age (usia emas) yang merupakan the point of no return. Perkembangan otak tidak bisa diperbaiki bila mereka kekurangan gizi pada masa ini. Pertumbuhan fisik dan intelektualitas anak akan terganggu. Hal ini menyebabkan mereka menjadi generasi yang hilang, dan negara kehilangan sumber daya manusia yang berkualitas.
Situasi rawan gizi pada anak balita dan usia sekolah tidak boleh dipandang sebelah mata, karena menimbulkan akibat lanjutan yang kompleks dan berujung pada degradasi kualitas sumber daya manusia. Hal itu karena masalah gizi yang parah pada usia muda akan menghambat laju tumbuh kembang keadaan fisik anak. KEP berkelanjutan membuat anak menderita marasmus-kwashiorkor.  Kekurangan yodium dalam jangka panjang dapat menimbulkan gondok endemik, bahkan mengakibatkan kretinisme atau cebol.
Anemia zat gizi besi berkepanjangan menghambat pertumbuhan fisik, meningkatkan risiko penyakit infeksi, bahkan menghambat aktivitas kognitif dan daya tahan fisik. Akibat buruk dari kekurangan gizi ini akan meningkatkan jumlah anak dengan tinggi badan terhambat, 10 cm lebih pendek dibandingkan anak sehat berusia sama.
Kasus malnutrisi akan menghambat perkembangan kecerdasan yaitu menyebabkan Indonesia kehilangan lebih dari 200 juta angka potensi IQ/tahun (30 persen dari peluang produktivitas). Pada penderita gizi buruk, struktur sel-sel tubuh tidak tumbuh sempurna. Misalnya jumlah pertumbuhan sel otak tidak maksimum, terjadinya jantung koroner, serta rusaknya pankreas yang mengakibatkan insulin tidak berfungsi optimal sehingga anak menderita diabetes.
2. Masalah penyakit Infeksi
Di negara terbelakang dan yang sedang berkembang seperti Indonesia, dimana kesadaran akan kebersihan / personal hygine yang relative masih kurang, maka kasus penyakit infeksi masih merupakan ancaman terhadap anak kita,baik infeksi akut seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut),Pneumonia (radang paru),Gastroenteritis (Diare) maupun infeksi kronis seperti Tuberculosis (TBC),Hepatitis,TORCH,HIV dll
C. Millenium Development Goals (MDG’s)
MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Tantangan-tantangan ini sendiri diambil dari seluruh tindakan dan target yang dijabarkan dalam Deklarasi Milenium yang diadopsi oleh 189 negara dan ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000.

Logo MDG's

Logo MDG's

Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
1.    Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.
2.    Pemerataan pendidikan dasar
Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
3.    Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
4.    Mengurangi tingkat kematian anak
Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
5.    Meningkatkan kesehatan ibu
Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan
6.    Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
7.    Menjamin daya dukung lingkungan hidup
Target:
Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan
Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat
Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh
8.    Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
Target:
–    Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
–    Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.

D. Kegiatan Peningkatan Kesehatan dapat bersifat Aktif maupun Pasif
a. Peningkatan Kesehatan Pasif
Merupakan strategi peningkatan kesehatan dimana individu akan memperoleh manfaat dari kegiatan yang dilakukan oleh orang lain tanpa harus melakukannya sendiri.
Misal: Pemberian florida pada pusat suplai Air Minum (PAM); Portifikasi pada susu dengan vitamin D.
b. Peningkatan Kesehatan Aktif
Pada strategi ini, setiap   individu diberikan motivasi untuk melakukan program kesehatan tertentu.
Misal: Program Penurunan BB, dan Program pemberantasan rokok, menuntut keikutsertaan klien secara aktif.

  1. Amelia Dhika A
    29 Maret 2011 pukul 11:34

    Hadir buk

  2. 5 April 2011 pukul 02:15

    hadir buk

  3. 5 April 2011 pukul 02:18

    Baik Ibu…

  4. Ika Dewi P
    5 April 2011 pukul 02:23

    Siap Ibu…

  5. enis sapuadah
    5 April 2011 pukul 02:27

    hadir buk,siap melaksanakan tgas

  6. inda permatasari
    5 April 2011 pukul 02:29

    siap buk

  7. dwi nisih
    5 April 2011 pukul 02:32

    oke buukkkk

  8. ester dwi p
    5 April 2011 pukul 02:33

    injih bu….

  9. 5 April 2011 pukul 02:38

    86, Bu…!!!

  10. 5 April 2011 pukul 02:42

    Siap Laksanakan Bu, , , ,

  11. 5 April 2011 pukul 02:44

    Untuk program MDGS yang dijalankan oleh Indonesia adalah
    1. Untuk Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim di Indonesia belum dapat terpenuhi karena masih banyak penduduk Indonesia yang kelaparan dan masih ada kesenjangan memperoleh kesehatan untuk warga miskin.
    2. Pemerataan pendidikan dasar yang dilakukan di Indonesia belum semuanya terjalankan karena adanya pendidikan yang mahal dan kurang sadarnya pendidikan oleh masyarakat.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan untuk di Indonesia sudah dijalankan tetapi masih ada yang tidak didengarkan aspirasi masyarakat.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak untuk di Indonesia masih tinggi
    5.Meningkatkan kesehatan ibu yakni masih kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu hamil, hal ini juga karena faktor kemiskinan dan faktor pelayanan kesehatan yang kurang untuk warga miskin.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya untuk perlawanan penyakit IHIV / aids masih tinggi karena masih banyaknya pengguna narkoba dan seks bebas untuk pemberantasan sudah dilakukan oleh para petugas kesehatan dan polisi, untuk penyakit lainnya juga sudah berkurang di setiap daerah.
    7.Menjamin daya dukung lingkungan hidup di Indonesia sudah dijalankan tatpi belum optimal karena masih banyak yang tidak memperoleh air bersih.
    8.Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Indonesia sudah menajalankan kemitraan dengan negara lain baik di bidang ekonomi maupun pertahanan dan juga pembangunan.
    Masih banyak yang perlu di evalusi oleh negara terkait program MDGs karena semuanya belum optimal untuk dikembangkan di daerah – daerah, karena banyak faktor salah satunya adalah kemiskinan dan daya dukung masyarakat.

  12. Noviani Nastiti/ pgsd A-08
    5 April 2011 pukul 02:45

    Penerapan MDGS di indonesia perlu ditindaklanjuti karena merupakan target yang baik bagi Indonesia. MDGS merupakan tantangan baik bagi Indonesia karena dengan menerapkan/meninjaklanjutuprogram tersebut indonesia akan bertambah maju dan lebih baik. diantara 8 program tersebut jika dilihat dari sudut pandang Indonesia adalah:
    1.dalam mengatasi masalah kemiskinan,Diindonesia masih ada kesenjangan yangh cukup tinggi antara si miskin dan si kaya
    2. pendidikan, di indonesia telah berupaya mengentaskan nanak indonesia dari buta hufuf dan menggalakkan pgogram wajib belajar 9 tahun
    3.persamaan gender telah diterapkan di Indonesia,walau begitu wanita di indonesia masih mempunyai kesadaran akan peran dan tugasnya
    4.kematian anak, sudah ada posyandu disetiap daerah
    5. meningkatkan kesehatan ibu,
    6.pencegahan sudah dilakukan dengan meminimalisasi penyebaran virus
    7.di Indonesia sedang digalakkan program penghijauan dengan adanya program “Green n Clean” disetiap daerah
    8. kemitraan global, sudah banyak industri rumah tangga yang mempunyai mitra diruang lingkup global.

  13. Dwi Haryani
    5 April 2011 pukul 02:52

    MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGS)
    Pada tahun 2000, di awal pergantian abad 20 ke abad 21 yang disebut sebagai era milenium, 189 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) termasuk Indonesia menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan berbagai permasalahan dan kerjasama internasional untuk memajukan peran bangsa-bangsa dengan target dan indikator yang jelas. Pertemuan ini menghasilkan komitmen untuk menjawab berbagai tantangan di era milenium, serta menetapkan langkah konkrit melalui tujuan, target dan indikator yang ditetapkan dari tahun 1990 hingga tahun 2015. Kesepakatan lain Millenium Development Goals (MDGs) adalah mengharuskan negara maju untuk menyisihkan 0,7 persen dari PDB (produk domestik bruto) mereka untuk membantu negara-negara miskin di seluruh dunia. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi yang terjadi antara negara maju dan negara dunia ketiga, atau antara negara utara dan negara selatan.
    Dalam Millenium Development Goals (MDGs) ditetapkan delapan tujuan utama (goals) yang perlu ditindak lanjuti oleh setiap negara. Komitmen dalam MDG’s yang dicetuskan dalam Sidang Umum PBB tahun 2000 mencakup :
    1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, dengan mengurangi setengah jumlah penduduk yang berpendapatan kurang dari US$ 1 per hari. Mengurangi setengah jumlah penduduk yang menderita kelaparan.
    2. Pemenuhan pendidikan dasar untuk semua, dengan menjamin semua anak dapat menyelesaikan sekolah dasar. Hal tersebut disertai dengan upaya agar anak-anak tetap mengikuti pendidikan di sekolah dengan kualitas pendidikan yang baik.
    3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, dengan menghilangkan perbedaan gender baik pada tingkat sekolah dasar maupun sekolah lanjutan tingkat pertama pada tahun 2005 dan tahun 2015 untuk semua tingkat.
    4. Menurunkan angka kematian anak usia di bawah 5 tahun, dengan sasaran menjadi dua per tiganya.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu, dengan mengurangi rasio kematian ibu menjadi tiga per empatnya.
    6. Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya, dengan menghentikan serta menurunkan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya.
    7. Memberikan jaminan akan kelestarian lingkungan hidup, dengan memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam program dan kebijakan masing-masing negara; menurunkan hilangnya sumber daya alam; mengurangi hingga setengah penduduk yg selama ini tidak dapat mengakses air bersih secara berkelanjutan; serta perbaikan tempat tinggal secara signifikan terhadap sekurang-kurangnya 100 juta tempat tinggal kumuh (slum dwellers) hingga 2020.
    8. Mengembangkan kerjasama global dalam pembangunan, antara lain dengan pengembangan sistem perdagangan dan keuangan yang transparan, kepemerintahan yang baik dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan negara berkembang, seperti: memberikan kuota ekspor, penghapusan/penundaan pembayaran hutang, bantuan untuk pengentasan kemiskinan, bantuan untuk peningkatan produktivitas kaum muda, akses untuk memperoleh obat-obatan yang penting bagi negara berkembang.
    MDGS DI INDONESIA
    Satu dasawarsa program MDGs di Indonesia tidak membawa perubahan yang signifikan bagi peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat miskin, kelestarian lingkungan dan jeratan hutang negara. Dalam perkembangannya, proyek millinium ini tidak menunjukan realitas yang dapat disepadankan dengan capaian target yang telah disepakati, sedangkan beberapa target merosot jauh dari apa yang kita harapkan. Bahkan menurut laporan MDGs Asia-Pasifik tahun 2006, Indonesia memperoleh skor buruk, baik dalam indeks kemajuan maupun dalam status akhirnya. Dari 23 indikator dalam tujuh sasaran MDGs, enam di antaranya yang masuk dalam kriteria mundur adalah, garis kemiskinan nasional, kekurangan gizi, kerusakan hutan, emisi karbon dioksida (CO2), air bersih di perkotaan dan sanitasi di pedesaan.
    Berbagai program pembangunan yang berbasis pada MDGs, memperlihatkan kondisi betapa strategi pembangunan yang dilakukan masih paradigma lama. Tentu saja menghambat meningkatkan kesejahteraan rakyat, baik dari sisi paradigma makro ekonomi maupun strategi pembangunan yang masih mengusung ide pertumbuhan yang berpihak pada elite, akumulasi kapital asing baik berupa utang maupun investasi, serta politik anggaran yang bias teknokrat-birokrat sehingga menimbulkan berbagai kebocoran, KKN dan kesalahan target.
    Dengan kondisi demikian, tentu kita bisa memastikan sebab utamanya secara menejemen pembangunan adalah kegagalan dalam mengarusutamakan penanggulangan kemiskinan dalam pembangunan, bukan hanya sekedar kegagalan sinergi dan kesulitan koordinasi saja melainkan secara paradigmatik penuh dengan kontradiksi. Tidaklah mengherankan bila investasi yang banyak yang diperuntukkan bagi kaum miskin masih belum banyak mengangkat mereka dari kubangan kemiskinan dan tak berdaya hidup tanpa martabat. Namun kita bisa meragukan implementasinya dengan melihat berbagai kasus yang ada. Dana yang digunakan dengan strategi ini jelas tidak mampu menjawab persoalan struktural yang dihadapi kaum miskin. Demikian juga pembangunan lainnya, manfaat yang diperoleh masyarakat jauh lebih kecil dari pada yang dinikmati kelas menengah dan atas, birokrat, kontraktor, teknokrat dan konsultan serta donor yang memberikan pinjaman proyek pembangunan.
    Jadi, investasi yang demikian besar tersebut, implikasinya menjadi kecil akibat dari bekerjanya suatu sistem yang menghisap, masyarakat miskin yang menerima program tak bisa mengakumulasikannya, bahkan untuk membuka ruang akses bagi pengembangan asset sangat sulit, dan itu hanya diperoleh oleh mereka yang dapat keluar dari jebakan kemiskinan. Merekalah yang secara kebetulan dan bekerja ekstra keras, masuk kedalam system dengan berbagai factor diluar kapasitasnya (KKN, Kebetulan, Memperoleh keberuntungan, dlsb) mampu memperoleh akses dan memupuknya sehingga asetnya berakumulasi. Bisa dibayangkan, siapa yang diuntungkan oleh pola yang seperti itu? belum lagi bila ada KKN, maka si miskin tetap tak mungkin memperoleh apa-apa dari program yang demikian. Sudah karitatif, malah merusak system sosial yang ada dan dikorup dan diperas lagi. Demikian juga dengan program lainnya tidak berbeda polanya.
    Target yang masih sulit dicapai di Indonesia
    Penurunan angka kematian ibu (AKI) dan penghentian laju dan penurunan kasus HIV/AIDS. Untuk itu, menjadi kewajiban semua pihak agar kedelapan target tersebut di atas dapat tercapai pada waktu yang telah ditentukan.

    Perencanaan yang matang dari suatu organisasi sangatlah menetukan. Pembangunan yang berhasil dapat diukur dari kseimbangan antara pertumbuhan dan juga pemerataan. Pertumbuhan yang tinggi tidak menjamin pemerataan tinggi pula. Dalam hal ini, pemerintah seharusnya memegang peranan penting dalam mengatasi kemiskinan dan kelaparan.

  14. Nurul Hidayah
    5 April 2011 pukul 03:00

    Menurut analisis saya saat Inni pelaksanaan program tersebut masih kurang berjalan maksimal. hal ter sebut dapat di lihat dari masih banyaknya masyarakat miskin di Indonesia. dan juga masik banyaknya kasus busung lapar di Indonesia. dari kelaparan tersebut berdampak pada banyaknya kematian anak balita dan ibu – ibu. untuk pengentasan HIV AIDS juga belum begitu terrealisasikan. kemudian untuk pengentasan pendidikan dasar di indonesia sudan memprogramkan sekolah gratis untuk SD dan SMP namun pemerintah kurang begitu susses dalam menanamkan kesadaran tentang pentignya pendidikan bagi masyarakat hal tersebut terbukti masih banyaknya masyarakat usia sekolah yang tidak mau bersekolah padahal biaya sudah gratis. mereka lebih memilih bekerja untuk mencari uang. dan untuk bidang perdagangan terbuka Indonesia masik banyak mengimpor barang dari luar negri karena lebih murah padahal barabf buatan Indonesia tidak kalah kualitasnya hal tersebut menjadi ber Imbas pada penurunan minan masyarakat unt8uk membeli produk dalam negeri sehingga banyak pengusaha kecil dan menengah yang merugi. jadi menurut saya sebenarnya Indonesia masih belum siap menjalankan program MDG’s tersebut. Namun masih ada waktu 4 tahun untuk memperbaiki semuanya sampai tahun 2015. saya berharap Indonesia dapat melakukan perbaikan tersebut secara cepat dan efektif agar semua dapat berjalan dengan lancar.

  15. 5 April 2011 pukul 03:02

    Millenium Development Goals (MDG’s)
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia.
    Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut:
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim.
    2. Pemerataan pendidikan dasar.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu.
    6. Perlawanan terhadap HIV atau AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.
    Kegiatan Peningkatan Kesehatan dapat bersifat Aktif maupun Pasif, yaitu:
    a. Peningkatan Kesehatan Pasif
    Merupakan strategi peningkatan kesehatan dimana individu akan memperoleh manfaat dari kegiatan yang dilakukan oleh orang lain tanpa harus melakukannya sendiri.
    Misal:
    Pemberian florida pada pusat suplai Air Minum (PAM); Portifikasi pada susu dengan vitamin D.
    b. Peningkatan Kesehatan Aktif
    Pada strategi ini, setiap individu diberikan motivasi untuk melakukan program kesehatan tertentu.
    Misalnya:
    Program Penurunan BB, dan Program pemberantasan rokok, menuntut keikutsertaan klien secara aktif.

  16. Afriani Wulandari Pgsd A1
    5 April 2011 pukul 03:03

    Penganalisisan MDG’s dari delapan tujuannya sebagai berikut:
    1. Di Indonesia perlu ditingkatkan penyediaan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran, sehingga dapat mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia.
    selain itu juga dengan menaikan gji pegawai negri yang direncanakan naik pada 1 april 2011.
    2. Di Indonesia, usaha pemerataan pendidikan dasar sudah mulai dilakukan dengan me-nonaktifkan biaya SPP selama 9 tahun, terutama hal tersebut sudah dilakukan di Tangerang selatan.
    3. Dengan penyediaan tempat yang sama dalam pekerjaan.
    4. Di Indonesia perlu diadakan suntik polio gratis khususnya untuk keluarga yang kurang mampu, sehingga dapat mengurangi tingkat kematian anak yang berumur kurang dari 5 tahun.
    5. Perlu openanganan dan pelayanan di Indonesia khusus ibu hamil dengan memberikan kartu jaminan kesehatan bagi keluarga yang kurang mamapu.
    6. Upaya tersebut sudah mulai dilakukan untuk penyakit demam berdarah, dengan penyemprotan asap (foging) didetiap daerah, sehingga dapat mengurangi penyakit yang ada, akan tetapi baru di upayakannya untuk penyakit HIV/AIDs.
    7. Di Indoesia sudah dibangun PAM di daerah-daerah, khususnya bagi daerah yang kekurangan air bersih.
    8. Memaksimalkan pembangunan home industri di Indonesia.

  17. enis sapuadah
    5 April 2011 pukul 03:07

    Menurut pendapat saya program Millenium Development Goals (MDG’s) sudah cukup bagus untuk diterapkan di Indonesia tetapi pada kenyataanya dalam pelaksanaan masih jauh dari apa yang diharapkan. Dapat dilihat dari tujuan MDG’s yaitu:
    • Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.2.Pemerataan pendidikan dasar Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
    • Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
    • Mengurangi tingkat kematian anak Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
    • Meningkatkan kesehatan ibu Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan
    • Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    • Menjamin daya dukung lingkungan hidup Target:
    Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan
    Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh
    • Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Target:
    a. Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitme terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
    b. Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan
    • Semua yang menjadi tujuan MDG’s diatas ternyata belum tercapai dengan kenyataan di masyarakat masih banyak kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim, tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun masih tinggi, rasio kematian ibu dalam proses melahirkan masih tinggi, HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya masih banyak masyarakat yang terjangkit dan Menjamin daya dukung lingkungan hidup belum terlaksana dengan baik.

  18. inda permatasari
    5 April 2011 pukul 03:12

    Menurut pengetahuan yang saya miliki dan dapatkan program Millenium Development Goals (MDG’s) sudah cukup bagus untuk diterapkan di Indonesia tetapi pada kenyataanya dalam pelaksanaan masih jauh dari apa yang diharapkan. Dapat dilihat dari tujuan MDG’s yaitu:
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.2.Pemerataan pendidikan dasar Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
    2. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
    3. Mengurangi tingkat kematian anak Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
    4. Meningkatkan kesehatan ibu Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan
    5. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    6. Menjamin daya dukung lingkungan hidup Target:
    Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan
    Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh
    Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Target:
    a. Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitme terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
    b. Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan
    Semua yang menjadi tujuan MDG’s diatas ternyata belum tercapai dengan kenyataan di masyarakat masih banyak:
    a. kemiskinan dan kelaparan yang terjadi di lingkungan sekitar kita misalnya busung lapar, dan anak-anak yang kekurangan gizi.
    b. tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun masih tinggi dan rasio kematian ibu dalam proses melahirkan masih tinggi
    c. HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya masih banyak masyarakat yang terjangkit dan Menjamin daya dukung lingkungan hidup belum terlaksana dengan baik.

  19. ester dwi p
    5 April 2011 pukul 03:15

    Menurut saya program Millenium Development Goals (MDG’s) sudah cukup bagus untuk diterapkan di Indonesia tetapi pada kenyataanya dalam pelaksanaan masih jauh dari apa yang diharapkan. Dapat dilihat dari tujuan MDG’s yaitu:
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.2.Pemerataan pendidikan dasar Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
    2. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
    3. Mengurangi tingkat kematian anak Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
    4. Meningkatkan kesehatan ibu Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan
    5. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    6. Menjamin daya dukung lingkungan hidup Target:

    Semua yang menjadi tujuan MDG’s diatas ternyata belum tercapai dengan kenyataan di masyarakat masih banyak: kemiskinan dan kelaparan yang terjadi di lingkungan sekitar kita misalnya busung lapar, dan anak-anak yang kekurangan gizi, tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun masih tinggi dan rasio kematian ibu dalam proses melahirkan masih tinggi, HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya masih banyak masyarakat yang terjangkit dan Menjamin daya dukung lingkungan hidup belum terlaksana dengan baik.

  20. dwi nisih
    5 April 2011 pukul 03:16

    Menurut saya program Millenium Development Goals (MDG’s) sudah cukup bagus untuk diterapkan di Indonesia tetapi pada kenyataanya dalam pelaksanaan masih jauh dari apa yang diharapkan. Dapat dilihat dari tujuan MDG’s yaitu:
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.2.Pemerataan pendidikan dasar Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
    2. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
    3. Mengurangi tingkat kematian anak Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
    4. Meningkatkan kesehatan ibu Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan
    5. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    6. Menjamin daya dukung lingkungan hidup Target:

    Semua yang menjadi tujuan MDG’s diatas ternyata belum tercapai dengan kenyataan di masyarakat masih banyak: kemiskinan dan kelaparan yang terjadi di lingkungan sekitar kita misalnya busung lapar, dan anak-anak yang kekurangan gizi, tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun masih tinggi dan rasio kematian ibu dalam proses melahirkan masih tinggi, HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya masih banyak masyarakat yang terjangkit dan Menjamin daya dukung lingkungan hidup belum terlaksana dengan baik.

  21. 5 April 2011 pukul 03:24

    Millenium Development Goals (MDG’s)

    Menurut UU No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektua, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.
    Di Indonesia minimal ada empat kasus yang sering, yaitu kurang energi protein (KEP), anemia gizi besi, kekurangan yodium dan kurang vitamin A.
    Di negara terbelakang dan yang sedang berkembang seperti Indonesia, dimana kesadaran akan kebersihan / personal hygine yang relative masih kurang.
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia.
    tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim, seperti mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.
    2. Pemerataan pendidikan dasar, seperti memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan, seperti mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak, seperti mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu, seperti mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya, seperti menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup, seperti mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan, seperti Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi, Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil.

    Kegiatan Peningkatan Kesehatan dapat bersifat Aktif maupun Pasif, yaitu:
    a. Peningkatan Kesehatan Pasif
    Merupakan strategi peningkatan kesehatan dimana individu akan memperoleh manfaat dari kegiatan yang dilakukan oleh orang lain tanpa harus melakukannya sendiri.
    Misal: Pemberian florida pada pusat suplai Air Minum (PAM); Portifikasi pada susu dengan vitamin D.
    b. Peningkatan Kesehatan Aktif
    Pada strategi ini, setiap individu diberikan motivasi untuk melakukan program kesehatan tertentu.
    Misal: Program Penurunan BB, dan Program pemberantasan rokok, menuntut keikutsertaan klien secara aktif.

  22. 5 April 2011 pukul 03:41

    Nama : Intan Nurul Husnah
    NPm : 08144600146
    PGSD.A1/08

    Indonesia merupakan salah satu negara yang telah menerapkan program MDG’s,namun belum semua program MDG’s dapat di jalankan dengan baik. karena masih ada banyak hal yang belum dapat di terapkan di Indonesia. Pada kenyataannya masyarakat Indonesia masih jauh dari kemakmuran.
    Poin pertama menjelaskan mengenai Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang mengalami kemiskinan, apalagi Indonesia menduduki peringkat 68 dari 100 negara miskin di dunia. dapat di artikan bahwa program MDG’s pada poin pertama belum dapat di laksanakan dengan baik.
    Poin kedua yaitu Pemerataan pendidikan dasar. Target untuk 2015. Di Indonesia masih sangat kurang akan kesadarannya dalam pendidikan. Banyak orang kaya tetapi tidak mau menyekolahkan anaknya karena mereka berfikir bahwa tanpa pendidikan mereka bisa sukses, jadi pendidikan tidak di anggap penting oleh sebagian besar masyarakat Indone
    Poin ketigaMendukung adanya persamaan jender dan pemberdayaan perempuan. Pemerataan pendidikan dasar sudah cukup baik dilaksanakan di Indonesia, sehingga persamaan jender dan pemberdayaan erempuan sudah dapat terlaksana di Indonesia. Indonesia sudah menyetarakan persamaan hak antara perempuan dan laki-laki.
    Poin keempat yaitu Mengurangi tingkat kematian anak. Masih banyak tingkat kematian anak di Indonesia. Sering terjadinya kasus pembunuhan anak yang dapat menaikkan tingkat kematian anak. Selain itu juga banyak anak muda yang hamil di luar nikah dan belum siap menerima kenyataan sehingga membunuh anak tersebut yang di lakukan sebelum (aborsi) maupun sesudah melahirkan.
    Poin kelima yaitu Meningkatkan kesehatan ibu. Di Indonesia kesadaran kesehatan Ibu hamil belum banyak di perhatikan, salah satu faktornya juga merupakan kemiskinan. Ibu hamil tidak sanggup untuk cek rutin kehamilan dikarenakan factor keuangan, bagi masyarakat sedang ke bawah hal tersebut bagi mereka susah untuk di jangkau jadi mereka tidak begitu memperhatikan hal tersebut.
    Poin keenam yaitu Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya. Banyaknya seks bebas yang merajalela Indonesia menyebabkan penyakit HIV/AIDS yang menyebar di Indonesia. Selain itu juga narkoba yang membawa pengaruh timbulnya pengaruh tersebut. Apalagi para pengguna yang sangat banyak dari kalangan bawah sampai atas, dari anak kecil hingga orang tua.
    Poin ketujuh yaitu Menjamin daya dukung lingkungan hidup. Lingkungan hidup masyarakat Indonesia belum begitu baik. Masih menyebarnya lingkungan kumuh, contohnya di Jakarta karena terlalu padatnya jumlah penduduk disana, menyebabkan para pendatang tinggal di lingkungan kumuh seadanya yang ada disana. Air bersihpun tidak tersedia dengan cukup sehingga masih sulitnya mencari air bersih.
    Poin kedelapan yaitu Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Indonesia sudah melaksanakan pengembangan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga sudah membangun kemitraan dengan negara lain. Tetapi untuk pengembangan kemitraan di bidang ekonomi Indonesia masih kurang. Contohnya dalam perdagangan bebas tingkat internasional, banyaknya produk import masuk di Indonesia sedangkan produk Indonesia sendiri kalah saing dengan produk luar negeri.

  23. fitri sulistyowati
    5 April 2011 pukul 03:50

    hadir buk…

  24. amalia ekawati
    5 April 2011 pukul 03:51

    brangkat bu…

  25. 5 April 2011 pukul 04:22

    menurut UU No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektua, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.
    permasalahan dibidang kesehatan ada 2 macam, yaitu masalah gizi dan penyakit infeksi. masalah gizi ini akan berdampak Pertumbuhan fisik dan intelektualitas anak akan terganggu. Hal ini menyebabkan mereka menjadi generasi yang hilang, dan negara kehilangan sumber daya manusia yang berkualitas. sedangkan masalah penyakit infeksi ini berhubungan dengan kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan lingkungannya. tidak memperdulikan lingkungan sekitar.
    Millenium Development Goals (MDG’s)
    merupakan delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia.
    Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Kegiatan Peningkatan Kesehatan ada 2 macam, yaitu bersifat Aktif maupun Pasif. bersifat aktif maksudnya setiap individu diberikan motivasi untuk melakukan program kesehatan tertentu. sedangkan yang bersifat pasif yaitu peningkatan kesehatan dimana individu akan memperoleh manfaat dari kegiatan yang dilakukan oleh orang lain tanpa harus melakukannya sendiri.

  26. Tria Mardiana
    5 April 2011 pukul 04:47

    Nama : Tria Mardiana
    NPM : 08144600111
    PGSD.A2/08

    Evalusai Millenium Development Goal’s (MDG’s)
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Kedelapan tujuan dalam pengembangannya di Indonesia adalah sebagai berikut :
    1. Target pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim di Indonesia belum sepenuhnya terlihat. Sebab, masih tampak di berbagai daerah di Indonesia yang masyarakatnya kekurangan pangan dan berada di bawah garis kemiskinan. Pemerintah cenderung kurang peduli dengan adanya hal ini, terlihat jelas salah satunya melalui pembangunan gedung DPR dan fasilitas pemerintah yang menjadi fokus utama mereka dalam menjalankan pemerintah, daripada memerhatikan kesejahteraan rakyat yang masih belum sepenuhnya baik.
    2. Pendidikan yang ada di Indonesia belum sepenuhnya baik. Pemerataan masih belum menyeluruh. Terbukti dengan banyaknya kasus mengenai gedung-gedung sekolah yang rusak akibat kurang pedulinya pemerintah terkait. Padahal, di banyak kasus tersebut pihak sekolah sudah melaporkan ke dianas terkait, namun tindak lanjut dari pelaporan tersebut kurang direspon dengan baik.
    3. Untuk persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, sudah cukup bisa nampak di Indonesia. Kini, mulai terlihat wanita-wanita yang juga bisa tampil hebat seperti laki-laki. Misalnya supir trans Jakarta ada yang perempuan, dan banyak pekerjaan-pekerjaan lain yang menggunakan jasa dari seorang wanita. Kini, gambaran seorang wanita yang hanya sebagai “konco mburi” tidak lagi terdengar. Yang ada adalah, wanita-wanita dengan segudang inspirasi yang memberikan begitu banyak jasa luar biasa untuk pembangunan negeri ini.
    4. Untuk tingkat kematian anak di Indonesia, tidak begitu tinggi. Karena pemerintah sudah mulai peduli dengan kesehatan masyarakat dan masyarakat sendiri sudah mulai sadar untuk hal-hal yang berkenaan dengan kesehatan. Salah satu penanganan untuk kesehatan anak di bawah usia 5 tahun adalah pengadaan posyandu dengan pemberian berbagai imunisasi yang menjadi kebutuhan perkembangan anak.
    5. Di Indonesia, peningkatan kesehatan Ibu belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Angka kematian Ibu cenderung tinggi, terutama terjadi banyak kasus pada infeksi dan pendarahan akibat aborsi. Angka kelahiran di Indonesi tinggi, namun tingginya angka kelahiran ini juga menjadi salah satu deret panjang kasus aborsi yang seringkali menyebabkan kasus kematian pada sang Ibu. Selain itu, dukungan pemerintah juga masih minim terlihat untuk penangan kasus kematian Ibu.
    6. Masyarakat Indonesia kini mulai selektif untuk menjaga diri dari ancaman penyakit untuk kesehatannya. HIV dan AIDS, malaria, serta penyakit berat lainnya sudah mulai dilakukan banyak pencegahan. Di antaranya dengan penggalakan untuk tidak sex bebas melalui berbagai kegiatan positif dan seminar-seminar, menggunakan jarum suntik yang aman, pemeberian informasi ke masyarakat-masyarakat untuk pencegahan HIV dan AIDS dan masih banyak lagi.
    7. Penjaminan dalam mendukung lingkungan hidup perlu campur tangan dari pemerintah. Pemerintah Indonesia dalam hal ini belum sepenuhnya berkomitmen untuk mendukung lingkungan hidup, sebab masih banyak kasus di Indoensia yang berkenaan dengan pengrusakan lingkungan, namun pemerintah cenderung kurang peduli dan kurang mampu menyelesaikan dengan tuntas.
    8. Sejauh ini, pembangunan kemitraan global untuk pembangunan di Indoneisa sudah cukup baik. Karena Indonesia mulai menjalin kerjasama dan ikut diskusi Internasional untuk pembangunan global guna memperbaiki kerusakan di lingkungan baik dalam negeri maupun di luar negeri.

    Alamat blog saya :
    triamardiana.blogspot.com

  27. rusli nuryadin
    5 April 2011 pukul 04:47

    Dalam Millenium Development Goals (MDGs) ditetapkan delapan tujuan utama (goals) yang perlu ditindak lanjuti oleh setiap negara. Komitmen dalam MDG’s yang dicetuskan dalam Sidang Umum PBB tahun 2000 mencakup :
    1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, dengan mengurangi setengah jumlah penduduk yang berpendapatan kurang dari US$ 1 per hari. Mengurangi setengah jumlah penduduk yang menderita kelaparan.
    2. Pemenuhan pendidikan dasar untuk semua, dengan menjamin semua anak dapat menyelesaikan sekolah dasar. Hal tersebut disertai dengan upaya agar anak-anak tetap mengikuti pendidikan di sekolah dengan kualitas pendidikan yang baik.
    3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, dengan menghilangkan perbedaan gender baik pada tingkat sekolah dasar maupun sekolah lanjutan tingkat pertama pada tahun 2005 dan tahun 2015 untuk semua tingkat.
    4. Menurunkan angka kematian anak usia di bawah 5 tahun, dengan sasaran menjadi dua per tiganya.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu, dengan mengurangi rasio kematian ibu menjadi tiga per empatnya.
    6. Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya, dengan menghentikan serta menurunkan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya.
    7. Memberikan jaminan akan kelestarian lingkungan hidup, dengan memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam program dan kebijakan masing-masing negara; menurunkan hilangnya sumber daya alam; mengurangi hingga setengah penduduk yg selama ini tidak dapat mengakses air bersih secara berkelanjutan; serta perbaikan tempat tinggal secara signifikan terhadap sekurang-kurangnya 100 juta tempat tinggal kumuh (slum dwellers) hingga 2020.
    8. Mengembangkan kerjasama global dalam pembangunan, antara lain dengan pengembangan sistem perdagangan dan keuangan yang transparan, kepemerintahan yang baik dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan negara berkembang, seperti: memberikan kuota ekspor, penghapusan/penundaan pembayaran hutang, bantuan untuk pengentasan kemiskinan, bantuan untuk peningkatan produktivitas kaum muda, akses untuk memperoleh obat-obatan yang penting bagi negara berkembang.
    E

  28. rusli nuryadin
    5 April 2011 pukul 04:51

    rusli nuryadin :
    Dalam Millenium Development Goals (MDGs) ditetapkan delapan tujuan utama (goals) yang perlu ditindak lanjuti oleh setiap negara. Komitmen dalam MDG’s yang dicetuskan dalam Sidang Umum PBB tahun 2000 mencakup :
    1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, dengan mengurangi setengah jumlah penduduk yang berpendapatan kurang dari US$ 1 per hari. Mengurangi setengah jumlah penduduk yang menderita kelaparan.
    2. Pemenuhan pendidikan dasar untuk semua, dengan menjamin semua anak dapat menyelesaikan sekolah dasar. Hal tersebut disertai dengan upaya agar anak-anak tetap mengikuti pendidikan di sekolah dengan kualitas pendidikan yang baik.
    3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, dengan menghilangkan perbedaan gender baik pada tingkat sekolah dasar maupun sekolah lanjutan tingkat pertama pada tahun 2005 dan tahun 2015 untuk semua tingkat.
    4. Menurunkan angka kematian anak usia di bawah 5 tahun, dengan sasaran menjadi dua per tiganya.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu, dengan mengurangi rasio kematian ibu menjadi tiga per empatnya.
    6. Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya, dengan menghentikan serta menurunkan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya.
    7. Memberikan jaminan akan kelestarian lingkungan hidup, dengan memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam program dan kebijakan masing-masing negara; menurunkan hilangnya sumber daya alam; mengurangi hingga setengah penduduk yg selama ini tidak dapat mengakses air bersih secara berkelanjutan; serta perbaikan tempat tinggal secara signifikan terhadap sekurang-kurangnya 100 juta tempat tinggal kumuh (slum dwellers) hingga 2020.
    8. Mengembangkan kerjasama global dalam pembangunan, antara lain dengan pengembangan sistem perdagangan dan keuangan yang transparan, kepemerintahan yang baik dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan negara berkembang, seperti: memberikan kuota ekspor, penghapusan/penundaan pembayaran hutang, bantuan untuk pengentasan kemiskinan, bantuan untuk peningkatan produktivitas kaum muda, akses untuk memperoleh obat-obatan yang penting bagi negara berkembang.

    Evaluasi :
    Indonesia merupakan salah satu negara yang telah menerapkan program MDG’s,namun belum semua program MDG’s dapat di jalankan dengan baik. karena masih ada banyak hal yang belum dapat di terapkan di Indonesia. Pada kenyataannya masyarakat Indonesia masih jauh dari kemakmuran.
    Poin pertama menjelaskan mengenai Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang mengalami kemiskinan, apalagi Indonesia menduduki peringkat 68 dari 100 negara miskin di dunia. dapat di artikan bahwa program MDG’s pada poin pertama belum dapat di laksanakan dengan baik.
    Poin kedua yaitu Pemerataan pendidikan dasar. Target untuk 2015. Di Indonesia masih sangat kurang akan kesadarannya dalam pendidikan. Banyak orang kaya tetapi tidak mau menyekolahkan anaknya karena mereka berfikir bahwa tanpa pendidikan mereka bisa sukses, jadi pendidikan tidak di anggap penting oleh sebagian besar masyarakat Indone
    Poin ketigaMendukung adanya persamaan jender dan pemberdayaan perempuan. Pemerataan pendidikan dasar sudah cukup baik dilaksanakan di Indonesia, sehingga persamaan jender dan pemberdayaan erempuan sudah dapat terlaksana di Indonesia. Indonesia sudah menyetarakan persamaan hak antara perempuan dan laki-laki.
    Poin keempat yaitu Mengurangi tingkat kematian anak. Masih banyak tingkat kematian anak di Indonesia. Sering terjadinya kasus pembunuhan anak yang dapat menaikkan tingkat kematian anak. Selain itu juga banyak anak muda yang hamil di luar nikah dan belum siap menerima kenyataan sehingga membunuh anak tersebut yang di lakukan sebelum (aborsi) maupun sesudah melahirkan.
    Poin kelima yaitu Meningkatkan kesehatan ibu. Di Indonesia kesadaran kesehatan Ibu hamil belum banyak di perhatikan, salah satu faktornya juga merupakan kemiskinan. Ibu hamil tidak sanggup untuk cek rutin kehamilan dikarenakan factor keuangan, bagi masyarakat sedang ke bawah hal tersebut bagi mereka susah untuk di jangkau jadi mereka tidak begitu memperhatikan hal tersebut.
    Poin keenam yaitu Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya. Banyaknya seks bebas yang merajalela Indonesia menyebabkan penyakit HIV/AIDS yang menyebar di Indonesia. Selain itu juga narkoba yang membawa pengaruh timbulnya pengaruh tersebut. Apalagi para pengguna yang sangat banyak dari kalangan bawah sampai atas, dari anak kecil hingga orang tua.
    Poin ketujuh yaitu Menjamin daya dukung lingkungan hidup. Lingkungan hidup masyarakat Indonesia belum begitu baik. Masih menyebarnya lingkungan kumuh, contohnya di Jakarta karena terlalu padatnya jumlah penduduk disana, menyebabkan para pendatang tinggal di lingkungan kumuh seadanya yang ada disana. Air bersihpun tidak tersedia dengan cukup sehingga masih sulitnya mencari air bersih.
    Poin kedelapan yaitu Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Indonesia sudah melaksanakan pengembangan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga sudah membangun kemitraan dengan negara lain. Tetapi untuk pengembangan kemitraan di bidang ekonomi Indonesia masih kurang. Contohnya dalam perdagangan bebas tingkat internasional, banyaknya produk import masuk di Indonesia sedangkan produk Indonesia sendiri kalah saing dengan produk luar negeri.

  29. tri puji lestari
    5 April 2011 pukul 04:51

    Nama : Tri puji lestari
    NPM : 08144600078
    Kelas : A2/2008/PGSD
    Tugas : Indonesia telah menerapkan program MDG’s. Evaluasi lah program tersebut. Tulislah selengkapnya !

    MDG’s merupakan delapan tujuan utama yang menjadi target untuk dapat dicapai oleh negara dunia. Target pencapaian tujuan ini adalah tahun 2015. Ini menjadi sebuah tantangan untuk Negara-negara pelaksananya. Indonesia merupakan salah satu Negara yang melaksanakan MDG’s ini oleh karena itu dibawah ini akan sya ulas beberapa hal yang telah berusaha dilakukan bangsa Indonesia ini untuk mewujudkan target tujuan dari MDG’s ini.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim.
    Dalam hal mengentaskan kemiskinan maka di Negara Indonesia ini sudah dilakukan adanya pembagian bulog untuk keluarga tidak mampu. Ini telah dilaksanakan oleh pemerintah sejak lanma. Dan dalam kenyataan yang saya lihat semakin lama pemerataan bulog telah smpai ke daerah-daerah terpencil. Selain itu pemerintah juga telah berusaha membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya untuk mengurangi pengangguran yang berdampak pada kemiskinan.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Dalam hal ini Indonesia telah berusaha mencanangkan program dana bos untuk membantu setiap warganya agar dapat mengenyam pendidikan dasar. Hal ini diharapkan setiap orang bias mendapat hak sama dalam pendidikan baik itu orang kaya maupun miskin.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    menurut saya hal ini telah berusaha dilakukan di Indonesia tetapi kenyataannya masih sangat buruk sekali keadaan yang ada. Masih banyak penindasan yang dilakukan kepada perempuan. Persamaan jender pun saya rasa belum sepenuhnya.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Dengan adanya pengecekan terhadap ibu yang hamil bahkan ada pula pendataan ibu hamil mungkin dimaksudkan oleh pemerinta supaya pemerintah bisa membantu untuk biaya-biaya persalinan dan biaya kesehatan ibu hamil sehingga diharapkan dapat mengurangi resiko kematian anak. Program pemberian imunisasi gratis juga salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menjaga kesehatan anak-anak. Namun menurut saya program tersebut belum merata dan belum efektif dilakukan.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Dengan adanya pengecekan terhadap ibu yang hamil bahkan ada pula pendataan ibu hamil mungkin dimaksudkan oleh pemerinta supaya pemerintah bisa membantu untuk biaya-biaya persalinan dan biaya kesehatan ibu hamil sehingga diharapkan dapat mengurangi resiko kematian anak dan juga ibu yang melahirkan. Namun program tersebut belum bener-benar dapat membantu dan belum merata.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Hal ini benar-benar gagal dilakukan di Indonesia karena pada kenyataanya penyakit ini tambah merajalela dan semakin meluas. Pemerintah sudah berusaha memasang pamphlet maupun iklan untuk pencegahan tetapi ini sangat kurang efektif.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup.
    Hal ini menurut saya gagal dilakukan kerena prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan tidak ada di Indonesia. Setiap pembangunan yang dilakukan justru semakin merusak bahkan memusnahkan sumber daya alam yang justru sangat bermanfaat untuk masyarakat Indonesia. Pembangunan industry semakin merusak sumber daya alam seperti air, tanah bahkan tumbuhan banyak ditebangi guna didirikan sebuah pabrik industri.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    dalam hal kemitraan global Indonesia telah berusaha menjalinnya dengan banyak Negara tetapi tetap saja sampai saat ini perdagangan maupun bisnis di Indonesia belum mengalami perubahan yang signifikan. Justru Indonesia menjalin relasi untuk tempat berhutang. Ini belum cukup untuk membantu pembangunan Negara Indonesia.
    Jadi pada intinya adalah bahwa satu dasawarsa program MDGs di Indonesia tidak membawa perubahan yang signifikan bagi peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat miskin, kelestarian lingkungan dan jeratan hutang negara. Dalam perkembangannya, proyek millinium ini tidak menunjukan realitas yang dapat disepadankan dengan capaian target yang telah disepakati, sedangkan beberapa target merosot jauh dari apa yang kita harapkan. Bahkan menurut laporan MDGs Asia-Pasifik
    tahun 2006, Indonesia memperoleh skor buruk, baik dalam indeks kemajuan maupun dalam status akhirnya. Dari 23 indikator dalam tujuh sasaran MDGs, enam di antaranya yang masuk dalam kriteria mundur adalah, garis kemiskinan nasional, kekurangan gizi, kerusakan hutan, emisi karbon dioksida (CO2), air bersih di perkotaan dan sanitasi di
    pedesaan.

  30. rusli nuryadin
    5 April 2011 pukul 04:54

    RUSLI NURYADIN
    08144600137
    A2-2008

    Dalam Millenium Development Goals (MDGs) ditetapkan delapan tujuan utama (goals) yang perlu ditindak lanjuti oleh setiap negara. Komitmen dalam MDG’s yang dicetuskan dalam Sidang Umum PBB tahun 2000 mencakup :
    1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, dengan mengurangi setengah jumlah penduduk yang berpendapatan kurang dari US$ 1 per hari. Mengurangi setengah jumlah penduduk yang menderita kelaparan.
    2. Pemenuhan pendidikan dasar untuk semua, dengan menjamin semua anak dapat menyelesaikan sekolah dasar. Hal tersebut disertai dengan upaya agar anak-anak tetap mengikuti pendidikan di sekolah dengan kualitas pendidikan yang baik.
    3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, dengan menghilangkan perbedaan gender baik pada tingkat sekolah dasar maupun sekolah lanjutan tingkat pertama pada tahun 2005 dan tahun 2015 untuk semua tingkat.
    4. Menurunkan angka kematian anak usia di bawah 5 tahun, dengan sasaran menjadi dua per tiganya.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu, dengan mengurangi rasio kematian ibu menjadi tiga per empatnya.
    6. Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya, dengan menghentikan serta menurunkan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya.
    7. Memberikan jaminan akan kelestarian lingkungan hidup, dengan memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam program dan kebijakan masing-masing negara; menurunkan hilangnya sumber daya alam; mengurangi hingga setengah penduduk yg selama ini tidak dapat mengakses air bersih secara berkelanjutan; serta perbaikan tempat tinggal secara signifikan terhadap sekurang-kurangnya 100 juta tempat tinggal kumuh (slum dwellers) hingga 2020.
    8. Mengembangkan kerjasama global dalam pembangunan, antara lain dengan pengembangan sistem perdagangan dan keuangan yang transparan, kepemerintahan yang baik dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan negara berkembang, seperti: memberikan kuota ekspor, penghapusan/penundaan pembayaran hutang, bantuan untuk pengentasan kemiskinan, bantuan untuk peningkatan produktivitas kaum muda, akses untuk memperoleh obat-obatan yang penting bagi negara berkembang.
    Evaluasi :
    Indonesia merupakan salah satu negara yang telah menerapkan program MDG’s,namun belum semua program MDG’s dapat di jalankan dengan baik. karena masih ada banyak hal yang belum dapat di terapkan di Indonesia. Pada kenyataannya masyarakat Indonesia masih jauh dari kemakmuran.
    Poin pertama menjelaskan mengenai Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang mengalami kemiskinan, apalagi Indonesia menduduki peringkat 68 dari 100 negara miskin di dunia. dapat di artikan bahwa program MDG’s pada poin pertama belum dapat di laksanakan dengan baik.
    Poin kedua yaitu Pemerataan pendidikan dasar. Target untuk 2015. Di Indonesia masih sangat kurang akan kesadarannya dalam pendidikan. Banyak orang kaya tetapi tidak mau menyekolahkan anaknya karena mereka berfikir bahwa tanpa pendidikan mereka bisa sukses, jadi pendidikan tidak di anggap penting oleh sebagian besar masyarakat Indone
    Poin ketigaMendukung adanya persamaan jender dan pemberdayaan perempuan. Pemerataan pendidikan dasar sudah cukup baik dilaksanakan di Indonesia, sehingga persamaan jender dan pemberdayaan erempuan sudah dapat terlaksana di Indonesia. Indonesia sudah menyetarakan persamaan hak antara perempuan dan laki-laki.
    Poin keempat yaitu Mengurangi tingkat kematian anak. Masih banyak tingkat kematian anak di Indonesia. Sering terjadinya kasus pembunuhan anak yang dapat menaikkan tingkat kematian anak. Selain itu juga banyak anak muda yang hamil di luar nikah dan belum siap menerima kenyataan sehingga membunuh anak tersebut yang di lakukan sebelum (aborsi) maupun sesudah melahirkan.
    Poin kelima yaitu Meningkatkan kesehatan ibu. Di Indonesia kesadaran kesehatan Ibu hamil belum banyak di perhatikan, salah satu faktornya juga merupakan kemiskinan. Ibu hamil tidak sanggup untuk cek rutin kehamilan dikarenakan factor keuangan, bagi masyarakat sedang ke bawah hal tersebut bagi mereka susah untuk di jangkau jadi mereka tidak begitu memperhatikan hal tersebut.
    Poin keenam yaitu Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya. Banyaknya seks bebas yang merajalela Indonesia menyebabkan penyakit HIV/AIDS yang menyebar di Indonesia. Selain itu juga narkoba yang membawa pengaruh timbulnya pengaruh tersebut. Apalagi para pengguna yang sangat banyak dari kalangan bawah sampai atas, dari anak kecil hingga orang tua.
    Poin ketujuh yaitu Menjamin daya dukung lingkungan hidup. Lingkungan hidup masyarakat Indonesia belum begitu baik. Masih menyebarnya lingkungan kumuh, contohnya di Jakarta karena terlalu padatnya jumlah penduduk disana, menyebabkan para pendatang tinggal di lingkungan kumuh seadanya yang ada disana. Air bersihpun tidak tersedia dengan cukup sehingga masih sulitnya mencari air bersih.
    Poin kedelapan yaitu Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Indonesia sudah melaksanakan pengembangan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga sudah membangun kemitraan dengan negara lain. Tetapi untuk pengembangan kemitraan di bidang ekonomi Indonesia masih kurang. Contohnya dalam perdagangan bebas tingkat internasional, banyaknya produk import masuk di Indonesia sedangkan produk Indonesia sendiri kalah saing dengan produk luar negeri.

  31. Rokhima
    5 April 2011 pukul 04:57

    Program yang dijalankan oleh Indonesia Millenium Development Goals (MDGs), dengan memangkas setengah proporsi penduduk berpendapatan di bawah US$ 1 per hari. Pemerintah juga berhasil meningkatkan deteksi dan penyembuhan penyakit tuberkulosis melalui directly observed treatment short course.
    Target MDGs yang kemungkinan besar dapat dicapai pada 2015 adalah memastikan kesempatan setiap anak Indonesia untuk mendapat akses pendidikan dasar, menghapuskan kesenjangan gender pada pendidikan dasar dan menengah, serta menekan rasio kematian balita ada beberapa target MDGs yang pencapaiannya membutuhkan percepatan dan upaya khusus. Target tersebut meliputi penurunan angka kematian ibu, pengurangan jumlah pengidap HIV/AIDS, dan peningkatan tutupan lahan hutan.
    Bagi Indonesia, MDGs sangat penting dan merupakan bagian utama tujuan rencana pembangunan Indonesia. Sesuai Deklarasi Milenium PBB 10 tahun lalu, Indonesia berkomitmen merealisasikan pembangunan yang menjadi hak seluruh umat manusia. Dalam hal ini delegasi deklarasi telah menentukan delapan target agar kehidupan dunia dan seluruh umat manusia menjadi lebih baik. Pengembangan mekanisme alternatif dan inovatif untuk mendanai MDGs, baik publik maupun swasta. Sektor swasta diimbau berkontribusi aktif dalam mencapai target MDGs, bagi ne-gara yang memiliki ruang fiskal terbatas. Memberikan akses sektor perbankan bagi usaha kecil dan menengah (UKM). UKM dinilai telah berperan besar di negara-negara berkembang, meskipun seringkali terpinggirkan dari sektor jasa keuangan. Keenam, tersedianya akses pendanaan perdagangan akan sangat membantu negara berkembang yang tergantung pada penghasilan ekspor.
    Program MDG’s yang ada di Indonesia belum dapat di jalankan dengan baik. karena masih ada banyak hal yang belum dapat di terapkan di Indonesia. Pada kenyataannya masyarakat Indonesia masih jauh dari kemakmuran.
    Pada pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Pada kondisi sekarang ini masih banyak masyarajkat Indonesia yang beraada dalam garis kemiskinan.
    Pada pemerataan pendidikan dasar Indonesia juga belum suksees dalam menerapkan pemerataan pendidikan dasar walaupun pemerintah telah banyak mencangkan tentang pendidikan itu penting dan program pemeerintah yang banyak membantu untuk biaya anaka sekolah. Tetapi pada kenyataannya masyarakat Indonesia masih belum merata dalam pendidikan sekolah dasar masih banyak yang tidak sadar akan pendidikan dasar.
    Pada poin yang menyatakan tentang mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. Pada target ini sudah mulai ada titik terang tentang mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender karena sekarang ini juga sudah tidak ada pembedaan gender lagi dan pemerintah juga telah menyamakan antara hak perempuan dan laki-laki dalam setiap bidang
    Pada tujuan tentang mengurangi tingkat kematian anak. Masih banyak tingkat kematian anak di Indonesia. Sering terjadinya kasus pembunuhan anak yang dapat menaikkan tingkat kematian anak. Karena banyaknya anak muda sekarang yang hamil di luar nikah dan mereka belum siap menerima keadaan akhirnya aborsi atau membunuh janintersebut dalam kandungan..
    Pada tujuan tentang meningkatkan kesehatan ibu. Pada kenyataannya di Indonesia sekarng ini nmasih na\banyak yang belum memperhatikan akan kesehatan ibu hamil. Karena tingkat dan factor kemiskinan yang sangat dominan pada saat ini.
    Tujuan MDGS tentang Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya juga masih sangat dibutuhkan kesadaran akan hal tersebut. Karena masih banyaknya seks bebas dan menyebabkan penyakit HIV/AIDS yang menyebar di Indonesia yang banyak mengidap di kalangan remaja saat ini. Perlawanan tentang penyakit malaria juga sekarang sudah mulai sedikit di perhatikan oleh kalangna masyarakat. Untuk penggunaan obat-obatan terlarang masih banyak yang mengguanankan mulai dari kalangan muda hingga tua.
    Pada tujuan MDGS tentang menjamin daya dukung lingkungan hidup juga sangat penting untuk sekarang ini karena mengingat banyaknya lingkungan hidup yang kurang sehat saat ini.
    Pada tujuan MDGS tentang mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Indonesia masih sangat membutuhkan dalam pengembangan kemitraan global untuk pembangunan.
    Tujuan MDGS dalam mengembangkan kemitraan global adalah untuk menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan internasional yang cenderung menaikan harga barang impor seperti tarif dan cukai atau kuota. Sehingga negara maju bisa semakin banyak memasukan barangnya ke Indonesia dan menjualnya dengan harga yang relatif lebih rendah.

    Alamat blog saya : Immamomo-blogspot.com

  32. fitri sulistyowati
    5 April 2011 pukul 05:01

    Nama : Fitri Sulistyowati
    NPM : 08144600058
    EVALUASI MDG’S

    Millenium Development Goals (MDG’s)
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Tantangan-tantangan ini sendiri diambil dari seluruh tindakan dan target yang dijabarkan dalam Deklarasi Milenium yang diadopsi oleh 189 negara dan ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000.
    Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Di bawah dijelaskan secara singkat mengenai realisasi terhadap tujuan program MDG’S:
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
    Dalam hal ini, masih kurang terealisasikan, karena sebagian besar penduduk di Indonesia yang berpenghasilan menengah ke bawah dan mengalami kelaparan masih sangat banyak.

    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Pada aspek pendidikan, khususnya pendidikan dasar, belum merata,disebabkan oleh kemiskina yang masih merajalela, sehingga pendidikan dasr terabaikan.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Untuk persamaan persamaan jender dan pemberdayaan perempuan sudah sedikit terealisaikan, namun belum merata di berbagai wilayah.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Dalam hal kematian anak di bawah usia 5 tahun, saya rasa meningkat, karena pergaulan bebas yang menyebabkan anak lahir tidak diharapkan, kemudian ibunya membunuhnya.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Untuk hal mengurangi tingkat kematian ibu yang melahirkan kurang terealisasikan, karena banyak penduduk yang berpenghasilan menengah ke bawah, sehingga gizi untuk ibu hamil kurang diperhatikan, dan saat melahirkan biaya yang cukup mahal, sehingga masih ada yang melalui dukun dengan biaya yang terjangkau. Dengan kata lain, fasilitas yang ada kurang merata untuk semua kalangan.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Usaha yang dilakukan untuk perlawanan HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya sudah ada, contohnya dengan penyuluhan kesehatan. Namun, masyarakat sendiri kurang sadar akan bahaya penyakit tersebut. Untuk HIV/AIDS, semakin bertambahnya penduduk yang mengidap penyakit tersebut, karena maraknya pergaulan bebas, berganti-ganti pasangan, berganti-ganti jarum suntik yang tidak steril, dsb. Hanya saja yang masih menjadi tanggung jawab pemerintah adalah belum adanya obat untuk penyakit itu.

    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Di Indonesia, sebagian besar penduduk berpenghasilan menengah ke bawah, masih tinggal di pemukiman kumuh, sehingga sulit mendapatkan air bersih, yang akan berpengaruh pada kesehatan penduduk.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Dalam hal hutang piutang, Indonesia memiliki banyak hutang, selain itu, di dalam negeri pun merajalela korupsi, sehingga untuk taraf mensejahterakan dan mengurangi kemiskinan masih sulit, walaupun telah menerima bantuan dari negara lain. Untuk itu, selain memperbaiki kualitas dalam negeri, kita juga harus memperbaiki kualitas untuk tetap menjalin hubungan dengan negara lain, agar bantuan tetap akan diberikan.
    Jadi, dapat disimpulkan bahwa program MDG’S kurang maksimal, sehingga tujuan yang telah dirancang masih sulit dicapai. Bahkan jika program-program di masing-masing negara kurang merata, maka program ini dikhawatirkan akan gagal. Kegagalan tersebut akan terjadi apabila pemerintah kurang fokus pada program MDG’S tersebut.

    ALAMAT BLOG :
    Fifit_pgsd.blogspot.com

  33. 5 April 2011 pukul 05:07

    MDG’s memang tealah di laksanakan di Indonesia. Sekian lama program tersebut itu ada, hanya sebagian kecil saja yang telah terlaksana dan memang sedikit berhasil. Namun sangat di sayangkan keberhasilan tersebut tertutupi oleh ketidak merataanya pelaksanaan porogram tersebut di Indonesia. dapat dibuktikan dengan:
    1. masih banyaknya kemiskinan dan kelaparan yang terjadi di Indonesi dapat dilihat dari segi pendapatan masih di bawah 1 dolar AS sehari.
    2.Pendidikan dasar kurang merata terlebih lagi di daerah terpencil yang kadang di abaikan oleh pemerintah
    3. masih banyak diskriminasi gender di Indonesia. banyak laki- laki yang menyepelekan wanita.
    4. banyak kematian anak di bawah umur, baik karena aborsi maupun karena kemiskinan.
    5. masih banyak ibu- ibu yang tidak sehatsehingga mengalami kematian dalam melahirkan
    6.penyakit HIV/ AIDS semakin berkembang dan merajalela di Indonesia karena pergaulan bebas dan seks bebas.
    7. banyak lingkungan hidup yang rusak dikarenakan oleh faktor manusia itu sendiri yang tidak mau menjaganya. contohnya: penggundulan hutan, pembakaran hutan, membuang sampah di sungai, efek rumah kaca. sehingga hal tersebut dapat menimbulkan bencana.

    program pemerintah yang telah sedikit berhasil :
    1. di bidang pendidikan sekarang ini mulai diperhatikan dengan bai. pewmerintah mewajibka wajib belajr 9n tahuan dan geratis, banyak bantuan- bantuan untuk memperbaiki invrastruktur sekolah, banyak bantuan BOS yang itu semua merupakan upaya untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia.
    2.upaya untuk memperbaikai lingkungan dengan cara penanaman pohon kembali (go green), pemanfaatan sampah- sampah sehingga dapat di daur ulang kembali agar tidak mencemari lingkungan.
    3. banyak bank- bank yang memberikan pinjaman untuk membuka usaha sehingga hal ini dapat membantu pengurangan tingkat penggangguran.

  34. 5 April 2011 pukul 05:11

    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 yang merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. indonesia termasuk di dalamnya yang menerapkan sasaran tujuan program MDG ini. Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan dalam hal ini kenyataan yang ada pada kehidupan masyarakat di Indonesia masih banyak terdapat masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp 10.000 per hari. intinya pada program yang pertama belum dapat
    dilaksanakan dengan baik karena kemiskikan masih meraja lela dialami oleh kebanyakan masyarakat di Indonesia.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. pada tahap pendidikan dasar yang seharusnya dapat dinikmati oleh semua anak-anak baik laki-laki maupun perempuan masih banyak yang belum dapat mengikutinya, dalam hal ini ada pandangan sebagian orang tua atau kebanyakan bahwa untuk mengenyam pendidikanitu membutuhkan biaya yang sangat mahal dalam hal ini membuat para orang tua lebih menginginkan anaknya bekerja dari pada mengikuti sekolah. akan lebih baik adanya sekolah gratis yang sekarang ini marak diadakan, namun untuk anak-anak yang belum terjangkau di desa-desa masih sulit menjangkau mereka. semoga lebih diefektifkan.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. Pemerataan pendidikan dasar sudah cukup baik dilaksanakan di Indonesia, sehingga persamaan jender dan pemberdayaan perempuan sudah dapat terlaksana di Indonesia. Indonesia sudah menyetarakan persamaan hak antara perempuan dan laki-laki. dalam hal penerimaan siswa maupun pelaksanaan pembelajaran sudah dapat menyetarakan jender.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. kematian anak masih banyak terjadi, adanya pengaruh seks bebas dikalangan anak muda menjadikan adanya kehamilan yang tidak dikehendaki. hal ini dapat memicu kematian yang disebabkan pembunuhan oleh orang tuanya sendiri.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasiko kematian ibu dalam proses melahirkan. kematian ibu saat proses melahirkan dapat dilihat dari beberapa faktor, pertama dari faktor ekonomi si ibu. ibu yang mempunyai tingkat ekonomi rendah kadang tidak mempunyai biaya ke dokter untuk memeriksakan kondisi kehamilannya pada setiap bulannya. faktor kesadaran ibu untuk kontrol kandungan juga masih sangat rendah padahal saat janin bertumbuh tersebut sangat perlu perhatian yang ekstra bagi ibu dan janin yang akan dilahirkan.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    Pencegahan penyakit HIV / aids masih tinggi karena masih banyaknya pengguna narkoba dan seks bebas untuk pemberantasan sudah dilakukan oleh para petugas kesehatan dan polisi, untuk penyakit lainnya juga sudah berkurang di setiap daerah.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Lingkungan hidup masyarakat Indonesia belum begitu baik. Masih menyebarnya lingkungan kumuh, contohnya di Jakarta untuk sebuah ibukota yang padat penduduk. di sana masih kumuh sekali. sungai-sungai terlihat hitam dan dipenuhi sampah yang menumpuk. karena terlalu padatnya jumlah penduduk disana, menyebabkan para pendatang tinggal di lingkungan kumuh yang tingkat kebersihannya sangat rendah. Air bersihpun tidak tersedia dengan cukup sehingga masih sulitnya mencari air bersih.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    dalam hal ini sudah menjalankan kemitraan dengan negara lain baik di bidang ekonomi maupun pertahanan dan juga pembangunan.
    untuk pencapaian sasaran tujuan dalam MDG’s untuk negara kita Indonesia ini masih perlu adanya evaluasi sasaran-sasaran yang masih belum dapat tercapai. dalam hal ini bukan hanya dari sisi pemerintahan saja namun juga dari masyarakat Indonesia juga yang harus dpt melaksanakan program tersebut agar masyarakat dunia dan di dalam nya Indonesia dapat hidup dengan sehat.

  35. 5 April 2011 pukul 05:12

    Nama: Heri Sugiyanto
    08144600095/A2-08

    Millenium Development Goals (MDG’s)
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
    Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Target:
    Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan
    Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat
    Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Target:
    – Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
    – Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.
    Dipandang secara global tujuan Pembangunan Milenium MDG pada tahun 2015 masih menyisakan waktu 4 tahun. Target yang menjadi sasaran masih jauh dari harapan.Banyaknya bencana alam yang sering terjadi merupakan salah satu permasalahan yang menyebabkan delapan tujuan MDGs belum tercapai sepenuhnya.Bencana yang terjadi menyebabkan krisis keuangan, makanan, kesehatan bahkan mencakup bidang pendidikan. Kendala lain juga disebabkan kebijakan pemerintah yang kurang fokus pada MDGs.

  36. 5 April 2011 pukul 05:15

    Evaluasi Millenium Development Goals (MDG’s)
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia.

    Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
    Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Target:
    Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan
    Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat
    Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Target:
    – Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
    – Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.

    Dari kedelapan tujuan di atas sangat menjadi tantangan bagi semua pihak untuk mencapai semua yang telah di targetkan. Oleh karena itu pemerintah harus bekerja keras dan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk pembangunan yang telah ditargetkan.Sehingga apa yang telah ditargetkan di tahun 2015 dapat tercapai.

  37. 5 April 2011 pukul 05:16

    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 yang merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Indonesia termasuk di dalamnya yang menerapkan sasaran tujuan program MDG ini. Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan dalam hal ini kenyataan yang ada pada kehidupan masyarakat di Indonesia masih banyak terdapat masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp 10.000 per hari. Intinya pada program yang pertama belum dapat
    dilaksanakan dengan baik karena kemiskikan masih meraja lela dialami oleh kebanyakan masyarakat di Indonesia.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. Pada tahap pendidikan dasar yang seharusnya dapat dinikmati oleh semua anak-anak baik laki-laki maupun perempuan masih banyak yang belum dapat mengikutinya, dalam hal ini ada pandangan sebagian orang tua atau kebanyakan bahwa untuk mengenyam pendidikan itu membutuhkan biaya yang sangat mahal dalam hal ini membuat para orang tua lebih menginginkan anaknya bekerja dari pada mengikuti sekolah. Akan lebih baik adanya sekolah gratis yang sekarang ini marak diadakan, namun untuk anak-anak yang belum terjangkau di desa-desa masih sulit menjangkau mereka. Semoga lebih diefektifkan.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. Pemerataan pendidikan dasar sudah cukup baik dilaksanakan di Indonesia, sehingga persamaan jender dan pemberdayaan perempuan sudah dapat terlaksana di Indonesia. Indonesia sudah menyetarakan persamaan hak antara perempuan dan laki-laki. Dalam hal penerimaan siswa maupun pelaksanaan pembelajaran sudah dapat menyetarakan jender.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Kematian anak masih banyak terjadi, adanya pengaruh seks bebas dikalangan anak muda menjadikan adanya kehamilan yang tidak dikehendaki. Hal ini dapat memicu kematian yang disebabkan pembunuhan oleh orang tuanya sendiri.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasiko kematian ibu dalam proses melahirkan. Kematian ibu saat proses melahirkan dapat dilihat dari beberapa faktor, pertama dari faktor ekonomi si ibu. Ibu yang mempunyai tingkat ekonomi rendah kadang tidak mempunyai biaya ke dokter untuk memeriksakan kondisi kehamilannya pada setiap bulannya. Faktor kesadaran ibu untuk kontrol kandungan juga masih sangat rendah padahal saat janin bertumbuh tersebut sangat perlu perhatian yang ekstra bagi ibu dan janin yang akan dilahirkan.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    Pencegahan penyakit HIV / aids masih tinggi karena masih banyaknya pengguna narkoba dan seks bebas untuk pemberantasan sudah dilakukan oleh para petugas kesehatan dan polisi, untuk penyakit lainnya juga sudah berkurang di setiap daerah.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Lingkungan hidup masyarakat Indonesia belum begitu baik. Masih menyebarnya lingkungan kumuh, contohnya di Jakarta untuk sebuah ibukota yang padat penduduk. di sana masih kumuh sekali. Sungai-sungai terlihat hitam dan dipenuhi sampah yang menumpuk. karena terlalu padatnya jumlah penduduk disana, menyebabkan para pendatang tinggal di lingkungan kumuh yang tingkat kebersihannya sangat rendah. Air bersihpun tidak tersedia dengan cukup sehingga masih sulitnya mencari air bersih.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    dalam hal ini sudah menjalankan kemitraan dengan negara lain baik di bidang ekonomi maupun pertahanan dan juga pembangunan.

    Untuk pencapaian sasaran tujuan dalam MDG’s untuk negara kita Indonesia ini masih perlu adanya evaluasi sasaran-sasaran yang masih belum dapat tercapai. dalam hal ini bukan hanya dari sisi pemerintahan saja namun juga dari masyarakat Indonesia juga yang harus dpt melaksanakan program tersebut agar masyarakat dunia dan di dalam nya Indonesia dapat hidup dengan sehat.

  38. 5 April 2011 pukul 05:16

    Nama: Heri Sugiyanto
    08144600095/A2-08

    Millenium Development Goals (MDG’s)
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
    Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Target:
    Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan
    Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat
    Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Target:
    – Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
    – Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.
    Secara global tujuan Pembangunan Milenium MDG pada tahun 2015 masih menyisakan waktu 4 tahun. Target yang menjadi sasaran masih jauh dari harapan.Banyaknya bencana alam yang sering terjadi merupakan salah satu permasalahan yang menyebabkan delapan tujuan MDGs belum tercapai sepenuhnya.Bencana yang terjadi menyebabkan krisis keuangan, makanan, kesehatan bahkan mencakup bidang pendidikan. Kendala lain juga disebabkan kebijakan pemerintah yang kurang fokus pada MDGs.

  39. 5 April 2011 pukul 05:19

    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 yang merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Indonesia termasuk di dalamnya yang menerapkan sasaran tujuan program MDG ini. Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan dalam hal ini kenyataan yang ada pada kehidupan masyarakat di Indonesia masih banyak terdapat masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp 10.000 per hari. Intinya pada program yang pertama belum dapat
    dilaksanakan dengan baik karena kemiskikan masih meraja lela dialami oleh kebanyakan masyarakat di Indonesia.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. Pada tahap pendidikan dasar yang seharusnya dapat dinikmati oleh semua anak-anak baik laki-laki maupun perempuan masih banyak yang belum dapat mengikutinya, dalam hal ini ada pandangan sebagian orang tua atau kebanyakan bahwa untuk mengenyam pendidikan itu membutuhkan biaya yang sangat mahal dalam hal ini membuat para orang tua lebih menginginkan anaknya bekerja dari pada mengikuti sekolah. Akan lebih baik adanya sekolah gratis yang sekarang ini marak diadakan, namun untuk anak-anak yang belum terjangkau di desa-desa masih sulit menjangkau mereka. Semoga lebih diefektifkan.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. Pemerataan pendidikan dasar sudah cukup baik dilaksanakan di Indonesia, sehingga persamaan jender dan pemberdayaan perempuan sudah dapat terlaksana di Indonesia. Indonesia sudah menyetarakan persamaan hak antara perempuan dan laki-laki. Dalam hal penerimaan siswa maupun pelaksanaan pembelajaran sudah dapat menyetarakan jender.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Kematian anak masih banyak terjadi, adanya pengaruh seks bebas dikalangan anak muda menjadikan adanya kehamilan yang tidak dikehendaki. Hal ini dapat memicu kematian yang disebabkan pembunuhan oleh orang tuanya sendiri.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasiko kematian ibu dalam proses melahirkan. Kematian ibu saat proses melahirkan dapat dilihat dari beberapa faktor, pertama dari faktor ekonomi si ibu. Ibu yang mempunyai tingkat ekonomi rendah kadang tidak mempunyai biaya ke dokter untuk memeriksakan kondisi kehamilannya pada setiap bulannya. Faktor kesadaran ibu untuk kontrol kandungan juga masih sangat rendah padahal saat janin bertumbuh tersebut sangat perlu perhatian yang ekstra bagi ibu dan janin yang akan dilahirkan.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    Pencegahan penyakit HIV / aids masih tinggi karena masih banyaknya pengguna narkoba dan seks bebas untuk pemberantasan sudah dilakukan oleh para petugas kesehatan dan polisi, untuk penyakit lainnya juga sudah berkurang di setiap daerah.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Lingkungan hidup masyarakat Indonesia belum begitu baik. Masih menyebarnya lingkungan kumuh, contohnya di Jakarta untuk sebuah ibukota yang padat penduduk. di sana masih kumuh sekali. Sungai-sungai terlihat hitam dan dipenuhi sampah yang menumpuk. karena terlalu padatnya jumlah penduduk disana, menyebabkan para pendatang tinggal di lingkungan kumuh yang tingkat kebersihannya sangat rendah. Air bersihpun tidak tersedia dengan cukup sehingga masih sulitnya mencari air bersih.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    dalam hal ini sudah menjalankan kemitraan dengan negara lain baik di bidang ekonomi maupun pertahanan dan juga pembangunan.

    Untuk pencapaian sasaran tujuan dalam MDG’s untuk negara kita Indonesia ini masih perlu adanya evaluasi sasaran-sasaran yang masih belum dapat tercapai. dalam hal ini bukan hanya dari sisi pemerintahan saja namun juga dari masyarakat Indonesia juga yang harus dpt melaksanakan program tersebut agar masyarakat dunia dan di dalam nya Indonesia dapat hidup dengan sehat..
    Blog : intanapriliapgsd.blogspot.com

  40. 5 April 2011 pukul 05:22

    Jadi untuk mengatasi permasalahan di bidang kesehatan diseluruh dunia, dari 189 negara mengupayakan delapan tujuan yaitu Millenium Development Goals (MODG’s). Millenium Development Gaols dijabarkan dalam deklarasi millenium yang di adopsi oleh 189 negara dan di tandatangani oleh 147 kepala pemerintah dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000.

    Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
    Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Target:
    Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan
    Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat
    Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Target:
    – Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
    – Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.

  41. Dita Dinar Diana
    5 April 2011 pukul 05:28

    MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGS)

    Millenium Development Goals (MDG’s) atau tujuan pembangunan millennium adalah upaya untuk memenuhi hak-hak dasar kebutuhan manusia melalui komitmen bersama antara 189 negara anggota PBB untuk melaksanakan 8 (delapan) tujuan pembangunan, yaitu menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya, kelestarian lingkungan hidup, serta membangun kemitraan global dalam pembangunan.
    Sebagai salah satu anggota PBB, Indonesia memiliki dan ikut melaksanakan komitmen tersebut dalam upaya untuk mensejahterakan masyarakat. Jawa Tengah sebagai bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia juga ikut serta mendukung komitmen pemerintah tersebut, dengan melaksanakan program dan kegiatan yang bertujuan untuk mencapai target MDG’s.
    Disini saya akan berpusat pada Upaya Pencapaian MDG’s di Provinsi Jawa Tengah
    Strategi penanggulangan kemiskinan melalui perluasan kesempatan kerja, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas kelembagaan, perlindungan sosial serta kemitraan regional dan antar daerah telah menjadi agenda dan prioritas utama pembangunan serta telah dilaksanakan dalam kurun waktu yang panjang. Capaian yang telah diperoleh Provinsi Jawa Tengah terbukti pada peningkatan pertumbuhan ekonomi (BPS Provinsi Jawa Tengah) dari sebesar 4,07 % pada tahun 2003 menjadi 5,55 % tahun 2006, pendapatan per kapita juga meningkat dari Rp 4,8 juta pada tahun 2003 menjadi Rp 5,2 juta tahun 2006, IPM meningkat dari 66,2 pada tahun 2003 menjadi 68,9 pada tahun 2006, dan terjadinya penurunan jumlah penduduk miskin dari 6,9 juta jiwa pada tahun 2003 menjadi 5,9 juta jiwa pada tahun 2006.
    Pembangunan bidang pendidikan di Jawa Tengah selama ini telah dilakukan melalui upaya pengembangan dan relevansi pendidikan sesuai dengan tuntutan perkembangan Iptek dan kebutuhan pasar kerja, dengan memperhatikan sistem pendidikan nasional yang berjalan dan juga sasaran komitmen-komitmen Internasional di bidang pendidikan seperti Sasaran Millenium Development Goals (MDG’s) dan Kesepakatan Dakkar untuk Pendidikan Untuk Semua (PUS), aksesibilitas masyarakat terhadap fasilitas pendidikan dapat dilihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI 107,17 % menjadi 109,12 %, SMP/MTs meningkat dari 5 F/MDG’s-Mima 71,55 % menjadi 77,68 % dan proporsi penduduk buta huruf dari 13,27% menjadi 10,46 % masing-masing pada tahun 2003 dan tahun 2006. Upaya untuk mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG)dan pemberdayaan perempuan telah dilakukan antara lain melalui pembentukan dan penguatan kelembagaan seperti Forum Komunikasi Pengarusutamaan Gender dan Forum Kajian Gender. Selain itu juga dilakukan pengintegrasian perspektif gender ke dalam dokumendokumen perencanaan.
    Angka kematian bayi mendapat perhatian secara khusus melalui berbagai program dan kegiatan untuk menekan terjadinya gizi buruk pada balita, beberapa indikator keberhasilan bidang kesehatan ditunjukkan dengan indikator mortalitas yaitu Angka Kematian Bayi (AKB) di Jawa Tengah cenderung menurun dari 34 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2000 menjadi 14 per 1.000 kelahiran hidup tahun2005. Sedangkan meningkatnya angka kesehatan ibu ditandai dengansemakin turunnya angka kematian ibu karena proses persalinan sertamasih tetap dilaksanakannya program keluarga berencana, hal tersebut tercermin dengan menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 152 pada tahun 2000 menjadi 115 per 100.000 kelahiran tahun 2003. Sedangkan prevalensi gizi kurang pada anak balita menurun dari 14,08%pada tahun 2003 menjadi 10,51 % tahun 2006 (hasil pemantauan statusvgizi).
    Berbagai upaya untuk memerangi merebaknya HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya terus dilaksanakan antara lain dengan mengoptimalkan peran dan fungsi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dengan mengintegrasikan lintas sektor dan LSM Peduli AIDS,mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA), mempercepat pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS pada kelompok resiko tertular, ibu dan anak, memudahkan ODHA untuk
    memperoleh obat Anti Retroviral (ARV) melalui pelayanan di Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) dan perawatan, dukungan serta pengobatan (Care, Support and Treatment) baik di rumah sakit maupundi komunitas.

    MDGs itu seperti piramida terbalik yang memberi ruang bagi langkah-langkah kecil baik upaya individu maupun kelompok, yang mengandung visi global. Kalau satu rumah tangga bisa mengurangi pemakaian kayu bakar, maka dia memberi kontribusi terhadap upaya global memerangi pemanasan global. Kalau satu rumah tangga hemat menggunakan air bersih maka dia turut menjaga sumber air bersih yang aman dan berkelanjutan. Kalau satu rumah tangga bisa diangkat dari kemiskinan maka kita turut menjaga upaya global untuk mengeluarkan orang miskin dari kerentanan hidupnya.
    Dari semua langkah yang dilakukan oleh negara kita Indonesia ini belum mampu membuat negara ini bebas dari kemiskinan, dalam bidang kesehatanpun sangat rendah, terlihat berbagai fasilitas yang tersedia bagi masyarakat akan tetapi penanganan keberbagai pelosok daerah tidak seimbang dan tidak merata. Kita menghargai akan upaya yang dilakukan pemerintah untuk rakyat akan tetapi langkah-langkah tersebut hanya bagian dari rencana saja dan sejauh mata kita memandang terlihat berbagai rakyat Indonesia yang masih mengeluh akan pekerjaan dari pemerintah.
    Rakyat merindukan negeri ini berproses bukan hanya niat ingin berproses.

    Alamat Blog saya:
    ditadinar.blogspot.com

  42. 5 April 2011 pukul 05:46

    RUSLI NURYADIN

    • 5 April 2011 pukul 05:47

      RUSLI NURYADIN
      08144600137
      A2-2008

      Evalusai Millenium Development Goal’s (MDG’s)
      MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Kedelapan tujuan tersebut di antaranya :
      1. Mengentaskan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim, dalam tujuan ini sampai tahun 2011 sepertinya belum ada perubahan secara siknifikan baik kemiskinan maupun kelaparan, kemiskinan dan kelaparan sepertinya malah bertambah, banyak masyarakat yang mengalami gizi buruk terutama pada anak-anak.
      2. Pemerataan pendidikan dasar baik laki-laki maupun perempuan. Program Wajar 9 Tahun tersebut menjadi kekuatan bangsa Indonesia untuk mewujudkan tujuan MDGs. Namun, angka anak putus sekolah setiap tahun mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan data BKKBN dari 1,7 juta jiwa pada 1996 menjadi 11,7 juta jiwa pada 2009 lalu. Angka tersebut didominasi anak-anak usia 7-15 tahun yang rata-rata tidak dapat memenuhi kewajibannya melanjutkan pendidikan dasar sembilan tahun. Penyebab tingginya angka putus sekolah adalah tempat tinggal yang jauh dari fasilitas pendidikan. Anak-anak miskin dari pedesaan umumnya memiliki kesulitan untuk mendapat pendidikan dasar terutama anak-anak yang berusia 13-15 tahun. Setelah menamatkan Sekolah Dasar (SD) mereka dihadapkan pada pilihan berhenti sekolah karena jarak yang jauh atau membantu orang tua mencari nafkah.
      3. Mendukung persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, dalam tujuan ini khususnya sampai tahun 2011 sudah ada perubahan, antara laki-laki dan perempuan sudah ada persamaan atau tidak dibedakan, banyak sakarang para perempuan menjadi pimpinan dinegara ini contohnya ibu Megawati (Mantan Presiden RI). Perempuan juga sudah mulai bisa mandiri tidak tergantung pada laki-laki, perempuan bisa bekerja dalam bidangnya masing-masing tanpa suatu pengekangan dari laki-laki.
      4. Mengurangi tingkat kematian pada anak usia dibawah 5 tahun, pada tujuan ini sudah ada cara mengantisipati kematian anak usia dibawah 5 tahun, contohnya di Indonesia, sudah digalakkan system posyandu yang sering diadakan setiap 1 bulan sekali, pemberian vitamin dan imunisasi campa pada anak dibawah usia dibawah usia 5 tahun sudah banyak digalakkan. Dan sosialisasi bagi orang tua tentang pemberian makanan-makanan sehat pada anak dan pemberian ASI eksklusif selama 2 tahun.
      5. Meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi dua pertiga kematian ibu dalam proses melahirkan, dalam tujuan ini sepertinya masih sulit untuk dicapai melihat belum memadainya layanan kesehatan ibu dan anak dan keterbatasan anggaran dalam kesejahteraan yang menyebabkan biaya untuk persalinan cukup mahal. Tantangan angka kematian ibu yang menyebabkan kesulitan dalam pencapaian target MDG’s salah satunya adalah penyakit infeksi dan pendarahan akibat aborsi.
      6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya, dalam tujuan ini perlawanan HIV/AIDS sudah digalakkan aturan seperti misalnya jangan melakukan hubungan sex secara berganti-ganti pasangan, jangan menggunakan jarum suntik bekas, melakukan hubungan sex dengan menggunakan kondom (pengaman), sedangkan malaria sudah pula digalakkan penyemprotan obat oleh Dinas Kesehatan di lingkungan masyarakat sekitar.
      7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup, dalam tujuan ini perlu adanya campur tangan pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat madani, pihak swasta, dan lembaga donor.
      8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam tujuan ini masih juga dirasa sulit, contohnya banyaknya utang Indonesia kepada Negara lain, sehingga sulit unutk menjalin kemitraan. Kurangya fasilitas untuk menyalurkan untuk system pembangunan bagi wilayah-wilayah terpencil. Masih kurangnya kerjasama dengan pihak lain untuk memanfaatkan teknologi baru dan menciptakan lapangan kerja yang baik dan produktif bagi penduduk usia muda.

      Jadi jika dilihat secara global tujuan Pembangunan Milenium MDG pada tahun 2015 tersisa 4 tahun. Namun, delapan target yang menjadi sasaran masih jauh dari harapan sehingga muncul kekhawatiran target-target itu akan sulit tercapai. Kedelapan target MDGs ini dikhawatirkan tak tercapai jika kendala seperti bencana alam terus terjadi. Selain bencana alam, adanya perubahan iklim, krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan juga berpotensi jadi kendala utama. Target sulit tercapai sebenarnya juga akibat kebijakan pemerintah yang tidak difokuskan pada MDGs. Tidak optimalnya upaya pencapaian target MDGs adalah karena belum ada komitmen dan kontribusi bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, parlemen, media, dan swasta.

  43. yudistira hajroni sulthon
    5 April 2011 pukul 06:14

    Komitmen tersebut dikenal dengan Millennium Development Goals (MDGs) yang terdiri dari delapan target dan diharapkan tercapai pada tahun 2015. Delapan sasaran harus dicapai pada tahun 2015, yaitu menghapuskan kemiskinan, menyediakan pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender, menurunkan kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memberantas HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya, melestarikan lingkungan, dan membangun kemitraan global.

    Tujuan program MDG’S:
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
    Program-program bantuan yang berorientasi pada kedermawanan pemerintah ini justru dapat memperburuk moral dan perilaku masyarakat miskin. Program bantuan untuk orang miskin seharusnya lebih difokuskan untuk menumbuhkan budaya ekonomi produktif dan mampu membebaskan ketergantungan penduduk yang bersifat permanen. Di lain pihak, program-program bantuan sosial ini juga dapat menimbulkan korupsi dalam penyalurannya.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Inti masalah pendidikan di Indonesia adalah pendidikan dasar (Sekolah Dasar). Jangankan di desa-desa atau di daerah terpencil, tetapi di kota besar juga terjadi masalah yang sama. Penduduk miskin ada di amna-mana, yang tidak bias menyekolahklan anaknya karena baiya sekolah yang tinggi.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Di Indonesia sudah diterapkan persamaan jender, karena mantan presiden kita ada yang perempuan. Persamaan hak bagi laki-laki dan perempuan merupakan cerminan demokratisasi anatara jender yang berbeda.

    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Tingginya angka kematian itu menunjukkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan masih kurang. Hal itu juga menunjukkan pelayanan kesehatan di Indonesia kurang maksimal
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    usaha untuk meningkatkan kesehatan ibu sudah dilakukan di Inonesia, anatar lain dengan bantuan para dokter dalam usaha penyelenggaraan kesehatan dalam rangka mendukung program MDG’S.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Maraknya perilaku seks bebas, khususnya di kalangan remaja, berimbas pada kasus infeksi penularan HIV dan AIDS yang cenderung berkembang di Indonesia. Sebagian besar infeksi HIV terjadi melalui:
    * Hubungan seks tanpa menggunakan kondom
    * Penggunaan jarum suntik yang telah terkontaminasi HIV
    * Dari ibu HIV positif ke anak

    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Kehidupan manusia sangat berhubungan erat dengan lingkungan hidup. Namun, lingkungan hidup sering kali tidak diperhatikan manusia. Oleh karena itu, kerusakan lingkungan pun sudah menjadi hal yang umum terjadi saat ini.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Adanya krisis global yang menimpa dunia saat ini, sehingga berdasarkan laporan PBB, bantuan dari negara-negara maju mulai berkurang, mencapai 0,3 persen dari target yang ditetapkan sebesar 0,7 persen, masih banyaknya masyarakat miskin di kawasan Asia Tenggara.

    ALAMAT BLOG :
    yudistiraa.blogspot.com

  44. Fani Rifqoh (08144600124) A2-08
    5 April 2011 pukul 06:35

    Untuk Indonesia dalam menerapkan program MGD’s untuk tahun 2015 saya menganggap bahwasannya belum dapat tercapai program tersebut secara maksimal. Dapat dilihat pada tujuan MGD’s itu sendiri:
    Poin pertama mengenai kemiskinan dan kelaparan untuk Indonesia sendiri sulit mengentaskan permasalahan tersebut. Hal ini dilihat dari gaya hidup rakyat Indonesia yang kurang trampil, dan banyaknya pembangunan industri yang dikuasai oleh orang asing. Contohnya orang cina. Sehingga rakyat indonesia dalam hidupnya kurang layak dengan upah yang minim, karena banyak yang menjadi tenaga kerja. Apalagi rakyat indonesia yang berada dalam daerah pelosok mengalami kesulitan untuk menanggulangi masalah kemiskinan dan kelaparan dengan adanya pembangunan industry yang berada di derah perkotaan.
    Poin kedua dalam pemeratan pendidikan dasar belum dapat sesuai dengan program wajib belajar 9 th. Hal tersebut dikarenakan pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan,kelaparan belum tuntas sehingga permasalahan itu menjadikan kendala penuntasan wajib belajar 9 th. Sebagai contoh masih banyak anak jalanan yang berorientasi untuk mencari penghasilan misalnya ngamen dan mengemis.
    Poin ketiga dalam mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015 sudah dapat tercapai walaupun belum maksimal. Pada tahun ini sudah banyak perempuan yang menduduki kursi pemerintahan dibandingkan dahulu perempuan hanya sebagai ibu rumah tangga.
    Poin ke empat mengurangi tingkat kematian anak target untuk 2015.Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Permasalahan ini belum dapat terselesaikan, dikarenakan berkaitkan dengan poin pertama mengenai kemiskinan dan kelaparan yang masih ada didaerah pelosok. Selain itu juga banyak remaja yang melakukan aborsi karena dampak seks bebas tanpa menggunakan alat pengaman.
    Poin kelima meningkatkan kesehatan ibu untuk mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan sudah dapat terlihat dengan adanya rumah sakit dan puskemas berdiri dikampung-kampung untuk memberi pelanyanan bagi ibu baik yang hamil maupun melahirkan. Ini menjadi tolak ukur dalam mengetaui angka kematian dan meningkatkan kesehatan ibu saat melahirkan.
    Poin keenam perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya. Yakni menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Saat ini masalah itu masih menjadi perbincangan yang hangat di masyarakat karena kurang adanya sosialisasi dari pemerintah belum dapat tersampaikan pada lapisan masyarakat kecil maupun menengah mengenai bahaya AIDS. Contohnya masih banyak remaja melakukan hal yang dapat menyebabkan HIV/AIDS menular dan terkena penyakit itu.
    Untuk penyakit malaria dan penyakit berat lainnya belum bisa sepenuhnya terkondisikan. Karena masih banyak masyarakat yang kurang menyadari adanya gaya hidup bersih membuat penyakit itu berkembang mewabah ke daerah kumuh. Banyak contoh yang dapat dilihat yaitu kebanyakan masyarakat Jakarta suka buang sampah sembarangan misal di sungai. Apalagi pada musim penghujan sungai sering banjir dan nyamuk malaria dan penyakit lainnya dapat bersarang pada genangan air tersebut.
    Poin ketujuh menjamin daya dukung lingkungan hidup dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan. Banyaknya pembangunan yang tanpa surat izin mendirikan pembangunan di daerah-daerah perkotaan maupun pedesaan sehingga dapat merusak lingkungan hidup maupun ekositem yang ada. Selain itu, ini mengakibatkan populasi manusia bertambah tetapi tidak seimbang dengan lahan maupun sumber air yang ada. Karena sumber-sumber air dan pohon-pohon hilang dengan tergantinya pembangunan.
    Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh. Melihat kenyataannya masih banyak orang-orang yang hidup di daerah kumuh. Ini menjadi permasalahan tersendiri pada tahun 2020 dalam menanggulangi populasi manusia bertambah sedangkan lahan menyempit. Hendaknya pemerintah merancang raker untuk menyiasati masyarakat dan pembangunan yang berkembang pesat tetapi hal ini tidak seimbang dengan ketersediaannya tempat yang layak sebagai tempat tinggal dan air bersih.
    Poin kedelapan mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Pemerintah sudah berusaha untuk mengembangkan kemitraan global dengan memajukan pembangunan di daerah pedesaan maupun perkotaan untuk kesejahteraan masyarakat. Dan pemerintah Indonesia juga mengembangkan kemitraan di dalam negeri maupun luar negeri. Contoh ekspor dan impor yang marak terjadi di Negara Indonesia justru menjadi kendala untuk mengembangkan keuangan Negara. Dikarenakan barang yang masuk ke Negara Indonesia harga jualnya lebih rendah dibandingkan barang dalam negari. Hal ini produk Indonesia kalah saing di dalam kualitas dan harga. Dapat dikatakan bahwasannya produk Indonesia diperdagangan bebas tidak membantu dalam keuangan Negara untuk memajukan dan mengembangkan negara Indonesia.

  45. Fani Rifqoh (08144600124) A2-08
    5 April 2011 pukul 06:38

    NAMA: FANI RIFQOH
    NIM : 08144600124
    KELAS: A2_08

    Untuk Indonesia dalam menerapkan program MGD’s untuk tahun 2015 saya menganggap bahwasannya belum dapat tercapai program tersebut secara maksimal. Dapat dilihat pada tujuan MGD’s itu sendiri:
    Poin pertama mengenai kemiskinan dan kelaparan untuk Indonesia sendiri sulit mengentaskan permasalahan tersebut. Hal ini dilihat dari gaya hidup rakyat Indonesia yang kurang trampil, dan banyaknya pembangunan industri yang dikuasai oleh orang asing. Contohnya orang cina. Sehingga rakyat indonesia dalam hidupnya kurang layak dengan upah yang minim, karena banyak yang menjadi tenaga kerja. Apalagi rakyat indonesia yang berada dalam daerah pelosok mengalami kesulitan untuk menanggulangi masalah kemiskinan dan kelaparan dengan adanya pembangunan industry yang berada di derah perkotaan.
    Poin kedua dalam pemeratan pendidikan dasar belum dapat sesuai dengan program wajib belajar 9 th. Hal tersebut dikarenakan pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan,kelaparan belum tuntas sehingga permasalahan itu menjadikan kendala penuntasan wajib belajar 9 th. Sebagai contoh masih banyak anak jalanan yang berorientasi untuk mencari penghasilan misalnya ngamen dan mengemis.
    Poin ketiga dalam mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015 sudah dapat tercapai walaupun belum maksimal. Pada tahun ini sudah banyak perempuan yang menduduki kursi pemerintahan dibandingkan dahulu perempuan hanya sebagai ibu rumah tangga.
    Poin ke empat mengurangi tingkat kematian anak target untuk 2015.Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Permasalahan ini belum dapat terselesaikan, dikarenakan berkaitkan dengan poin pertama mengenai kemiskinan dan kelaparan yang masih ada didaerah pelosok. Selain itu juga banyak remaja yang melakukan aborsi karena dampak seks bebas tanpa menggunakan alat pengaman.
    Poin kelima meningkatkan kesehatan ibu untuk mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan sudah dapat terlihat dengan adanya rumah sakit dan puskemas berdiri dikampung-kampung untuk memberi pelanyanan bagi ibu baik yang hamil maupun melahirkan. Ini menjadi tolak ukur dalam mengetaui angka kematian dan meningkatkan kesehatan ibu saat melahirkan.
    Poin keenam perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya. Yakni menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Saat ini masalah itu masih menjadi perbincangan yang hangat di masyarakat karena kurang adanya sosialisasi dari pemerintah belum dapat tersampaikan pada lapisan masyarakat kecil maupun menengah mengenai bahaya AIDS. Contohnya masih banyak remaja melakukan hal yang dapat menyebabkan HIV/AIDS menular dan terkena penyakit itu.
    Untuk penyakit malaria dan penyakit berat lainnya belum bisa sepenuhnya terkondisikan. Karena masih banyak masyarakat yang kurang menyadari adanya gaya hidup bersih membuat penyakit itu berkembang mewabah ke daerah kumuh. Banyak contoh yang dapat dilihat yaitu kebanyakan masyarakat Jakarta suka buang sampah sembarangan misal di sungai. Apalagi pada musim penghujan sungai sering banjir dan nyamuk malaria dan penyakit lainnya dapat bersarang pada genangan air tersebut.
    Poin ketujuh menjamin daya dukung lingkungan hidup dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan. Banyaknya pembangunan yang tanpa surat izin mendirikan pembangunan di daerah-daerah perkotaan maupun pedesaan sehingga dapat merusak lingkungan hidup maupun ekositem yang ada. Selain itu, ini mengakibatkan populasi manusia bertambah tetapi tidak seimbang dengan lahan maupun sumber air yang ada. Karena sumber-sumber air dan pohon-pohon hilang dengan tergantinya pembangunan.
    Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh. Melihat kenyataannya masih banyak orang-orang yang hidup di daerah kumuh. Ini menjadi permasalahan tersendiri pada tahun 2020 dalam menanggulangi populasi manusia bertambah sedangkan lahan menyempit. Hendaknya pemerintah merancang raker untuk menyiasati masyarakat dan pembangunan yang berkembang pesat tetapi hal ini tidak seimbang dengan ketersediaannya tempat yang layak sebagai tempat tinggal dan air bersih.
    Poin kedelapan mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Pemerintah sudah berusaha untuk mengembangkan kemitraan global dengan memajukan pembangunan di daerah pedesaan maupun perkotaan untuk kesejahteraan masyarakat. Dan pemerintah Indonesia juga mengembangkan kemitraan di dalam negeri maupun luar negeri. Contoh ekspor dan impor yang marak terjadi di Negara Indonesia justru menjadi kendala untuk mengembangkan keuangan Negara. Dikarenakan barang yang masuk ke Negara Indonesia harga jualnya lebih rendah dibandingkan barang dalam negari. Hal ini produk Indonesia kalah saing di dalam kualitas dan harga. Dapat dikatakan bahwasannya produk Indonesia diperdagangan bebas tidak membantu dalam keuangan Negara untuk memajukan dan mengembangkan negara Indonesia.

  46. 5 April 2011 pukul 10:08

    Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut :

    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
    Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.
    Kemiskinan di Indonesia dan kelaparan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, untuk itu apabila tujuan yang pertam dari MDG’S ini dapat terlaksana dengan baik maka kesejahteraan masyarakat Indonesia akan mengalami peningkatan. Juga tidak akan terjadi perbedaan yang menonjol antara kaya dan miskin.
    Keluarga dan kelompok masyarakat di seluruh Indonesia juga harus diberdayakan untuk lebih berperan aktif dalam menentukan dan meraih yang mereka perlukan. Pembangunan berkelanjutan harus dimulai dari akar rumput, dan kemudain bergerak ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk membantu kaum miskin agar lebih sejahtera, mereka harus diberi sumberdaya yang cukup untuk membantu mereka tumbuh dan mebjadi sejahtera.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
    Pendidikan dasar sangatlah penting untuk masa depan anak sehingga anak harus mengalami pendidikan dasar dan menjamin pendidikan dasar anak dengan memberikan pendidikan yang berkualitas. Pemerintah Indonesia harus melaksanakan program pendidikan wajib belajar 9 tahun dengan baik.

    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
    Pemerintah Indonesia saat ini tengah melakuan banyak strategi untuk mendukung pencapaian tujaun ketiga MDG. Selain program gender di bidang pendidikan, upaya juga dilakukan untuk meningkatkan kesempatan bagi perempuan untuk bekerja di sektor non-pertanian dan kesetaraan imbalan. Aspek pemberdayaan perempuan merupakan langkah penting untuk mencapai tujuan ketiga MDG, termasuk juga peningkatan keterwakilan perempuan dalam aspek politik.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
    Pemerintah Indonesia telah berusaha meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejaheraan Bayi dan Balita agar dapat mengurangi angka kematian anak. Selain mempromosikan hidup sehat untuk anak dan peningkatan akses dan kualitas terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif, bagian dari Target keempat MDG adalah untuk meningkatkan proporsi kelahiran yang dibantu tenaga terlatih, sehingga diharapkan terjadi perubahan perilaku di masyarakat untuk lebih aktif mencari pelayanan kesehatan, terutama untuk anak dan balita.

    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan
    Pemerintah seharusnya meningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk ibu dan anak, terutama selama dan segera setelah kelahiran. Selain peningkatan pelayanan kesehatan, perlu juga diadakan perubahan perilaku masyarakat yang paling rentan terhadap kematian ibu. Hal ini termasuk peningkatan pengetahuan keluarga mengenai status kesehatan dan nurtisi, serta pemberitahuan mengenai jangkauan dan macam pelayanan yang dapat mereka pergunakan. Pemerintah juga perlu untuk meningkatkan sistem pemantauan untuk mencapai tujuan MDG ke 5. Peningkatan sistem pendataan terutama aspek manajemen dan aliran informasi terutama data dasar infrastruktur kesehatan, serta koordinasi antara instansi terkait dengan masyarakat donor juga perlu ditingkatkan untuk untuk menghindari overlap dan kegiatan yang tidak tepat sasaran, sehingga peningkatan kesehatan ibu dapat dicapai secara lebih efektif dan efisien.

    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    Upaya pemerintah untuk memerangi HIV/AIDS dilaksanakan oleh Komisi Nasional Pemnanggulangan AIDS (KPA), sebuah badan nasional yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan kampanye danpemberian informasi yang benar mengenai HIV/AIDS. Setiap warga negara dapat membantu menghentikan penyebaran HIV dengan mengurangi resiko penularan dengan melakukan praktek seksual yang aman dan menggunakan kondom secara teratur. Kampanye mengenai Roll Back Malaria dan DOTS juga termasuk usaha yang secara periodik dilakukan untuk memerangi Malaria dan TBC.

    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Target:
    Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan
    Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat
    Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh
    Akses dan ketersediaan informasi mengenai sumberdaya alam dan lingkungan merpakan aspek yang perlu ditingkatkan. Program yang seperti ini dapat membantu memperkaya pengetahuan dan wawasan kelompok masyarakat yang hidup di daerah perdesaan dan daerah terpencil mengenai pentingnya perlindungan terhadap lingkungan. Hal ini juga perlu disandingkan dengan promosi mengenai kesehatan dan kebersihan, sehingga masyarakat akan lebih mengerti petingnya air bersih dan dapat berpartisipasi aktif menjaga dan merawat fasilitas air bersih yang ada. Kampanye mengenai pentingnya sanitasi juga perlu dilakukan kepada pemerintah, pembuat kebijakan, dan badan legislatif, termasuk juga kapada masyarakat. Diperlukan investasi dan prioritisasi yang lebih besar untuk meningkatkan akses terhadap air bersih dan pelayanan sanitasi untuk masyarakat di seluruh Indonesia.

    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Target:
    – Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
    – Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.
    akukan oleh Negara maju kepada negara berkembang untuk mencapai Tujuan 1-7 MDG. Konsensus Monterrey – yang merupakan hasil dari Konferensi Internasional tentang Pembiayaan untuk Pembangunan tahun 2002 – dipandang sebagai unsure kunci Tujuan 8. Konsensus tersebut berintikan kebebasan perdagangan, aliran dana swasta, utang, mobilisasi sumberdaya domestic dan hibah untuk pembangunan. Berkaca pada fakta bahwa investasi dalam bidang kesehatan publik adalah investasi yang non-profit, hibah menjadi penting, terutama di sector kesehatan.

  47. SIGIT AGUNG PRIBADI_08144600138_PGSD_A2_08
    5 April 2011 pukul 11:11

    Upaya Pemerintah Indonesia merealisasikan Sasaran Pembangunan Milenium pada tahun 2015 akan sulit karena pada saat yang sama pemerintah juga harus menanggung beban pembayaran utang yang sangat besar. Program-program MDGs seperti pendidikan, kemiskinan, kelaparan, kesehatan, lingkungan hidup, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan membutuhkan biaya yang cukup besar. Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan, per 31 Agustus 2008, beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar dari Rp97,7 triliun (2009) hingga Rp81,54 triliun (2015) rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. Jumlah pembayaran utang Indonesia, baru menurun drastis (2016) menjadi Rp66,70 triliun. tanpa upaya negosiasi pengurangan jumlah pembayaran utang Luar Negeri, Indonesia akan gagal mencapai tujuan MDGs.(http://id.wikipedia.org/wiki/Sasaran_Pembangunan_Milenium).
    Evaluasi program:
    (1) Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencapai tujuan pertama MDGs yaitu menanggulangi kemiskinan dan kelaparan. Pada tahun 1990, 15,1% penduduk Indonesia adalah dalam kemiskinan ekstrim. Jumlah saat itu mencapai 27 juta orang. Saat ini, proporsi sebesar 7,5%, atau hampir 17 juta orang. Pada tingkat nasional, dengan usaha yang kuat, Indonesia akan mampu mengurangi separuh proporsi penduduk yang menderita kemiskinan dan kelaparan pada tahun 2015. Namun demikian, masih ada perbedaan besar antara daerah kaya dan miskin. Ada banyak daerah pedesaan miskin, terutama di wilayah timur Indonesia, yang membutuhkan bekerja lebih keras untuk mencapai tujuan untuk memberantas kemiskinan ekstrim dan kelaparan tujuan.
    (2) Tujuan 2 adalah untuk mencapai pendidikan dasar universal untuk semua pada tahun 2015. Ini berarti bahwa semua anak, baik laki-laki dan perempuan, akan mampu menyelesaikan pendidikan dasar mereka. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memenuhi target ini dengan program pendidikan wajib 9-tahun. Kebijakan ini telah terbukti meningkatkan akses ke pendidikan dasar. Namun, banyak anak usia sekolah di seluruh negeri yang belum dapat menyelesaikan sekolah dasar mereka. Bahkan di daerah pedesaan, angka putus sekolah bisa mencapai 8,5%. Kualitas pendidikan di Indonesia masih perlu ditingkatkan dan manajemen pendidikan juga tidak begitu baik.
    (3) Indonesia telah mencapai banyak kemajuan dalam mengatasi masalah kesenjangan antara laki-laki dan perempuan. Program pendidikan wajib belajar 9 tahun telah membawa dampak positif dalam pengurangan ketidaksetaraan dalam pendidikan. Rasio antara partisipasi mahasiswa, pria dan wanita, baik bersih dan kotor partisipasi hampir mencapai 100% pada semua tingkat pendidikan. Namun, keberhasilan program ini masih perlu ditingkatkan, terutama untuk kelompok usia yang lebih tua. Masih ada cukup celah dan kesan palsu dalam konteks dan peran gender dalam masyarakat. Persepsi yang salah terjadi di hampir semua aspek kehidupan, sebagai contoh dalam hal karir (persamaan kesempatan dan manfaat) untuk perwakilan dalam politik.
    Proporsi perempuan dalam pekerjaan non-pertanian relatif stagnan, hal yang sama terjadi dengan representasi perempuan di parlemen, masing-masing masih dalam kisaran 33% dan 11%.
    (4) Di Indonesia, per 1.000 kelahiran, 40 akan meninggal sebelum mereka mencapai lima tahun. Statistik ini dikenal sebagai Angka Kematian Balita (AKB). Angka kematian bayi di Indonesia adalah yang tertinggi di antara negara-negara ASEAN lainnya. Namun demikian, Indonesia telah benar-benar mencapai tujuan keempat MDG. Tugas kita sekarang adalah untuk memastikan bahwa anak-anak Indonesia mendapatkan hak-hak konstitusional mereka. Pasal No 23 tentang Perlindungan Anak menyatakan bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai kebutuhan fisik, psikologis dan sosial. Sepertiga dari kematian bayi di Indonesia terjadi dalam bulan pertama setelah lahir, 80% di antaranya terjadi pada minggu pertama kehidupan. Penyebab utama kematian adalah infeksi saluran pernapasan akut, diare dan komplikasi kelahiran.
    (5) Resiko kematian ibu karena proses kelahiran di Indonesia adalah 1 kematian dalam setiap 65 kelahiran. Setiap tahun 20.000 kematian diperkirakan terjadi karena komplikasi ibu selama persalinan dan selama kehamilan. Angka Kematian Ibu dihitung berdasarkan jumlah kematian per 100.000 kelahiran. Penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, eklampsia, yang menyebabkan tekanan darah tinggi selama kehamilan, komplikasi aborsi’s, infeksi dan komplikasi selama melahirkan. Walaupun Indonesia belum memiliki sistem pengumpulan data yang baik untuk memperoleh informasi mengenai Angka Kematian Ibu di Indonesia, para ahli memperkirakan bahwa kematian Ibu di Indonesia pada tahun 1992 adalah 425. Lebih dari satu dekade kemudian, angka-angka berubah menjadi 307 per 100.000 kelahiran hidup. Berdasarkan tingkat ini, upaya yang diperlukan jauh lebih besar untuk mencapai tujuan no 5. Selain itu, perhatian khusus harus diberikan kepada daerah miskin, terutama di bagian timur Indonesia, di mana banyak daerah masih memiliki angka kematian ibu tertinggi di Indonesia, dan juga karena daerah ini memiliki infrastruktur yang sangat terbatas.
    (6) AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah penyakit yang disebabkan oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV dapat merusak sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit dan infeksi, yang dapat menyebabkan kematian. Pengobatan dengan Anti Retro Viral (obat antiretroviral) dapat menghambat perkembangan AIDS, dan meningkatkan kesehatan. Tetapi obat ini tidak dapat menyembuhkan HIV, karena mereka belum menemukan obat untuk HIV dan AIDS. HIV menyebar melalui hubungan seksual dan melalui terinfeksi. Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 2007, jumlah kasus terus meningkat. Sampai Maret 2007 hampir 8.988 kasus AIDS dan 5.640 kasus HIV dilaporkan. Menurut beberapa ahli, jumlah ini hanya sebagian kecil dari seluruh masyarakat yang telah terinfeksi oleh HIV / AIDS. Kelompok-kelompok dengan resiko tinggi untuk penyakit ini adalah pekerja seks komersial dan pelanggannya, dan pengguna narkoba suntikan. Selain itu, kesadaran dan pengetahuan tentang kebenaran tentang HIV dan AIDS juga tetap menjadi masalah besar di Indonesia. Lebih dari sepertiga perempuan dan seperlima pria belum pernah mendengar tentang HIV / AIDS sama sekali. Bila kecenderungan ini tidak berubah, diperkirakan bahwa akan lebih banyak lagi korban dari penyakit ini. Penyakit lain yang juga menjadi perhatian dari MDG 6 adalah malaria dan Tuberkulosis (TB). Setiap tahun diperkirakan terdapat 18 juta kasus malaria dan lebih dari 520 ribu kasus TB.
    (7) Antara tahun 1985 dan 1997, laju deforestasi di Kalimantan, Maluku, Papua, Sulawesi dan Sumatera adalah 1,8 juta hektar per tahun. Ancaman utama hutan hujan di Indonesia adalah illegal logging di hutan lindung. Dalam era desentralisasi dan otonomi daerah, hutan lebih banyak dieksploitasi, illegal logging lebih merajalela dan batas kawasan yang dilindungi tidak dipedulikan lagi. Penyebab utama adalah supremasi hukum lemah dan kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang tujuan pembangunan jangka panjang dan perlindungan biosfer.
    (8) Tujuan no 8 berisi tindakan yang harus dilakukan oleh negara-negara maju ke negara berkembang untuk mencapai Tujuan no 1 sampai no 7. Konsensus Monterrey – yang merupakan hasil dari Konferensi Internasional tentang Pendanaan untuk Pembangunan tahun 2002 – dipandang sebagai kunci ke Tujuan no 8. Poin utama dari konsensus adalah kebebasan perdagangan, aliran dana swasta, utang, mobilisasi sumber daya domestik dan hibah untuk pembangunan. Berdasarkan fakta bahwa investasi kesehatan publik merupakan investasi non-profit, dana bantuan menjadi penting, terutama di sektor kesehatan.

  48. Ika Dewi P
    13 Mei 2011 pukul 06:30

    Terima kasih Ibu materinya….

  1. 5 April 2011 pukul 00:42

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: