Beranda > Perspektif Global > Lingkungan

Lingkungan

Lingkungan

Lingkungan

A. Definisi Lingkungan
Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, makhluk hidup, termasuk didalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahkluk hidup lainnya (UU RI No. 4 Tahun 1982, tentang ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup Bab I pasal 1).

B. Klasifikasi Lingkungan hidup

1. Tipe Biom : jenis lingkungan hidup dengan ciri fisik dan biotik tertentu sebagai unit pengelompokan yang terbesar.

Tundra

Tundra


a.    Tundra yaitu sekelompok tumbuhan yang hidup di kutub utara.

Taiga

Taiga

b.    Taiga yaitu hutan yang pohonnya berbentuk jarum di kutub utara

Hutan bermusim

Hutan bermusim

c.    Hutan bermusim yaitu hutan yang tumbuh di musim tertentu, di sub tropik tiap musim ada hutan yang tumbuh.

Savana

Savana

d.    Padang rumput/savana yaitu padang rumput di daerah tropik seperti NTB, Flores dan Timor Leste.

Hutan Tropik

Hutan Tropik

e.    Hutan tropik : Indonesia, Amerika Latin, Asia Tenggara.

Padang Pasir

Padang Pasir

f.    Padang pasir : gurun Kalahari

Laut

Laut

g.    Laut

Bioma

Bioma

h.    Bioma. Lingkungan hidup yang khusus seperti hutan tropik Afrika, Amazon, Asia Tenggara.

2. Lingkungan Abiotik dan Biotik
a. Abiotik : lingkungan hidup anorganik
– lingkungan litosfer
– lingkungan hidrosfer
– lingkungan atmosfer
b. Biotik : Lingkungan hidup organik
– Flora
– Fauna
– Manusia

C. Konsep-Konsep Lingkungan Hidup
1. Determinisme lingkungan
Lingkungan menentukan perilaku kehidupan manusia sehari-hari. Pernyataan ini menimbulkan teori atau anggapan bahwa tempat-tempat tertentu secara geografis menentukan pola perilaku kehidupan manusia (nurani pesimis). P. Gorrou (seorang ahli dari Geografi manusia) meneliti mengapa daerah-daerah tertentu tidak dapat berkembang dibanding daerah lain.
Contoh : Negara dengan iklim subtropis (iklim sejuk) mempunyai suasana kondusif sehingga di tubuh terasa nyaman. Kondisi ini menyebabkan suatu negara di iklim ini sehingga lebih maju daerahnya dibandingkan daerah tropis yang beriklim panas dimana mempengaruhi kondisi tubuh manusia menjadi cepat lelah, suasana tidak kondusif. Sebagai contoh Negara Jepang masyarakatnya dapat efektif konsentrasi bekerja 4 jam dibanding masyarakat Indonesia yang hanya 2 jam.
2. Posibilisme lingkungan
Paham ini bertentangan dengan paham sebelumnya dimana alam tidak menentukan tapi banyak memberikan kemungkinan-kemungkinan (menentang konsep determinisme lingkungan). Paham ini dapatr dikategorikan sebagai pahan nurani optimis.
Contoh : Di Amerika yang terdiri dari 4 musim. Di musim dingin penduduk mencari binatang caribou (sejenis kerbau kutub). Di musim panas, es mencair sehingga banyak muncul ikan di sungai-sungai. Penduduk membuat perahu dari sejenis lumut yang dapat dianyam untuk mencari ikan.

3. Monoisme lingkungan
Paham yang menyatu dengan lingkungan. Manusia sedikit banyak terpengaruh pada lingkungan, baik itu pengaruh baik ataupun pengaruh buruk. Manusia berada dalam suatu lingkaran kehidupan kemampuan manusia. Misal di Jawa ada istilah jagad gede dan jagad cilik. Artinya orang Jawa percaya pada sesuatu diluar manusia. Contoh : slametan, merti desa, dsb. Merti dusun diadakan untuk menghindari pengaruh buruk disamping sebagai ungkapan  rasa syukur.

4. Dualisme lingkungan
Alam dapat dikuasai, dieksplorasi, dan dieksploitasi oleh manusia. Manusia berada diluar lingkungan sehingga ia dapat leluasa berbuat terhadap lingkungan. Hal inilah yang menimbulkan konflik terhadap budaya masyarakat local yang menganut monoisme lingkungan. Contoh :  Freeport yang dikuasai orang asing yang menganggap bahwa mereka menguasai alam, namun bagi penduduk Timika, Papua gunung-gunung yang sekarang dijadikan kolam-kolam penambangan mempunyai roh yang merupakan leluhur mereka. Hal inilah yang menimbulkan konflik antara penduduk dengan Freeport, disamping masalah pembagian hasil pertambangan dan kesejahteraan.

D. Masalah-masalah Lingkungan Hidup
1. Eksplosi penduduk
Semakin subur/kaya lingkungan hidup maka semakin padat penduduknya. Akibat dari penduduk yang padat berlebih adalah :
a.    tunakisma yaitu berkurangnya jumlah tanah,
b.    penurunan pendapatan terjadi karena tenaga murah alias pekerjaan sedikit tapi pekerja banyak sehingga menurunkan income.
c.    menimbulkan kemiskinan
2. Persoalan pangan
Kelaparan dan gizi buruk banyak terjadi di daerah-daerah yang kering atau tidak subur. Contoh di NTB yang masih banyak perladangan berpindah.
3. Persoalan limbah
Contoh : sungai Gajahwong tercemari limbah pabrik kulit dan rumahtangga sehingga penduduk sekitarnya terkena penyakit kulit.
4. Masalah sumberdaya alam
Contoh : Bakau atau mangrove ditebangi di pantai utara sehingga menimbulkan abrasi.

E. Faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan lingkungan
1.    Pembabatan hutan (illegal loging)
2.    Dampak negatiif ilmu pengetahuan (pabrik modern tanpa memikirkan dampak yang berupa limbah)
3.    Penerapan teknologi dalam pertanian
4.    Cara masyarakat mendapatkan sumberdaya menyebabkan perubahan yang tidak bisa dikembalikan yang menurunkan proses alamiah yang mendukung hidup manusia.
5.    Sistem budaya pangan yang terlalu berorientasi pada peningkatan produksi ternyata mengabaikan usaha pelestarian lingkungan.
6.    Tata kehidupan manusia yang serakah.
7.    Perbuatan manusia yang tidak bertanggungjawab dan tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan (tanah dan lingkungan pertanian).

F. Etika Lingkungan

1. Ikatan Religius
Ciri khas manusia yang berbudaya adalah bahwa ia beragama. Agama membentuk pandangan hidup manusia. Disamping itu proses interaksi manusia dengan lingkungannya sangat mempengaruhi pandangan hidup manusia. Ia mengamati lingkungan hidupnya dan ia belajar dari pengalaman interaksi itu. Ia menyusun citra tentang lingkungan hidupnya, yaitu gambaran yang ia miliki tentang sifat lingkungan hidupnya, pengaruh lingkungan hidup terhadap dirinya dan reaksi lingkungan hidupnya terhadap aktivitas hidupnya.

2. Motivasi Etis Berdasarkan Rasa Keindahan
Alam menyediakan keindahan itu dengan begitu sempurna. Jika kita menjadi fotografer kehidupan alam, kita tidak perlu melakukan manipulasi gambar karena alam menyediakan gambar tersebut dengan begitu harmonis, serasi dan seimbang. Manusia menginginkan keindahan tersebut dalam jangka waktu yang lama. Perubahan-perubahan alam yang terjadi menambah kompleksitas keindahan. Oleh karena itu sudah sangat wajar jika manusia menghormati dan menghargai alam seperti kata Hidding (1935) dalam Soemarwoto (1999:19) …Semua mempunyai tempatnya dan tidak ada sesuatu yang berdiri sendiri…”.

3. Serikat Bagi Manusia Dalam Bertahan Terhadap Bencana
Ketika tsunami melanda Nangroe Aceh Darussalam, alam bergejolak. Air laut tiba-tiba surut 500 – 1000 meter namun kemudian gelombang besar setinggi 10 – 30 meter datang memporak-porandakan daerah pantai dan masuk kedaratan hingga 7 km. Ketika laut menimbulkan tsunami, manusia membutuhkan dataran tinggi, perbukitan dan pegunungan untuk berlindung. Atau ketika Gunung Merapi meletus, masyarakat di lereng, punggung dan kaki gunung mengungsi kedataran rendah untuk menyelamatkan diri. Ketika arus lahar meluncur dari kawah Merapi, laju lahar sedikit tertahan oleh lebatnya hutan dan tanaman di lereng gunung. Jika lereng gunung gundul maka yang terjadi adalah banjir bandang tanpa penghalang menerjang permukiman. Ini membuktikan bahwa manusia sangat tergantung pada alam dalam menghadapi bencana.

4. Menghidupi Manusia Dengan Sumberdaya Alam
Manusia mempunyai kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Kebutuhan-kebutuhan tersebut sepenuhnya dapat dipenuhi oleh ala mini. Citra lingkungan tradisional manusia Indonesia adalah manusia merupakan bagian dari lingkungan hidupnya. Karena itu kelangsungan hidup manusia tergantung dari keutuhan lingkungan hidupnya.Lingkungan hidup tidak dipandang semata-mata sebagai sumberdaya yang harus dieksploitasi, melainkan terutama sebagai tempat hidup yang mensyaratkan adanya keserasian antara manusia dengan lingkungan hidupnya.

5. Sumber Materi Genetik Yang Menghasilkan Tanaman, Hewan Dan Sebagainya.
Hutan mempunyai ratusan bahkan ribuan spesies tanaman dan tumbuhan. Berdasarkan penelitian dipuncak pohon besar di hutan terutama hutan tropis terdapat 28.000 spesies tumbuhan (Metro TV, 29 Juni 2008). Bagaimana dengan jumlah layer tengah dan layer bawah?

6. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Di dunia barat kerusakan lingkungan disebabkan oleh teknologi eksploitasi yang mereka kembangkan sendiri, di Indonesia banyak kerusakan ditimbulkan oleh teknologi yang kita impor. Yang disalahkan adalah bukan teknologinya karena teknologi itu pada dasarnya bertujuan baik yaitu untuk kesejahteraan manusia khususnya memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, melainkankan sikap kita yang tidak peduli terhadap lingkungan. Kita menghadapi ironi bahwa sementara sikap ilmiah kita yang dapat memberikan kemampuan teknologi kepada kita belum berkembang, sifat kita yang eksloitatif terhadap lingkungan melejit. Masalah besar yang kita hadapi ialah dapat mengembangkan sikap dan kemampuan ilmiah serta teknologi tanpa menggeser sikap yang ingin memelihara dan serasi dengan lingkungan menjadi sikap yang eksploitatif dan merusak lingkungan.

7. Sumber Kesehatan dan Rekreasi
Tidak perlu membayar mahal untuk rekreasi di lingkungan terbuka hijau, yang dibutuhkan adalah kesadaran kita untuk senantiasa menjaga alam ini pada keseimbangannya. Kualitas udara, air, dan tanah yang baik dan terjaga akan membuat hidup kita lebih nyaman, tentunya hal ini akan berpengaruh pada usia hidup kita. Jika kita tidak mendapatkan tekanan/stress terhadap lingkungan yang kurang bersahabat tentunya usia kita akan lebih panjang.

G. Tanda-Tanda Keterbatasan Lingkungan
1.    Sumber biotik tidak cukup lagi.
2.    Permintaan SDA biotik dan abiotik bertambah dengan perkembangan teknologi.
3.    Teknologi membuat persaingan antarbangsa dalam pemanfaatan lingkungan.
4.    Teknologi semakin membuat manusia teknolog yang tak alami.

H. Upaya Pencegahan Kerusakan Lingkungan
1.    Penyuluhan masyarakat akan etika ligkungan.
2.    Memperbaiki pola hidup masyarakat.
3.    Penegakan hukum tata ruang dan IMB.

I. Upaya Penanggulangan Kerusakan Lingkungan
1.    Penegakan Hukum terhadap perilaku illegal logging dan pencemaran lingkungan.
2.    Penegakan UU Tata Ruang, Izin Mendirikan Bangunan, dsb.
3.    Kepedulian perusahaan-perusahaan terhadap lingkungan hidup.

J. AMDAL (Environtmental Impact Assesment)
1.    Pengaruh pengelolaan macam sumberdaya alam kepada lingkungan.
2.    Macam dan sistem produksi yang dipilih
3.    Daya dukung lingkungan di tempat industri.
4.    Pegelolaan sampah dan buangan industri.
5.    Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan proses industri.
6.    Pengaruh sosial dari proyek.
7.    Pengaruh kepada berbagai kegiatan pada taraf distribusi dan disposisi peduduk.
8.    Perhitungan  biaya dalam proses industri.

  1. Amelia Dhika A
    29 Maret 2011 pukul 11:26

    Ass. ibu saya hadir!!! amelia dhika A2/08

  2. siti lestari
    30 Maret 2011 pukul 16:01

    secara gamblang dapat dinyatakan bahwa lingkunagn hidup itu tidak lain yaitu segala sesuatu yang ada di sekeliling manusia yang berpengaruh terhadap kelangsungan dan kesejahteraan manusia.faktor yang menyebabkan kerusakan lingkungan adalah berasal dari ulah manusia itu sendiri. masalah lingkungan seperti pencemaran ( udara,tanah, air, suara atau kebisingan), banjir, kekeringan, tanah longsor,hama dan sebangsanya yamg menggangu bahkan mengancam kehidupan manusia. maslah lingkungan hidup yang telah menglobal harus menjadi perhatian dan kepedulian seyiap orang.jadi kita harus menjaga lingkungan supaya terjadi hal – hal seperti di atas.

  3. 11 Mei 2011 pukul 13:52

    Lingkungan adalah sumber kehidupan manusia, tanpa lingkungan manusia akan musnah dan sudah selayaknya kita selalu melestarikan lingkungan dengan berbagai cara

  4. Dhimas Hardhiana Dwi Putra
    12 Mei 2011 pukul 05:35

    terimaksih banyak ya Ibu,🙂

  5. Anggit
    12 Mei 2011 pukul 11:34

    Terima kasih, Bu. Minta izin download…

  6. Qomarinah
    12 Mei 2011 pukul 11:35

    Terima kasih, Bu…

  7. Dyah prihastuti
    12 Mei 2011 pukul 23:47

    Materi yang diberikan ibu sangat membantu, terima kasih bu atas materinya..

  8. Ika Dewi P
    13 Mei 2011 pukul 06:33

    Marilah kita jaga lingkungan kita karena lingkungan sangat penting sekali….terima kasih Ibu materinya…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: