Beranda > Perspektif Global > Global Warming

Global Warming

Global Warming

Global Warming

A. Pengertian Global Warming
Global warming atau pemanasan global diartikan sebagai peningkatan suhu rata-rata bumi.

B. Faktor-faktor penyebab global warming
PBB membentuk kelompok peneliti yang disebut Internatinal Panel and Climate Change (IPCC) terdiri dari ribuan peneliti dan ahli dunia, Mereka berdiskusi tentang penemuan-penemuan terbaru, membuat kesimpulan dan persetujuan untuk solusi dari masalah pemanasan global. Hasil temuan mereka adalah beberapa jenis gas rumah kaca bertanggungjawab langsung terhadap pemanasan global, manusia menjadi kntributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca. Gas ini dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, pembangkit tenaga listrik dan peternakan.

C. Efek Rumah Kaca

Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat : “gas rumah kaca”. Istilah tersebut ada karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari didalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, agar tanaman didalamnya tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Pada dasarnya planet bumi membutuhkan gas-gas tersebut untuk menjaga kehidupan didalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan terlalu dingin untuk ditinggali. Sebagai perbandingan, planet Mars yag memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o C.

Rumah Kaca

Rumah Kaca

Kontributor terbesar pemanasan global adalah Karbondioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan, Nitrogen (NO) dari pupuk dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 semakin memperparah keadaan karena pohon-pohon yang mati akan melepas CO2 yang tersimpan di jaringannya ke atmosfer.
Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan glbal yang berbeda-beda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Contoh : Molekul Metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan 300 kali dari molekul CO2.

Metana adalah hidrokarbon paling sederhana yang berbentuk gas dengan rumus kimia CH4. Metana murni tidak berbau, tapi jika digunakan untuk keperluan komersial, biasanya ditambahkan sedikit bau belerang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi. Sebagai komponen utama gas alam, metana adalah sumber bahan bakar utama. Pembakaran satu molekul metana dengan oksigen akan melepaskan satu molekul CO2 (karbondioksida) dan dua molekul H2O (air):

CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O

Dr. Kirk Smith

Dr. Kirk Smith

Informasi terakhir yang paling hangat membuktikan bahwa gas metana mempunyai efek pemanasan 25 kali lebih kuat dalam menyebabkan pemanasan global dibandingkan CO2. Perhitungan ini berdasarkan rata-rata dari efek pemanasan metana selama 100 tahun. Akan tetapi, setelah 1 dekade, gas metana sulit dilacak dan hampir menghilang setelah 20 tahun, dengan demikian secara dramatis akan menghabiskan rata-rata 1 abad untuk mengurangi dampaknya. Dan karena kita tidak mempunyai waktu 100 tahun untuk mengurangi efek gas rumah kaca kita maka perhitungan terbaru menunjukkan bahwa selama periode 20 tahun efek pemanasan metana menjadi 72 kali lebih kuat. Emisi gas metana berasal dari alam seperti lautan, lapisan es permanen, tanah-tanah yang gembur, serta berasal dari aktivitas manusia.

Metana yang dihasilkan akibat aktivitas manusia merupakan salah satu penyumbang metana yang terbesar yang khususnya berasal dari pembakaran tanaman organik (pembakaran tumbuhan untuk membuka lahan dan pemanfaatan lahan) serta industri peternakan. Metana dari sektor industri pertambangan batu bara, kilang minyak, dan kebocoran saluran pipa gas dapat diminimalkan melalui perubahan dan kemajuan teknologi. Akan tetapi metana dari industri peternakan merupakan penyumbang emisi terburuk dan terbesar dari aktivitas manusia. Seperti yang dijelaskan oleh Dr. Kirk Smith, Profesor Kesehatan Lingkungan Global di Universitas Kalifornia, Berkley, “Kita semua terlibat sebagai kontributor, kita semua yang memakan daging dan meminum susu harus mengakui hal ini.” Untunglah, mengurangi tingkat gas metana adalah sesuatu yang dapat kita kendalikan sekarang dengan cara mengurangi konsumsi daging dan produk-produk yang terbuat dari susu. Professor Smith memverifikasi kembali dan menyatakan: “Perbaikan yang paling cepat adalah mengurangi konsumsi daging.”

Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca

Akhir-akhir ini, pemerintah di seluruh dunia lebih fokus dalam kebijakan untuk mengurangi emisi CO2; akan tetapi, informasi terakhir mengenai metana harus membuat pemerintah lebih fokus terhadap kebijakan untuk mengurangi metana. Dr. Smith menambahkan, “Metana merupakan gas kedua dalam efek rumah kaca, akan tetapi gas ini menjadi ancaman yang paling berbahaya.” Dia menjelaskannya sebagai gas tersembunyi yang berbahaya; yang bukan hanya menambah efek rumah kaca tetapi juga membuat rusaknya ozon yang dapat merusak kesehatan manusia. Apabila gas metana tingkat tinggi mengurangi kadar oksigen di dalam atmosfer di bawah 19,5% maka akan menyebabkan sesak nafas. Kadar yang bertambah juga dapat menyebabkan kebakaran tingkat tinggi dan ledakan apabila bercampur dengan udara.

D. Fakta-Fakta Yang Menunjukkan Pemanasan Global Mengancam Kehidupan di Planet Bumi

1. Mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan.
Pemanasan global berdampak langsung pada terus mencairnya es di daerah kutub utara dan selatan. Es di Greenland telah mencair hampir 1 juta

Mencairnya Es di Kutub Utara

Mencairnya Es di Kutub Utara

ton dan volume es di Artik pada musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari yang ada 4 tahun sebelumnya. Mencairnya es ini berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan ilmuwan sebelumnya. Beberapa prediksi awal diperkirakan bahwa seluruh es di kutub akan lenyap pada tahun 2040 – 2100. Tetapi data tahunan yang tercatat hingga tahun 2007 membuat para ilmuwan berpikir ulang. Dr.H.J.Zwally (seorang ahli iklim NASA) membuat predikisi yang mencengangkan yaitu hampir semua es di kutub utara akan lenyap pada akhir musim panas 2012.
Fenomena serius :
Tanggal 6 Maret 2008, sebuah bongkahan es seluas 414 km2 (hampir 1,5 kali luas kota Surabaya) dari lempengan es yang disebut Wilkin Ice Shelf di Antartika runtuh. Menurut peneliti, bongkahan es itu mengambang permanen di sekitar 1.609 kilometer selatan Amerika Selatan, barat daya Semenanjung Antartika. Padahal diyakini bongkahan es itu berada disana sejak 1.500 tahun yang lalu. Sekarang setelah adanya pecahan es itu, bongkahan es yang tersisa tinggal 12.950 km2, ditambah 5,6 kilometer potongan es yang berdekatan dan menghubungkan dua pulau.

2. Meningkatnya level permukaan laut
Mencairnya es di kutub utara dan di kutub selatan berdampak langsung pada naiknya level permukaan air laut. Para ahli memperkirakan apabila seluruh Greenland mencair, level permukaan air laut akan naik sampai 7 meter. Cukup untuk menenggelamkan seluruh pantai, pelabuhan dan dataran rendah di seluruh dunia.

3. Perubahan iklim/cuaca yang semakin ekstrim
NASA menyatakan bahwa pemanasan global berimbas pada semakin ekstrimnya perubahan cuaca dan iklim bumi. Pola curah hujan berubah-ubah tanpa dapat diprediksi sehingga menyebabkan banjir di suatu tempat dan kekeringan di tempat lain. Di Indonesia, fenomena dan bencana alam sering terjadi. Kabar internasional memberitakan bahwa badai dan topan di Jepang dan Amerika Serikat terus memecahkan rekor kecepatan angin, skala dan kekuatan badai dari tahun ke tahun.

4. Gelombang panas menjadi semakin ganas.
Tahun 2007, tahun pemecahan rekor baru untuk suhu yang dicapai oleh gelombang panas yang biasa melanda Amerika Serikat. Daerah St. George, Utah memegang rekor tertinggi dengan suhu 48o C, Las Vegas dan Nevada 47o C, dan daerah lain > 40o C. Tahun 2003, Eropa Selatan mendapat serangan gelombang panas hebat mengakibatkan ± 35.000 orang meninggal, korban terbanyak di Perancis sebesar 14.802 jiwa. Korban jiwa lain tersebar mulai dari Inggris, Italia, Portugal, Spanyol, dll. Gelombang panas ini juga menyebabkan kekeringan parah merata di daerah Eropa.

5. Lenyapnya gletser-gletser sumber air bersih dunia.
Mencairnya gletser-gletser dunia mengancam ketersediaan air bersih dan pada jangka panjang akan turut menyumbangkan peningkatan level air laut.
NASA mencatat bahwa sejak tahun 1960-2005, umlah gletser di berbagai belahan dunia yang hilang tidak kurang dari 8.000 m3. Para ilmuwan NASA kini telah menyadari bahwa mencairnya gletser, mencairnya es di kedua kutub bumi, meningkatnya temperatur bumi secara global, hingga meningkatnya level permukaan laut merupakan bukti bahwa planet bumi sedang terus memanas.

6. Mencairnya Methane Hydrate
Planet bumi menyimpan metana beku dalam jumlah sangat besar disebut methane hydrate atau methane clathrates. Methane hydrate banyak ditemukan di kutub utara dan kutub selatan, dimana suhu permukaan air < 0o C atau dasar laut pada kedalaman < 300 m. Methane hydrate juga ditemukan di danau-danau yang dalam seperti danau Baikal di Siberia. Pemanasan global membuat suhu es di kutub utara dan selatan menjadi panas sehingga metana beku yang tersimpan dalam lapisan es di kedua kutub tersebut ikut terlepas ke atmosfer. Para ilmuwan memperkirakan bahwa Antartika menyimpan kurang lebih 400 miliar ton metana beku (3000 kali dari metana yang ada saat ini di atmosfer dan gas ini dilepaskan sedikit demi sedikit ke atmsfer seiring semakin runtuhnya es di Antartika. Para ahli menemukan bahwa malapetaka besar ini pernah terjadi ± 55 juta tahun yang lalu (disebut Paleocene-Eocene Thermal Maximum/PETM). Saat itu semburan metana naik ke permukaan sehingga mengakibatkan pemanasan planet dengan sangat cepat dan menyebabkan kematian masal, kemudian mengganggu keadaan iklim bumi hingga 100.000 tahun kemudian. Selain PETM, malapetaka besar ini juga pernah terjadi 250 juta tahun yang lalu, pada akhir periode Permain, dimana semburan metana menyapu bersih hampir seluruh kehidupan planet bumi. Lebih dari 94% spesies laut yang kita umpai sebagai fosil mengalami kepunahan mendadak karena turunnya level oksigen. > 500.000 tahun kemudian beberapa spesies yang tersisa bertahan dilingkungan yang tak bersahabat tersebut.

E. Solusi Global Warming

Dr. James Hansen (ilmuwan NASA) “ Kita telah melampaui titik kritis, tetapi kita belum sampai pada titik tanpa harapan. Kita masih bisa berbalik, tetapi kita harus mengambil arah yang cepat”
Solusi :
1. Berhenti atau kurangi makan daging.
Laporan PBB November 2006 berjudul “Livestock’s Long Shadow:Environtmental Issues and Options” mencatat 18% pemanasan global yang terjadi saat ini disumbangkan oleh industri peternakan, dimana efeknya > daripada yang dihasilkan oleh seluruh transportasi dunia bila digabungkan. Laporan dari Earth Institute menyatakan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25 % energi yang dibutuhkan oleh diet berbasis daging. Penelitian Universitas Chicago (Prof. Gidon Eshel dan Pamela Martin): mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efektif untuk menvegah pemanasan global daripada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida.

2. Batasi emisi karbondioksida.
Mencari sumber-sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi CO2, seperti tenaga matahari, angin, dan lain-lain. Bila terpaksa harus menggunakan bahan bakar fosil, gunakan dengan bijak dan efisien. Termasuk menhemat listrik dan energi, apalagi Indonesia yang termasuk negara yang paling banyak menggunakan bahan bakar fosil untuk pembangkit tenaga listriknya.

3. Tanam lebih banyak pohon.
Tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam jaringannya. Tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali CO2 ke udara. Lingkungan dengan banyak pohon akan mengikat CO2 dengan baik. Hasil penelitian dari Lousiana Tech University menyatakan bahwa setiap acre pepohonan hijau dapat menangkap karbon yang cukup untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari mengendarai sebuah mobil selama setahun. Studi layanan perhutanan AS menyatakah bahwa penanaman 95.000 pohon yang dilakukan di dua kota kecil Chicago memberikan udara yang lebih bersih dan menghemat biaya yang berhubungan dengan pemanasan dan pendinginan udara sebesar > US$38 juta dalam 30 tahun ke depan.

4. Daur ulang (recycle) dan gunakan ulang (reuse)
Kalkulasi yang digunakan di California menunjukkan bahwa apabila proses daur ulang dapat diterapkan hingga level negara bagian California, maka energi yang dihemat cukup untuk memberikan suplai energi bagi 1,4 juta rumah, mengurangi 27.047 ton polusi air, menyelamatkan 14 juta pohon dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setara dengan 3,8 juta mobil.

5. Gunakan transportasi alternatif untuk mengurangi emisi karbon.
Kalkulasi yang digunakan di California menunjukkan bahwa apabila proses daur ulang dapat diterapkan hingga level negara bagian California, maka energi yang dihemat cukup untuk memberikan suplai energi bagi 1,4 juta rumah, mengurangi 27.047 ton polusi air, menyelamatkan 14 juta pohon dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setara dengan 3,8 juta mobil.

F. Pengaruh Global Warming terhadap Dunia Pendidikan

Kondisi iklim mempengaruhi kesehatan pendidik dan peserta didik, mempengaruhi proses kenyamanan belajar dan pembelajaran. Suasana panas membuat pendidik dan peserta didik cepat lelah, kurang berkonsentrasi sehingga mengurangi hasil belajar. Pengaruh yang lain datang dari bertambahnya materi pembelajaran. Tema bahan ajar bertambah seiring dengan kondisi aktual fenomena alam dan fenomena manusia (sosial). Mungkin, pemerintah dapat mengalikasikan dana pemerintah untuk memperbaiki lingkungan atau Pendanaan pendidikan dapat dialihkan untuk mempioritaskan lingkungan.

  1. alfia
    26 Maret 2011 pukul 03:20

    Ass, wah sya sdh ketinggalan banyak ini, blm sempet buka blog Ibu, begitu buka sdh banyak lgi materi’y….hehehehe…
    trima kasih Bu, materi’y🙂

  2. Listiana Indrayeni
    26 Maret 2011 pukul 03:21

    ass,,,,,
    Tugas untuk perspektif global mana bu?

  3. Listiana Indrayeni
    26 Maret 2011 pukul 03:25

    ass,,,,
    saya tunggu materi selanjutnya bu,,,,,,,

  4. 26 Maret 2011 pukul 23:31

    Setiap manusia memiliki permasalahannya masing-masing, namun setiap manusia memiliki kebutuhan pokok yang mendasar demi kelangsungan hidupnya. Seperti air, dan udara. Demi kelangsungan hidup semua makhluk mari kita lestarikan alam ini. Bagaimana caranya? mari kita telaah kembali hal apa yang telah kita lakukan demi bumi kita dan apakah dapat menyebabkan kerusakan? kemudian …..mari kita perbaiki. Iya kan Bu…

  5. Amelia Dhika A
    29 Maret 2011 pukul 11:19

    Ass ibu!!! baru tadi buk tau alamat blog ibuk, jd br buka materinya!!!trma ksh ibu

  6. endahkusumawardani
    30 Maret 2011 pukul 08:38

    Ass.Wr.Wb
    pa kbr ibu….
    Pemanasan global memang bs mempengaruhi KBM di dlm kelas…
    Seperti ditempat saya baru beberapa menit didalam kelas sudah berkeringat,para siswa jd tidak semangat belajar lg
    harus menggalakan program penghijauan kembali…

  7. Dwi Yuni Hartati
    5 April 2011 pukul 10:18

    Kawan-kawan marilah kita jaga bumi ini, kalau bukan kita siapa lagi yang akan memulai demi masa depan anak cucu kita nanti. Sebagai calon guru kita punya kesempatan besar untuk membimbing anak didik kita untuk mewujudkan penanaman sejuta pohon, dan menggali bakat siswa dalam menghasilkan teknologi alternatif untuk meminimalkan penggunaan BBM..

  8. vinna
    22 April 2011 pukul 08:32

    GLOBAL WARMING ??? ngeri deh kalo qt lihat dampaknya. padahal semua itu akibat ulah para penghuni bumi juga tuh, ayooooo…mulai sekarang selamatkan bumi qt !!!!

  9. Dhimas Hardhiana Dwi Putra
    12 Mei 2011 pukul 05:48

    terimakasih banyak Bu untuk materinnya,materi Ibu sudah saya download semuanya. .
    karena materi Ibu sangat membantu saya dalam mengembangkan kemampuan saya. .
    ahihihihihihihi🙂

  10. Anggit
    12 Mei 2011 pukul 11:27

    Terimakasih materinya, Bu. Saya sekarang lebih sering jalan kaki lho, Bu. Jadi, saya sedikit banyak sudah mengurangi pemanasan global, Bu…😉

  11. Qomarinah
    12 Mei 2011 pukul 11:28

    Terima kasih, bu… Materinya sudah saya download…

  12. Qomarinah
    12 Mei 2011 pukul 11:29

    Terima kasih Bu. Materinya sudah saya download…

  13. Supriyanto
    12 Mei 2011 pukul 23:43

    terima kasih atas materinya bu, saya tunggu materi yang selanjutnya bu..

  14. Ika Dewi P
    13 Mei 2011 pukul 06:35

    terima kasih ya Bu…

  15. Dyah Prihastuti
    14 Mei 2011 pukul 02:40

    baik buk,saya tunggu materi berikutnya.

  16. 12 Juli 2011 pukul 03:58

    Dari dulu materi global warming selalu ada, tapi masyarakat tetap saja tidak mengurangi akan hal itu,, perkembangan dunia yang semakin modern inilah yang membuat kita lalai dengan bahaya global warming.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: