Beranda > Perspektif Global, Tugas > Tugas Prespektif Global

Tugas Prespektif Global

Tugas Prespektif Global ini merupakan pengganti untuk pertemuan hari, selasa tanggal 5 April 2011

Jawaban harap di tulis di form komentar dibawah tugas ini.  Jawaban di tunggu paling lambat jam 12.00 WIB, tanggal 5 April 2011.

 

Tugas :

Indonesia telah menerapkan program MDG’s. Evaluasi lah program tersebut.  Tulislah selengkapnya !

(Materi dapat di lihat di https://dhiniatygularsopgsd.wordpress.com/2011/03/23/kesehatan-masyarakat-dunia )

  1. Amelia Dhika A
    5 April 2011 pukul 00:55

    Baik ibu, terima kasih

  2. Alfia
    5 April 2011 pukul 02:06

    Baik Bu…

  3. ika dewi p
    5 April 2011 pukul 02:12

    Baik Ibu, terima kasih atas tugasnya…

  4. 5 April 2011 pukul 02:16

    Assalamu’alaikum bu,,,,
    tugas sudah saya buka dan siap di kerjakan.
    Terimakasih bu…
    Wassalam.

  5. 5 April 2011 pukul 02:24

    Nggeh bu…

  6. 5 April 2011 pukul 02:32

    Iya bu…

  7. 5 April 2011 pukul 02:33

    siap buk……

  8. 5 April 2011 pukul 02:35

    Terimakasih bu,,,,

  9. 5 April 2011 pukul 03:00

    Nama : Eka Septi Susanti
    NPM : 08144600085
    PGSD A1 08

    Untuk program MDGS yang dijalankan oleh Indonesia adalah
    1. Untuk Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim di Indonesia belum dapat terpenuhi karena masih banyak penduduk Indonesia yang kelaparan dan masih ada kesenjangan memperoleh kesehatan untuk warga miskin.
    2. Pemerataan pendidikan dasar yang dilakukan di Indonesia belum semuanya terjalankan karena adanya pendidikan yang mahal dan kurang sadarnya pendidikan oleh masyarakat.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan untuk di Indonesia sudah dijalankan tetapi masih ada yang tidak didengarkan aspirasi masyarakat.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak untuk di Indonesia masih tinggi
    5.Meningkatkan kesehatan ibu yakni masih kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu hamil, hal ini juga karena faktor kemiskinan dan faktor pelayanan kesehatan yang kurang untuk warga miskin.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya untuk perlawanan penyakit IHIV / aids masih tinggi karena masih banyaknya pengguna narkoba dan seks bebas untuk pemberantasan sudah dilakukan oleh para petugas kesehatan dan polisi, untuk penyakit lainnya juga sudah berkurang di setiap daerah.
    7.Menjamin daya dukung lingkungan hidup di Indonesia sudah dijalankan tatpi belum optimal karena masih banyak yang tidak memperoleh air bersih.
    8.Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Indonesia sudah menajalankan kemitraan dengan negara lain baik di bidang ekonomi maupun pertahanan dan juga pembangunan.
    Masih banyak yang perlu di evalusi oleh negara terkait program MDGs karena semuanya belum optimal untuk dikembangkan di daerah – daerah, karena banyak faktor salah satunya adalah kemiskinan dan daya dukung masyarakat.

  10. Amelia Dhika A
    5 April 2011 pukul 03:12

    Nama : Amelia Dhika Anggaratih
    NPM : 08144600109
    PGSD/A2/08

    Evalusai Millenium Development Goal’s (MDG’s)
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Kedelapan tujuan tersebut di antaranya :
    1. Mengentaskan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim, dalam tujuan ini sampai tahun 2011 sepertinya belum ada perubahan secara siknifikan baik kemiskinan maupun kelaparan, kemiskinan dan kelaparan sepertinya malah bertambah, banyak masyarakat yang mengalami gizi buruk terutama pada anak-anak.
    2. Pemerataan pendidikan dasar baik laki-laki maupun perempuan. Program Wajar 9 Tahun tersebut menjadi kekuatan bangsa Indonesia untuk mewujudkan tujuan MDGs. Namun, angka anak putus sekolah setiap tahun mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan data BKKBN dari 1,7 juta jiwa pada 1996 menjadi 11,7 juta jiwa pada 2009 lalu. Angka tersebut didominasi anak-anak usia 7-15 tahun yang rata-rata tidak dapat memenuhi kewajibannya melanjutkan pendidikan dasar sembilan tahun. Penyebab tingginya angka putus sekolah adalah tempat tinggal yang jauh dari fasilitas pendidikan. Anak-anak miskin dari pedesaan umumnya memiliki kesulitan untuk mendapat pendidikan dasar terutama anak-anak yang berusia 13-15 tahun. Setelah menamatkan Sekolah Dasar (SD) mereka dihadapkan pada pilihan berhenti sekolah karena jarak yang jauh atau membantu orang tua mencari nafkah.
    3. Mendukung persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, dalam tujuan ini khususnya sampai tahun 2011 sudah ada perubahan, antara laki-laki dan perempuan sudah ada persamaan atau tidak dibedakan, banyak sakarang para perempuan menjadi pimpinan dinegara ini contohnya ibu Megawati (Mantan Presiden RI). Perempuan juga sudah mulai bisa mandiri tidak tergantung pada laki-laki, perempuan bisa bekerja dalam bidangnya masing-masing tanpa suatu pengekangan dari laki-laki.
    4. Mengurangi tingkat kematian pada anak usia dibawah 5 tahun, pada tujuan ini sudah ada cara mengantisipati kematian anak usia dibawah 5 tahun, contohnya di Indonesia, sudah digalakkan system posyandu yang sering diadakan setiap 1 bulan sekali, pemberian vitamin dan imunisasi campa pada anak dibawah usia dibawah usia 5 tahun sudah banyak digalakkan. Dan sosialisasi bagi orang tua tentang pemberian makanan-makanan sehat pada anak dan pemberian ASI eksklusif selama 2 tahun.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi dua pertiga kematian ibu dalam proses melahirkan, dalam tujuan ini sepertinya masih sulit untuk dicapai melihat belum memadainya layanan kesehatan ibu dan anak dan keterbatasan anggaran dalam kesejahteraan yang menyebabkan biaya untuk persalinan cukup mahal. Tantangan angka kematian ibu yang menyebabkan kesulitan dalam pencapaian target MDG’s salah satunya adalah penyakit infeksi dan pendarahan akibat aborsi.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya, dalam tujuan ini perlawanan HIV/AIDS sudah digalakkan aturan seperti misalnya jangan melakukan hubungan sex secara berganti-ganti pasangan, jangan menggunakan jarum suntik bekas, melakukan hubungan sex dengan menggunakan kondom (pengaman), sedangkan malaria sudah pula digalakkan penyemprotan obat oleh Dinas Kesehatan di lingkungan masyarakat sekitar.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup, dalam tujuan ini perlu adanya campur tangan pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat madani, pihak swasta, dan lembaga donor.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam tujuan ini masih juga dirasa sulit, contohnya banyaknya utang Indonesia kepada Negara lain, sehingga sulit unutk menjalin kemitraan. Kurangya fasilitas untuk menyalurkan untuk system pembangunan bagi wilayah-wilayah terpencil. Masih kurangnya kerjasama dengan pihak lain untuk memanfaatkan teknologi baru dan menciptakan lapangan kerja yang baik dan produktif bagi penduduk usia muda.

    Jadi jika dilihat secara global tujuan Pembangunan Milenium MDG pada tahun 2015 tersisa 4 tahun. Namun, delapan target yang menjadi sasaran masih jauh dari harapan sehingga muncul kekhawatiran target-target itu akan sulit tercapai. Kedelapan target MDGs ini dikhawatirkan tak tercapai jika kendala seperti bencana alam terus terjadi. Selain bencana alam, adanya perubahan iklim, krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan juga berpotensi jadi kendala utama. Target sulit tercapai sebenarnya juga akibat kebijakan pemerintah yang tidak difokuskan pada MDGs. Tidak optimalnya upaya pencapaian target MDGs adalah karena belum ada komitmen dan kontribusi bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, parlemen, media, dan swasta.

    ALAMAT BLOG SAYA BUK:
    ameliadhika19.blogspot.com

  11. 5 April 2011 pukul 03:35

    Indonesia merupakan Negara berkembang,deengan di laksanakannya program MDG’s di Indonesia maka nakan membatu pemerintah Indonesia untuk menuntaskan permasalahan – permasalahan yang ada di Indonesia,dalam tujuan MDG’s bahwa penuntasan masalah dalam Negara berkembang seperti Indfonesia sangat mendapatkan respon baik,karena di Indonesia terdapat bnyak permasalahan di lingkungn masyaraktanya.Misalnya : kesehatan, pangan, pendidikan,gender,dll.Masyarakat Indonesia masih membutuhkan banyak bantuan dari pihak luar karena pemerintyah belum mampu untuk menuntaskannya,selain itu juga banyk factor yang mempengaruhi,misalnya akan kesadaran kebersihan lingkungannya,oleh karena itu banyak terjangkit penyakit masyarakat.Selain itu pendidikan di Negara Indonesia juga sangat mahal oleh karena itu banyak anak – anak yang putus sekolah karena tidak mampu membiayai sekolah,adapula anak yang menjadi tumpuan keluaarga dengan bekerja ataupun meminta – minta.
    MDG’s juga mempunyai tujuan menyamakan gender,hal ini dilakukan karena di Negara Indonesia banyak terjadi kekerasan dalam rumahtangga,adapun factor yang mempengaruhi adalah factor ekonomi,dalam tujuan MDG’s yaitu menyamakan gender agar tidak terjadi diskriminasi antara laki – laki dan perempuan.Jika tujuan – tujuan dari MDG’s dapat tercapai semuanya pada tahun 2015 maka Indonesia akan mengalami kemajuan yang cukup pesat dalam bidang pendidikan,kesehatan, pangan, kesejahteraan masyarakatnya.Dalam masyarakat pedalaman sangat kekurangan air bersih,maka dari itu dengan tujuan MDG’s rakyat Indonesia akan mendapatkan akses air bersih d3engan mudah,karena air bersih merupakan kebutuhan pokok manusia dalam kehidupan sehari – hari.
    Mengurangi duapertiga risiko kematian ibu dalam melahirkan.Krena banyak fsaktor yang mempengaruhi kesehatan ibu dalam proses melahirkan.Misalnya ibu kekurangan gizi maka anak yang ada dalam kandun gan juga akan tergganggu kesehatanya juga proses melahirkan,anak dapat lahir premature atau mengalami kelainan.Penyakit yang di jangkit ibu,miosalnya HIV/AIDS,penyakit ini sangat mematikan,anak yang lahi dan ibu8 yang melahirkan akan mengalami kelainan bahkan kematian.
    Kita sebagai masyarakat Indonesia semestinya merespon baik Program MDG’s yang akan dsi laksanakan di In donesia,kita dapat berperan aktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia,misalnya dengan cara memperhatikan lingkungan sekitar kita dan memeliharanya,kemudian mengurangi polusi udara dengan cara tidak merokok.

  12. 5 April 2011 pukul 03:42

    Nama : Intan Nurul Husnah
    NPm : 08144600146
    PGSD.A1/08

    Indonesia merupakan salah satu negara yang telah menerapkan program MDG’s,namun belum semua program MDG’s dapat di jalankan dengan baik. karena masih ada banyak hal yang belum dapat di terapkan di Indonesia. Pada kenyataannya masyarakat Indonesia masih jauh dari kemakmuran.
    Poin pertama menjelaskan mengenai Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang mengalami kemiskinan, apalagi Indonesia menduduki peringkat 68 dari 100 negara miskin di dunia. dapat di artikan bahwa program MDG’s pada poin pertama belum dapat di laksanakan dengan baik.
    Poin kedua yaitu Pemerataan pendidikan dasar. Target untuk 2015. Di Indonesia masih sangat kurang akan kesadarannya dalam pendidikan. Banyak orang kaya tetapi tidak mau menyekolahkan anaknya karena mereka berfikir bahwa tanpa pendidikan mereka bisa sukses, jadi pendidikan tidak di anggap penting oleh sebagian besar masyarakat Indone
    Poin ketigaMendukung adanya persamaan jender dan pemberdayaan perempuan. Pemerataan pendidikan dasar sudah cukup baik dilaksanakan di Indonesia, sehingga persamaan jender dan pemberdayaan erempuan sudah dapat terlaksana di Indonesia. Indonesia sudah menyetarakan persamaan hak antara perempuan dan laki-laki.
    Poin keempat yaitu Mengurangi tingkat kematian anak. Masih banyak tingkat kematian anak di Indonesia. Sering terjadinya kasus pembunuhan anak yang dapat menaikkan tingkat kematian anak. Selain itu juga banyak anak muda yang hamil di luar nikah dan belum siap menerima kenyataan sehingga membunuh anak tersebut yang di lakukan sebelum (aborsi) maupun sesudah melahirkan.
    Poin kelima yaitu Meningkatkan kesehatan ibu. Di Indonesia kesadaran kesehatan Ibu hamil belum banyak di perhatikan, salah satu faktornya juga merupakan kemiskinan. Ibu hamil tidak sanggup untuk cek rutin kehamilan dikarenakan factor keuangan, bagi masyarakat sedang ke bawah hal tersebut bagi mereka susah untuk di jangkau jadi mereka tidak begitu memperhatikan hal tersebut.
    Poin keenam yaitu Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya. Banyaknya seks bebas yang merajalela Indonesia menyebabkan penyakit HIV/AIDS yang menyebar di Indonesia. Selain itu juga narkoba yang membawa pengaruh timbulnya pengaruh tersebut. Apalagi para pengguna yang sangat banyak dari kalangan bawah sampai atas, dari anak kecil hingga orang tua.
    Poin ketujuh yaitu Menjamin daya dukung lingkungan hidup. Lingkungan hidup masyarakat Indonesia belum begitu baik. Masih menyebarnya lingkungan kumuh, contohnya di Jakarta karena terlalu padatnya jumlah penduduk disana, menyebabkan para pendatang tinggal di lingkungan kumuh seadanya yang ada disana. Air bersihpun tidak tersedia dengan cukup sehingga masih sulitnya mencari air bersih.
    Poin kedelapan yaitu Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Indonesia sudah melaksanakan pengembangan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga sudah membangun kemitraan dengan negara lain. Tetapi untuk pengembangan kemitraan di bidang ekonomi Indonesia masih kurang. Contohnya dalam perdagangan bebas tingkat internasional, banyaknya produk import masuk di Indonesia sedangkan produk Indonesia sendiri kalah saing dengan produk luar negeri.

  13. 5 April 2011 pukul 03:43

    Dilihat dari tujuan MDG’s yang saya baca, MDG’s menurut saya sangat sesuai untuk negara Indonesia. Jika tujuan-tujuan tersebut dapat terlaksana sepenuhnya, saya kira negara kita akan mendapatkan sedikit tumpuan untuk berjalan menjadi negara maju, dan tidak lagi menjadi negara yang berkembang seperti sekarang. Saya pribadi mengharapkan setelah terlaksananya MDG’s di Indonesia, negara kita bisa sedikit lebih unggul dibandingkan dengan Malaysia. Dulu, pengajar dari Indonesialah yang menjadi guru di Malaysia, namun sekarang Malaysia menjadi lebih maju dibandingkan Indonesia. Sehingga, pasti kita dapat lebih maju lagi dari mereka.
    Namun pada kenyataannya, program MDG’s yang dilaksanakan oleh Indonesia belum sepenuhnya dapat berjalan dengan optimal. Untuk tujuan yang pertama yaitu pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Kebetulan saya berasal dari wilayah pedesaan di lereng Merapi, di sana tingkat kemiskinan masih sangat tinggi, dan hingga sekarang belum mendapatkan pemikiran dari pemerintah.
    Tujuan kedua masih diperlukan evaluasi dari pihak terkait. Terbukti pada tahun 2011 masih banyak anak Indonesia yang mengalami putus sekolah (hileud.com). Kebanyakan faktor penyebabnya adalah keadaan ekonomi keluarga anak-anak tersebut. “Delapan puluh persen menyatakan karena kesulitan ekonomi baik yang tidak punya dana untuk beli pakaian seragam, buku, transport atau kesulitan ekonomi yang mengharuskan mereka harus bekerja sehingga tidak mungkin bersekolah,” tutur Wamendiknas di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional, Rabu (21/12).
    Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan dengan target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. Saya kira sudah cukup dilaksanakan dengan baik di negara kita. Terbukti adanya persamaan hak dan kewajiban di bidang pendidikan.
    Tujuan kelima adalah menekan angka kematian ibu melahirkan. Walaupun belum maksimal, namun Indonesia sudah cukup mampu menekan angka kematian menjadi 228 per 100.000 pada tahun 2010. Dibandingkan dengan sebelumnya adalah 300 per 100.000 pada tahun 2004 (sabili.co.id).
    Mengurangi tingkat kematioan anak dan meningkatkan kesehatan ibu, menurut saya program ini telah terlaksana walaupun belum maksimal. Terbukti dengan adanya pembangunan-pembangunan klinik dan puskesmas di daerah pelosok-pelosok yang jauh dari kota.
    Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya, yaitu tujuan keenam. Bisa dikatakan tujuan ini belum tercapai oleh negara kita. Menurut berita, masih banyak penyakit-penyakit yang melanda Indonesia, sampai saat inipun masih sangat banyak penyakit yang menyebar di negara kita.
    Tujuan ketujuh, menjamin daya dukung lingkungan hidup dengan target, Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan. Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat
    Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh. Di negara kita memang telah banyak daerah-daerah yang sekarang memiliki akses air minum, namun masih banyak kampung-kampung kumuh.
    Untuk target perdagangan terbuka pada tujuan kedelapan MDG’s Indonesia, saya kira sudah cukup berjalan dengan baik. Sekarang ini terdapat pasar bebas yang berjalan di Indonesia, produk-produk luar negeri bebas keluar masuk Indonesia. Namun aturan pemerintah masih kurang tegas, sebaiknya tidak semua produk Indonesia berasal dari luar negeri. Untuk target membantu kebutuhan khusus negara kurang berkembang saya kira belum dapat dilaksanakan, karena negara kita sendiri sepertinya belum mampu untuk itu.

    ***

  14. 5 April 2011 pukul 03:43

    Program Millenium Development Goals (MDG’s) di Indonesia yang diupayakan tercapai pada 2015 merupakan tantangan yang sangat besar. Berbagai hal yang mencakup 8 tujuan MDG’s yang dapat diupayakan pemerintah Indonesia mencakup :
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
    Pemerintah dapat mengupayakan program – program pengentasan kemiskinan dan kelaparan dengan membuka lapangan pekerjaan yang sesuai dengan usia dan pendidikan bagi orang – orang yang hidup di jalanan dan kolong – kolong jembatan.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Pengupayaan wajib belajar 9 tahun bagi anak laki – laki dan perempuan secara merata di seluruh wilayah Indonesia
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Meningkatkan gizi makanan bagi anak untuk mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Mengurangi tingkat kematian ibu dalam proses melahirkan
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Penggunaan alat kontasepsi dan berhubungan seks bebas untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Memudahkan akses air minum yang sehat dan mengurangi pemukiman – pemukiman kumuh.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Meningkatkan pembangunan dan mengurangi tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional, memgembangkan perdagangan terbuka.

  15. Ika Dewi P
    5 April 2011 pukul 03:55

    Program MDGS yang telah dilaksanakan di Indonesia yaitu :
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim.
    -> Di Indonesia kemiskinan masih banyak terjadi dan masih juga banyak terjadi kelaparan di beberapa daerah Indonesia. Program pengentasan dan kemiskinan di Indonesia belum dapat dijalankan secara maksimal. Hal ini terlihat dari kondisi di Indonesia yang tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan pokoknya yang tergolong miskin.
    2. Pemerataan pendidikan dasar.
    -> Sebagian masyarakat masih kurang sadar akan pentingnya pendidikan. Anggapan bahwa anak perempuan tidak perlu pendidikan yang tinggi merupakan pemikiran yang sempit. Hal ini menyebabkan program pemerataan pendidikan yang dilakukan pemerintah terhambat. Oleh karena itu, pemerintah akan mengalami kesulitan dalam menjalankan program ini.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan.
    -> Pemerintah menjalankan progaram ini semstinya dan berusaha mengadakan persamaan jender yang ada. Program ini sudah berjalan dengan baik hanya saja masih ada beberapa orang yang beranggapan bahwa perempuan lemah dan bekerjanya tidak sebagus laki-laki.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    -> Resiko kematian anak di Indonesia masih tergolong tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kesadaran yang dimiliki masyarakat tentang kesehatan, hidup yang kurang sehat karena bertempat tinggal di lingkungan kumuh, dan sebagainya.Program ini akan dapat berjalan denganbaik apabila masyarakat juga mendukungnya.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    -> Program ini sangat bagus sekali karena dapat mengurangi reiko ibu hamil yang meninggal.Pemerintah juga harus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang baik terhadap keluarga yang kurang mampu.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    -> saat ini pergaulan bebas merajalela dan tidak mengenal umur. Pergaulan bebas yang ada dapat menyebabkan AIDS maupun penyakit lainnya. tidak hanya itu penggunaan narkoba yang ada juga berdampak buruk. Pemerintah harus berupaya keras untuk membantu masyarakat untuk sadar terhadap bahaya yang dapat ditimbulkannya.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    -> Menjamin daya dukung lingkungan hidup merupakan program yang bagus untuk dijalankan karena juga dapat mengurangi masyarakat yang sakit. Program ini sudah berjalan tetapi belum maksimal karena beberapa daerah masih ada yang belum mendapatkan air bersih.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    -> Kerja sama yang dilakukan Indonesia dengan negara-negara lain dapat berjalan dengan baik. Pemerintah Indonesia sebaiknya tidak terlalu banyak berhutang kepada negara lain karena kelak sulit untuk melunasinya.Program yang dilakukan ini dapat tercapai maksimal bila Indonesia dapat mengentaskan kemiskinan masyarakat Indonesia.

    • Ika Dewi P
      5 April 2011 pukul 03:59

      Nama : Ika Dewi Primadiati
      NPM : 08144600042
      Kelas: A1-08

      Program MDGS yang telah dilaksanakan di Indonesia yaitu :
      1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim.
      -> Di Indonesia kemiskinan masih banyak terjadi dan masih juga banyak terjadi kelaparan di beberapa daerah Indonesia. Program pengentasan dan kemiskinan di Indonesia belum dapat dijalankan secara maksimal. Hal ini terlihat dari kondisi di Indonesia yang tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan pokoknya yang tergolong miskin.
      2. Pemerataan pendidikan dasar.
      -> Sebagian masyarakat masih kurang sadar akan pentingnya pendidikan. Anggapan bahwa anak perempuan tidak perlu pendidikan yang tinggi merupakan pemikiran yang sempit. Hal ini menyebabkan program pemerataan pendidikan yang dilakukan pemerintah terhambat. Oleh karena itu, pemerintah akan mengalami kesulitan dalam menjalankan program ini.
      3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan.
      -> Pemerintah menjalankan progaram ini semstinya dan berusaha mengadakan persamaan jender yang ada. Program ini sudah berjalan dengan baik hanya saja masih ada beberapa orang yang beranggapan bahwa perempuan lemah dan bekerjanya tidak sebagus laki-laki.
      4. Mengurangi tingkat kematian anak
      -> Resiko kematian anak di Indonesia masih tergolong tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kesadaran yang dimiliki masyarakat tentang kesehatan, hidup yang kurang sehat karena bertempat tinggal di lingkungan kumuh, dan sebagainya.Program ini akan dapat berjalan denganbaik apabila masyarakat juga mendukungnya.
      5. Meningkatkan kesehatan ibu
      -> Program ini sangat bagus sekali karena dapat mengurangi reiko ibu hamil yang meninggal.Pemerintah juga harus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang baik terhadap keluarga yang kurang mampu.
      6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
      -> saat ini pergaulan bebas merajalela dan tidak mengenal umur. Pergaulan bebas yang ada dapat menyebabkan AIDS maupun penyakit lainnya. tidak hanya itu penggunaan narkoba yang ada juga berdampak buruk. Pemerintah harus berupaya keras untuk membantu masyarakat untuk sadar terhadap bahaya yang dapat ditimbulkannya.
      7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
      -> Menjamin daya dukung lingkungan hidup merupakan program yang bagus untuk dijalankan karena juga dapat mengurangi masyarakat yang sakit. Program ini sudah berjalan tetapi belum maksimal karena beberapa daerah masih ada yang belum mendapatkan air bersih.
      8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
      -> Kerja sama yang dilakukan Indonesia dengan negara-negara lain dapat berjalan dengan baik. Pemerintah Indonesia sebaiknya tidak terlalu banyak berhutang kepada negara lain karena kelak sulit untuk melunasinya.Program yang dilakukan ini dapat tercapai maksimal bila Indonesia dapat mengentaskan kemiskinan masyarakat Indonesia.

  16. 5 April 2011 pukul 03:56

    Millenium Development Goals (MDG’s)

    MDGs Indonesia cukup bervariasi di antara beberapa tujuan dan target yang telah diterapkan. Indonesia masih banyak tujuan yang belum tercapai dan bahkan menurun antara lain yaitu

    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim

    Indonesia masih mengalami kemiskinan sehingga pengentasaan kemiskinan belum tercapai. Justru penduduk di Indonesia masih banyak yang mengalami kemiskinan. Beberapa upaya telah dilakukan namun masih mengalami kegagalan.

    2. Pemerataan pendidikan dasar

    Indonesia telah dikatakan berhasil, karena pemerintah telah membuat program wajib belajar 9 tahun. Sehingga di Indonesia telah tercapai pemerataan pendidikan dasar.

    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan

    Indonesia telah terlaksana persamaan jender dan pemberdayaan perempuan. Kemajuan yang paling signifikan terdapat pada aspek kesetaraan gender di dunia pendidikan, yang saat ini hampir sama dengan jumlah pria di dunia pendidikan dan mencapai index 100.

    4. Mengurangi tingkat kematian anak

    Target penurunan tinggat kematian anak belum maksimal, ini ditunjukkaan dengan belum adanya keterlibatan seluruh dokter umum secara aktif dalam bidang penanganan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu penyebabnya.

    5. Meningkatkan kesehatan ibu

    Tingkat kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi. Ada beberapa faktor penyebab kematian ibu dan anak saat melahirkan, di antaranya faktor kesehatan, keterlambatan penanganan, dan perawatan kehamilan yang kurang.

    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya

    Rumah Sakit melakukan bentuk perlawanan terhadap HIV/AIDS, Malaria dan penyakit lainnya, dengan menurunkan pengguna napza suntik untuk mengurangi transmisi HIV, Penyelenggaraan program Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Pelayanan Voluntary Counselling and Testing (VCT)/ Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) bagi pasien Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM), Meningkatkan status kesehatan bagi pasien PTRM, In House Training tentang PTRM, In House Training tentang Napza, Pembinaan dan penyelenggaraan PTRM di satelit (Puskesmas dan Lapas), Melakukan kolaborasi TB-HIV, Melakukan survailance HIV, Melakukan research sehubungan dengan HIV, PTRM sebagai bagian dari Pelayanan Psikiatri Terpadu (Klinik Amarilys), Program DOT’s bekerjasama dengan LSM terkait, Peningkatan tenaga kesehatan terampil, Menjamin tersedianya obat-obat standar untuk penanganan kasus malaria, Membangun jejaring bekerjasama dengan Dinkes dalam menurunkan angka kematian akibat malaria.

    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup

    Sesuai agenda utama MDGs, penandatanganan Deklarasi Milenium merupakan bentuk penegasan dan komitmen pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi kemiskinan. Dari delapan tujuan Deklarasi Milenium, yang terkait erat dengan tema HAD tahun ini adalah tujuan ketujuh, yaitu menjamin adanya daya dukung lingkungan hidup.

    Terdapat tiga target utama dari tujuan ketujuh. Pertama, mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan. Kedua, mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat pada 2015. Ketiga, mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh pada 2020. Masalah pengurangan emisi juga menjadi agenda yang harus diatasi dalam tujuan ketujuh ini. Pencemaran air sungai akibat limbah rumah tangga dan limbah industri juga lebih sering terjadi. Setiap harinya, dua juta ton sampah dan limbah lainnya mengalir ke perairan dunia. Belum lagi, intensitas urbanisasi yang lebih tinggi daripada kemampuan kota-kota menampung para pendatang. Akibatnya, muncul daerah-daerah kumuh yang tidak bisa segera diatasi.

    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

    Indonesia aktif dalam berbagai forum internasional dan terus mengembangkan kemitraan yang bermanfaat dengan berbagai organisasi multilateral, mitra bilateral dan sektor swasta untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan (pro-poor). Untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan bantuan pembangunan di Indonesia, Jakarta Commitment telah ditandatangani 26 mitra pembangunan pada 2009. Bersamaan dengan ini, Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan pinjaman luar negeri pemerintah terhadap PDB.

  17. 5 April 2011 pukul 04:00

    Millenium Development Goals (MDG’s)

    MDGs Indonesia cukup bervariasi di antara beberapa tujuan dan target yang telah diterapkan. Indonesia masih banyak tujuan yang belum tercapai dan bahkan menurun antara lain yaitu

    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim

    Indonesia masih mengalami kemiskinan sehingga pengentasaan kemiskinan belum tercapai. Justru penduduk di Indonesia masih banyak yang mengalami kemiskinan. Beberapa upaya telah dilakukan namun masih mengalami kegagalan.

    2. Pemerataan pendidikan dasar

    Indonesia telah dikatakan berhasil, karena pemerintah telah membuat program wajib belajar 9 tahun. Sehingga di Indonesia telah tercapai pemerataan pendidikan dasar.

    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan

    Indonesia telah terlaksana persamaan jender dan pemberdayaan perempuan. Kemajuan yang paling signifikan terdapat pada aspek kesetaraan gender di dunia pendidikan, yang saat ini hampir sama dengan jumlah pria di dunia pendidikan dan mencapai index 100.

    4. Mengurangi tingkat kematian anak

    Target penurunan tinggat kematian anak belum maksimal, ini ditunjukkaan dengan belum adanya keterlibatan seluruh dokter umum secara aktif dalam bidang penanganan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu penyebabnya.

    5. Meningkatkan kesehatan ibu

    Tingkat kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi. Ada beberapa faktor penyebab kematian ibu dan anak saat melahirkan, di antaranya faktor kesehatan, keterlambatan penanganan, dan perawatan kehamilan yang kurang.

    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya

    Rumah Sakit melakukan bentuk perlawanan terhadap HIV/AIDS, Malaria dan penyakit lainnya, dengan menurunkan pengguna napza suntik untuk mengurangi transmisi HIV, Penyelenggaraan program Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Pelayanan Voluntary Counselling and Testing (VCT)/ Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) bagi pasien Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM), Meningkatkan status kesehatan bagi pasien PTRM, In House Training tentang PTRM, In House Training tentang Napza, Pembinaan dan penyelenggaraan PTRM di satelit (Puskesmas dan Lapas), Melakukan kolaborasi TB-HIV, Melakukan survailance HIV, Melakukan research sehubungan dengan HIV, PTRM sebagai bagian dari Pelayanan Psikiatri Terpadu (Klinik Amarilys), Program DOT’s bekerjasama dengan LSM terkait, Peningkatan tenaga kesehatan terampil, Menjamin tersedianya obat-obat standar untuk penanganan kasus malaria, Membangun jejaring bekerjasama dengan Dinkes dalam menurunkan angka kematian akibat malaria.

    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup

    Sesuai agenda utama MDGs, penandatanganan Deklarasi Milenium merupakan bentuk penegasan dan komitmen pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi kemiskinan. Dari delapan tujuan Deklarasi Milenium, yang terkait erat dengan tema HAD tahun ini adalah tujuan ketujuh, yaitu menjamin adanya daya dukung lingkungan hidup.

    Terdapat tiga target utama dari tujuan ketujuh. Pertama, mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan. Kedua, mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat pada 2015. Ketiga, mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh pada 2020. Masalah pengurangan emisi juga menjadi agenda yang harus diatasi dalam tujuan ketujuh ini. Pencemaran air sungai akibat limbah rumah tangga dan limbah industri juga lebih sering terjadi. Setiap harinya, dua juta ton sampah dan limbah lainnya mengalir ke perairan dunia. Belum lagi, intensitas urbanisasi yang lebih tinggi daripada kemampuan kota-kota menampung para pendatang. Akibatnya, muncul daerah-daerah kumuh yang tidak bisa segera diatasi.

    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

    Indonesia aktif dalam berbagai forum internasional dan terus mengembangkan kemitraan yang bermanfaat dengan berbagai organisasi multilateral, mitra bilateral dan sektor swasta untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan (pro-poor). Untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan bantuan pembangunan di Indonesia, Jakarta Commitment telah ditandatangani 26 mitra pembangunan pada 2009. Bersamaan dengan ini, Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan pinjaman luar negeri pemerintah terhadap PDB.

  18. NURBIANTORO
    5 April 2011 pukul 04:01

    Program MSHS yang di jalankan di indnesia di antaranya sebagai berikut:
    a.Untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan yang sangat beser jumlahnya di Indonesia belum dapat terpenuhi karena masih banyak penduduk Indonesia yang kelaparan dan masih ada kesenjangan dalam bidang kesehatan untuk warga miskin.
    b. Mendukung adanya persaman dan pemberdayaan terhadap wanita untuk di Indonesia sudah diterapkan tapi masih ada yang tidak dilaksanakan atau di terapkan pada kalangan masyarakat.
    c. Pemerataan pendidikan dasar yang dilakukan di Indonesia sudah mengalami kemajuan yan g sangat pesat,karena sudah di terapkan wajib belajar 9 tahun,namun kendala yang terjadi di masyarakat mahalnya biaya pendidikan dan kurang sadarnya masyarakat terhadap pendidikan.
    d.Pengurangan tingkat kematian anak di indonesia sangat tinggi.
    e. Peningkatan kesehatan ibu masih kurang,karena kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu hamil, hal ini juga karena faktor kemiskinan dan faktor pelayanan kesehatan yang mahal dan tidak terjangkau bagi warga indonesia,terutama warga miskin.
    f. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya untuk perlawanan penyakit HIV / aids masih tinggi karena masih banyaknya pergaulan bebes yangt memicu terjadinya seks bebas,walau sudah di lakukan pemberantasan, tapi kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit HIV/AIDS,sehingga masih banyak masyarakat yang terkena penyakit tersebut.
    g. Menjamin daya dukung lingkungan hidup di Indonesia sudah dilakukan tapi belum menyeluruh karena masih banyak yang belum mendapat perawatan kesehatan yang memadahi dan pasokan air bersih.
    h.Dalam mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan, Indonesia sudah menjalankan kemitraan dengan negara lain baik di bidang ekonomi maupun pembangunan.

    ~ Masih banyak yang perlu di evalusi oleh negara terkait program MDGs karena masih ada faktor yang masih sangat yang belum bisa teratasi yaitu faktor kemiskinan yang sangat tinggi.

  19. 5 April 2011 pukul 04:02

    Nama : Dhimas Hardhiana Dwi Putra
    NPM : 08144600135
    PGSD/A1/08
    Evalusai Millenium Development Goal’s (MDG’s)
    Untuk program MDGS yang dijalankan oleh Indonesia adalah :
    1. Mengentaskan kemiskinan dan kelaparan,dalam tujuan ini sampai tahun 2011 belum ada perubahan, kemiskinan dan kelaparan sepertinya malah semakin bertambah, banyak masyarakat yang mengalami gizi buruk terutama pada anak-anak.

    2. Pemerataan pendidikan dasar yang dilakukan di Indonesia belum semuanya terlaksanakan, dikarenakan adanya pendidikan yang masih mahal.

    3. Mendukung persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, dalam tujuan ini sudah ada perubahan, perempuan menjadi pimpinan dinegara ini contohnya ibu Megawati Soekarno Poetri (Mantan Presiden RI).

    4. Mengurangi tingkat kematian pada anak, pada tujuan ini sudah ada cara mengantisipasi kematian anak usia dibawah 5 tahun, contohnya di Negara saya Negara Indonesia, pemberian vitamin dan imunisasi campa pada anak dibawah usia dibawah usia 5 tahun sudah banyak digalakkan. Pemberian ASI eksklusif selama 2 tahun.

    5. Meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi dua pertiga kematian ibu dalam proses melahirkan, dalam tujuan ini sepertinya masih sulit untuk dicapai, karena faktor kemiskinan dan faktor pelayanan kesehatan yang kurang untuk warga miskin.

    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya, dalam tujuan ini perlawanan HIV/AIDS sudah digalakkan aturan seperti misalnya jangan melakukan hubungan sex secara berganti-ganti pasangan, jangan menggunakan jarum suntik bekas,sedangkan malaria sudah pula digalakkan penyemprotan obat oleh Dinas Kesehatan di lingkungan masyarakat sekitar.

    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup, dalam tujuan ini perlu adanya campur tangan pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak.

    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Indonesia sudah menajalankan kemitraan dengan negara lain baik di bidang ekonomi maupun pertahanan dan juga pembangunan.
    Masih banyak yang perlu di evalusi oleh negara terkait program MDGs karena semuanya belum optimal untuk dikembangkan di daerah – daerah, karena banyak faktor salah satunya adalah kemiskinan dan daya dukung masyarakat.

    Maka jika dilihat secara global tujuan Pembangunan Milenium MDG pada tahun 2015 tersisa 4 tahun. Namun, delapan target yang menjadi sasaran masih jauh dari harapan sehingga muncul kekhawatiran target-target itu akan sulit tercapai. Kedelapan target MDGs ini dikhawatirkan tak tercapai jika kendala seperti bencana alam terus terjadi. Selain bencana alam, adanya perubahan iklim, krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan juga berpotensi jadi kendala utama. Target sulit tercapai sebenarnya juga akibat kebijakan pemerintah yang tidak difokuskan pada MDGs.

    ^,^

  20. 5 April 2011 pukul 04:03

    Nama : Ainun ainiyah
    Kelas : A1.08/ 08144600028
    Mata Kuliah : Perspektif Global(5 April 2011)

    MDGs merupakan komitmen 189 negara di dunia yang dibuat dalam pertemuan PBB tahun 2000. Dalam pertemuan tersebut, ditandatangani Deklarasi Millennium oleh para kepala negara anggota PBB termasuk oleh presiden Indonesia saat itu, yakni Abdurrahman Wahid. Deklarasi Millennium juga dapat dikatakan sebagai janji negara-negara yang menandatangani untuk mengurangi separuh proporsi penduduk miskin di negaranya maupun dunia, memastikan semua anak menuntaskan pendidikan dasar, menghilangkan kesenjangan gender pada semua jenjang pendidikan, mengurangi dua pertiga angka kematian bayi, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi penyakit menular, memastikan kelangsungan lingkungan hidup, dan meningkatkan kerja sama global untuk pembangunan. Kesemuanya ada delapan tujuan yang selanjutnya diturunkan dalam 21 target dan diukur dalam 60 indikator.
    Kita tentu tidak boleh menutup mata bahwa pemerintah tidak berdiam diri dalam menuntaskan pencapaian MDGs pada tahun 2015. Peta jalan untuk percepatan pencapaian MDGs di Indonesia telah dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2010 mengenai Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

    Bahkan, Presiden SBY juga telah menunjuk Nina F Moeloek sebagai Utusan Khusus Presiden untuk MDGs (Special Envoy for President on MDGs). Namun, langkah tersebut tidaklah memadai jika hanya ditindaklanjuti dengan pendirian Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Nasional dan institusi sejenis di tingkat daerah tanpa disertai dengan perubahan format penganggaran pembangunan (baik di APBN maupun APBD) yang berbasis pada pencapaian MDGs.

    Selama ini indikator-indikator yang dipakai untuk penyusunan APBN dan APBD hanya indikator-indikator makroekonomi tanpa menyertakan indikator target MDGs dan IPM.

    Oleh karena itu, harus ada perubahan mendasar dalam menilai keberhasilan pembiayaan negara, bukan hanya pada tingkat penyerapan anggaran tetapi juga pada dampak penggunaan anggaran pada pencapaian target MDGs dan indikator IPM yang terukur.

    Titik lemah lain dalam upaya pencapaian MDGs di Indonesia adalah tidak adanya pengakuan inisiatif masyarakat (baik organisasi masyarakat sipil maupun sektor swasta) yang selama ini punya peran dalam upaya pencapaian MDGs di Indonesia. Pemerintah Indonesia tidak pernah mendorong rasa kepemilikan bersama (ownership) MDGs ini kepada seluruh rakyatnya.

    Setidaknya dalam empat kali laporan yang disusun oleh Pemerintah Indonesia sangat kuat kesan bahwa pencapaian MDGs identik dengan pelaksanaan program pemerintah. Padahal kita tahu, ada banyak inisiatif dan kreativitas masyarakat muncul dalam menjawab masalah kemiskinan pada saat negara absen memenuhi kewajibannya.

    Ironisnya, pemerintah tak pernah mengakuinya dalam laporan MDGs. Pemerintah lebih asyik menyajikan laporan pencapaian MDGs dalam grafik-grafik statistik yang tak bisa mengukur wajah kemiskinan yang berbeda konteks dan pengalaman kesejarahannya.

    Upaya Pemerintah Indonesia merealisasikan Sasaran Pembangunan Milenium pada tahun 2015 akan sulit karena pada saat yang sama pemerintah juga harus menanggung beban pembayaran utang yang sangat besar. Program-program MDGs seperti pendidikan, kemiskinan, kelaparan, kesehatan, lingkungan hidup, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan membutuhkan biaya yang cukup besar.
    Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan, per 31 Agustus 2008, beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar dari Rp97,7 triliun (2009) hingga Rp81,54 triliun (2015) rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. Jumlah pembayaran utang Indonesia, baru menurun drastis (2016) menjadi Rp66,70 triliun. tanpa upaya negosiasi pengurangan jumlah pembayaran utang Luar Negeri, Indonesia akan gagal mencapai tujuan MDGs.
    Menurut Direktur Eksekutif International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) Don K Marut Pemerintah Indonesia perlu menggalang solidaritas negara-negara Selatan untuk mendesak negara-negara Utara meningkatkan bantuan pembangunan bukan utang, tanpa syarat dan berkualitas minimal 0,7 persen dan menolak ODA (official development assistance) yang tidak bermanfaat untuk Indonesia.

    Menanggapi pendapat tentang kemungkinan Indonesia gagal mencapai tujuan MDGs apabila beban mengatasi kemiskinan dan mencapai tujuan pencapaian MDG di tahun 2015 serta beban pembayaran utang diambil dari APBN di tahun 2009-2015, Sekretaris Utama Menneg PPN/Kepala Bappenas Syahrial Loetan berpendapat apabila bisa dibuktikan MDGs tidak tercapai di 2015, sebagian utang bisa dikonversi untuk bantu itu. Pada tahun 2010 hingga 2012 pemerintah dapat mengajukan renegosiasi utang. Beberapa negara maju telah berjanji dalam konsesus pembiayaan (monetary consensus) untuk memberikan bantuan. Hasil kesepakatan yang didapat adalah untuk negara maju menyisihkan sekitar 0,7 persen dari GDP mereka untuk membantu negara miskin atau negara yang pencapaiannya masih di bawah. Namun konsensus ini belum dipenuhi banyak negara, hanya sekitar 5-6 negara yang memenuhi sebagian besar ada di Skandinavia atau Belanda yang sudah sampai 0,7 persen.

    Sumber evaluasi :
    1. http://opiniindonesiaonline.wordpress.com/2009/10/27/millennium-development-goals/
    2. http://library.wri.or.id/index.php?p=show_detail&id=3040

  21. 5 April 2011 pukul 04:03

    Evaluasi program MDGS yang dijalankan oleh Indonesia dengan target tahun 2015 adalah:

    1. Dalam hal pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim di Indonesia belum dapat terpenuhi karena masih banyak penduduk Indonesia yang kelaparan dan angka kemiskinan yang masih tinngi dan belum tersentuh oleh pemerintah terutama di daerah terpencil
    2. Pemerataan pendidikan dasar di Indonesia belum terlaksana dengan baik karena banyak daerah tertinggal yang masih kekurangan fasilitas pendidikan, sehingga masyarakat daerah tersebut tidak dapat mengenyam pendidikan secara layak.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan , Indonesia sudah terlaksana dengan baik
    4. Mengurangi tingkat kematian anak, belum sepenuhnya terlaksan akarena angka kematian anak di Indonesia masih cukup tinggi.
    5.Meningkatkan kesehatan ibu , hal ini sangat penting di upayakan karena di Indonesia banyak warga miskin yang belum sadar akan pentingnya gizi bagi ibu hamil, sehingga dapat mengurangi resiko kematian saat melahirkan
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya untuk perlawanan penyakit IHIV / di Indonesia HIV/AIDS masih tinggi karena masih banyaknya pengguna narkoba dan seks bebas pemerintah juga telah melakukan tindakan pengurangan dengan baik
    7.Menjamin daya dukung lingkungan hidup di Indonesia sudah dijalankan tatpi belum sepenuhnya berjalan karena masih terjadi pemanfaatan sumber daya yang berlebihan dan bnayaknya penduduk Indonesia yang hidup di lingkungan yang tidak sehat
    8.Mengembangkan kemitraan global , dalam hal ini Indonesia sudah melakukanya dengan baik, hubungan Indonesia dengan Negara-negara lain juga sudah baik dan menguntungkan untuk kemajuan indonesia

  22. 5 April 2011 pukul 04:06

    febby bagus s
    pgsd A1-08
    08144600128

  23. Heni Puspawati
    5 April 2011 pukul 04:07

    1. MDG’S yang diterapkan di Indonesia sampai tahun 2011 masih belum terealisasikan dengan baik. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim di Indonesia sudah mulai dilaksanakan tetapi masih banyak penduduk Indonesia yang miskin dan kelaparan. Wilayah Indonesia sangat luas sehingga banyak penduduk Indonesia di daerah pelosok yang masih kurang diperhatikan oleh pemerintah sehingga penduduk di derah tersebut hidup miskin.
    2. Pemeratan pendidikan dasar di Indonesia sudah beberapa tahun ini dilaksanakan. Sampai pada tahun 2011 pemerintah masih menjalankan program wajib belajar sembilan tahun (Wajar). Yang menjadi kendala pendidikan di indonesia saat ini yaitu kurangnya jumlah guru di indonesia.
    3. Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.di Indonesia sudah terealisasikan, di dalam pendidikan sudah tidak dipermasalahkan tentang perbedaan gender.Pada saat ini banyak kepala sekolah wanita sehingga tidak selalu laki-laki.Banyak juga pekerjaan yang biasanya dikerjakan laki-laki tetapi pada saat inidapat dikerjakan oleh wanita, misalnya pada saat ini ada sopir bus wanita dan satpam wanita, bahkan Indonesia pernah dipimpin oleh Presiden Wanita.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak. Pada saat ini target tersebut sudah mulai dijalankan di Indonesia. pada tahun ini sudah mulai ada penyuluhan ke desa-desa tentang perbaikan gizi pada balita.Ibu-ibu yang sudah mengerti tentang pentingnya gizi pada anak-anak maka akan lebih memperhatikan kesehatan anaknya. Program KB juga merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk mengurangi tingkat kematian anak. Anak cukup dua, apabila program itu dilaksanakan oleh keluarga dari latar belakang yang kurang mampu, maka tujuannya yaitu supaya keluarga tersebut mampu membiayai hidup anak-anaknya. Karena terlalu banyak anak juga kurang baik, karena orang tua harus bertanggung jawab untuk menghidupi anak tersebut dengan baik.
    5. Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan. Program ini sudah mulai dijalankan di Indonesia. melalui program KB, pemerintah dapat mengurangi rasio kematian ibu ketika melahirkan.adanya bidan-bidan yang di tugaskan ke desa-desa itu juga merupakan upaya dari pemerintah. Banyak masyarakat desa yang melahirkan hanya di bidan desa dan tidak di rumah sakit, sehingga bidan desa sangat di dengarkan nasehatnya oleh para ibu hamil. dengan adanya bidan desa tersebut ibu-ibu hamil dapat konsultasi dan memeriksakan kandungannya setiap saat, dengan biaya terjangkau dan di tempat yang tidak terlalu jauh (biasanya praktek di dekat balai desa).
    6. Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.Di Indonesia target tersebut sudah mulai dilaksanakan. pendidikan seks pada saat ini sudah mulai diberikan pada anak-anak sekolah, supaya anak tersebut mengerti dan anak akan menjaga dirinya dan tidak melakukan hal yang menyimpang.sosialisasi tentang HIV/ AIDS juga sudah diberikan pada masyarakat,sehingga masyarakat mengerti dan mereka tidak melakukan hubungan seks secara sembarangan.
    7.Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan
    Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat.Indonesia merupakan salah satu negara berkembang, pembangunan masih bayak dilaksanakan di Indonesia,sehingga pada program ini Indonesia juga sedang melaksanakannya. Pada saat ini anak-anak sudah mulai ditanamkan sikap untuk mencintai dan menjaga lingkungan sekitar, sehingga pada tahun 2015 mendatang Sumber daya lingkungan masih bagus.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.Pada target ke 8 ini, Indonesia sudah melaksanakannya. Indonesia sudah menjalin kerjasama dengan negara-negara lain di dunia. Hubungan kerjasama misalnya dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.Indonesia melakukan kerjasama dengan negara lain supaya Indonesia dapat berkembang dan sejajar dengan negara-negara di dunia.Indonesia melakukan Eksport dan Import barang, merupakan salah satu contoh bentuk kerjasama dengan negara lain.Indonesia juga sudah mulai mengurangi tingkat kemiskinan sesuai target, hanya saja belum terlaksana dengan baik, karena mssih banyak penduduk Indonesia yang miskin.Indonesia merupakan negara yang masih berkembang sehingga MDG’s merupakan tantangan yang besar bagi Indonesia dan untuk merealisasikannya tentu saja membutuhkan waktu yang lama. Jadi 8 target atau tujuan MDG’s di Indonesia belum tercapai sampai tahun 2011 ini.

  24. 5 April 2011 pukul 04:07

    Nama : Alim Mustafa
    Kelas/Prodi : A1-08/PGSD
    NPM : 08144600013

    Tugas saya tulis di blog: alimmustafa.wordpress.com

  25. putri nunung I
    5 April 2011 pukul 04:23

    baik buk

  26. 5 April 2011 pukul 04:26

    Menurut saya, diIndonesisa program MGD’s belum berjalan seperti yang semestinya, karena masyarakat belum banyak yang mengetahui adanya program MDG’s. sehingga tanggung jawab pemerintah adalah member penyuluhan tentang program MDG’s, penyuluhan tidak hanya dilakukan didaerah yang mudah dijangkau saja, tetapi dilakukan juga didaerah yang masih terpencil. Agar semua warga negara Indonesia mengetahui adanya program MDG’s.
    Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Menurut saya, pemerintah Indonesia perlu meningkatkan lapangan pekerjaan untuk mengurangi tingkat pengangguran yang mengakibatkan kemiskinan dan kelaparan. Pemerintah harus segera menjalankan program tersebut, walaupun target untuk mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan pada tahun 2015, karena pengangguran, kemiskinan dan kelaparan di Indonesia cukup besar. Apabila pemerintah Indonesia masih menunggu dan menganggap tahun 2015 masih lama, maka target di tahun 2015 untuk mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan kemungkinannya sangat kecil untuk tercapai.
    2. Menurut saya, faktor yang mempengaruhi anak di Indonesia tidak dapat menyelesaikan tahap pendidikan dasar adalah faktor ekonomi. Sehingga tugas bagi Pemerintahan Indonesia adalah, bagaimana agar permasalahan tersebut dapat teratasi.
    Menurut saya ada dua cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu:
    1) Meningkatkan lapangan pekerjaan. Seperti penjelasan seperti poin nomor satu.
    2) Membebaskan biaya pendidikan bagi anak yang kurang mampu, agar target pada poin nomor dua dapat terwujud di Indonesia.
    3. Menurt saya, program ini sudah berjalan dengan baik di Indonesia, bahwa di Indonesia sudah adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan, dan mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah.
    4. Menurt saya, pemerintah Indonesia perlu meningkatkan kualitas kesehatan bagi anak-anak, khususya usia dibawah 5 tahun. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pentingnya gizi bagi anak-anak. Mendirikan POSYANDU disetiap daerah di Indonesia, terutama di pemukiman yang masih kurangnya pelayanan kesehatan yang memadai.
    5. Menurut saya, pemerintah Indonesia perlu memberikan penyuluhan tentang pentingya menjaga kesehatan kepada ibu-ibu hamil yang akan melahirkan, agar proses melahirkan berjalan dengan lancar.
    6. Menurut saya, pemerintah perlu memberikan penyuluhan tentang penyakit HIV/AIDS, malaria dan penyakit berat lainya. Warga harus mengetahui seberapa bahayanya penyakit tersebut dan cara untuk mencegah timbulnya penyakit tersebut.
    7. Menurut saya, pemerintah berupaya menjaga sumber daya lingkungan sehingga pada tahun mendatang tercipta lingkungan yang sehat, termasuk masyarakat mempunyai akses air minum yang sehat dan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal didaerah kumuh.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.
    Target:
    1. Menurut saya, pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan bantuan lapangan pekerjaan.
    2. Menurut saya, bagi Negara-negara maju dapat memberikan bantuan kepada Negara-negara kurang berkembang, Negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil secara materiil. Sehingga masyarakat yang tinggal di Negara tersebut akan merasa lebih sejahtera.

  27. 5 April 2011 pukul 04:28

    Nama : Supriyanto
    Kelas : PGSD/A1-08
    NPM : 08144600103
    Menurut saya, diIndonesisa program MGD’s belum berjalan seperti yang semestinya, karena masyarakat belum banyak yang mengetahui adanya program MDG’s. sehingga tanggung jawab pemerintah adalah member penyuluhan tentang program MDG’s, penyuluhan tidak hanya dilakukan didaerah yang mudah dijangkau saja, tetapi dilakukan juga didaerah yang masih terpencil. Agar semua warga negara Indonesia mengetahui adanya program MDG’s.
    Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Menurut saya, pemerintah Indonesia perlu meningkatkan lapangan pekerjaan untuk mengurangi tingkat pengangguran yang mengakibatkan kemiskinan dan kelaparan. Pemerintah harus segera menjalankan program tersebut, walaupun target untuk mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan pada tahun 2015, karena pengangguran, kemiskinan dan kelaparan di Indonesia cukup besar. Apabila pemerintah Indonesia masih menunggu dan menganggap tahun 2015 masih lama, maka target di tahun 2015 untuk mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan kemungkinannya sangat kecil untuk tercapai.
    2. Menurut saya, faktor yang mempengaruhi anak di Indonesia tidak dapat menyelesaikan tahap pendidikan dasar adalah faktor ekonomi. Sehingga tugas bagi Pemerintahan Indonesia adalah, bagaimana agar permasalahan tersebut dapat teratasi.
    Menurut saya ada dua cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu:
    1) Meningkatkan lapangan pekerjaan. Seperti penjelasan seperti poin nomor satu.
    2) Membebaskan biaya pendidikan bagi anak yang kurang mampu, agar target pada poin nomor dua dapat terwujud di Indonesia.
    3. Menurt saya, program ini sudah berjalan dengan baik di Indonesia, bahwa di Indonesia sudah adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan, dan mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah.
    4. Menurt saya, pemerintah Indonesia perlu meningkatkan kualitas kesehatan bagi anak-anak, khususya usia dibawah 5 tahun. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pentingnya gizi bagi anak-anak. Mendirikan POSYANDU disetiap daerah di Indonesia, terutama di pemukiman yang masih kurangnya pelayanan kesehatan yang memadai.
    5. Menurut saya, pemerintah Indonesia perlu memberikan penyuluhan tentang pentingya menjaga kesehatan kepada ibu-ibu hamil yang akan melahirkan, agar proses melahirkan berjalan dengan lancar.
    6. Menurut saya, pemerintah perlu memberikan penyuluhan tentang penyakit HIV/AIDS, malaria dan penyakit berat lainya. Warga harus mengetahui seberapa bahayanya penyakit tersebut dan cara untuk mencegah timbulnya penyakit tersebut.
    7. Menurut saya, pemerintah berupaya menjaga sumber daya lingkungan sehingga pada tahun mendatang tercipta lingkungan yang sehat, termasuk masyarakat mempunyai akses air minum yang sehat dan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal didaerah kumuh.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.
    Target:
    1. Menurut saya, pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan bantuan lapangan pekerjaan.
    2. Menurut saya, bagi Negara-negara maju dapat memberikan bantuan kepada Negara-negara kurang berkembang, Negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil secara materiil. Sehingga masyarakat yang tinggal di Negara tersebut akan merasa lebih sejahtera.

  28. Alfia
    5 April 2011 pukul 04:31

    Nama : Alfia Ervin Maeni
    Kelas : A1-2008
    NIM : 08144610122

    Evaluasi Program MDG’s di Indonesia
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
    Kebijakan kegiatan perekonomian yang tidak bersahabat dengan rakyat, sehingga akan sangat sulit untuk meningkatkan kemiskinan masyarakat Indonesia. Adanya inflasi yang tidak menguntungkan masyarakat dan kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi tantangan serius yang harus segera dibenahi. Sebaiknya pemerintah menyediakan akses yang memudahkan masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan gizi; termasuk keluarga berencana, serta akses terhadap infrastruktur dasar seperti sanitasi dan air bersih.

    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Masih tingginya anak usia sekolah yang tidak menikmati bangku sekolah. Kesenjangan partisipasi pendidikan antara kelompok masyarakat miskin dan
    masyarakat kaya masih menonjol. Kesenjangan antar kelompok masyarakat tampak nyata terutama pada jenjang pendidikan lanjutan, yaitu SLTP dan SLTA . Oleh karenanya, peningkatan pemerataan pelayanan pendidikan sangat penting, terutama bagi anak-anak yang tergolong dalam kelompok keluarga miskin, khususnya yang tinggal di daerah perdesaan. Rendahnya daya tampung pendidikan anak usia dini terutama disebabkan oleh rendahnya jangkauan pelayanan pendidikan anak usia dini. kualitas pendidikan yang masih rendah menyebabkan penyelenggara pelayanan pendidikan belum mampu memberikan kompetensi sesuai dengan tahap pendidikan yang dijalani peserta didik. Dan tinginya angka pernikahan dini yang akan menghambat program ini. Akan lebih baik apabila pihak pemerintah memberikan penyuluhan-penyukuhan yang terus-menerus agar program ini dapat berhasi. Menyediakan sekolah gratis saja tidak akan menghilangkan fenomena-fenomena yang terjadi.

    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Kekerasan terhadap perempuan seharusnya menjadi salah satu indikator dari Tujuan Pembangunan Milenium Ketiga yang ingin mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Kekerasan terhadap perempuan menyebabkan perempuan terpuruk pada posisi tak berdaya dan subordinat, yang menjauhkannya dari akses atas kehidupan publik. Kekerasan terhadap perempuan ini berdampak pada seluruh aspek kehidupan perempuan. Feminisasi kemiskinan atau proses pemiskinan perempuan akan terus berlangsung dan menjadi semakin buruk jika isu kekerasan perempuan tidak disentuh. Domestifikasi dan peminggiran perempuan secara sistematis tak dapat dibendung yang menyebabkan posisi dan peran perempuan dalam dunia publik akan semakin terbatas. Budaya patriarkhi, yaitu budaya yang memprioritaskan kepemimpinan lakilaki, yang masuk kedalam penafsiran agama dan tradisi merupakan faktor utama terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Budaya patriarkhi ini ternyata juga mempengaruhi berbagai kebijakan publik di Indonesia termasuk Peraturan-Peraturan Daerah (Perda) yang diskriminatif terhadap perempuan. Komnas Perempuan (2007) mengungkapkan sampai dengan tahun 2007 tercatat lebih dari 100 Perda bernuansa agama dan adat yang tidak memberikan ruang bagi perempuan.

    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Terdapat tiga penyebab utama kematian bayi yang masih menjadi tantangan
    besar untuk diatasi. Ketiga hal tersebut adalah infeksi saluran pernafasan akut (ISPA ), komplikasi perinatal, dan diare. Gabungan ketiga penyebab ini memberi andil bagi 75 persen kematian bayi. Pola penyebab utama kematian balita juga hampir sama, yaitu penyakit saluran pernafasan, diare, penyakit syaraf—termasuk meningitis dan encephalitis—dan tifus. Belum lagi kematian anak diusia satu tahun, yang menunjukkan bahwa masih rendahnya status kesehatan ibu dan bayi baru lahir, rendahnya akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak; serta perilaku ibu hamil, keluarga, serta masyarakat yang belum mendukung perilaku hidup bersih dan sehat. Penurunan neonatal ini relatif lebih lambat dibanding kematian bayi secara keseluruhan. Oleh karena
    itu, upaya untuk menurunkan kematian neonatal merupakan kunci utama dalam keberhasilan penurunan kematian bayi.

    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan (30%), eklampsia (25%), partus lama (5%), komplikasi aborsi (8%), dan infeksi (12%). Resiko kematian meningkat, bila ibu menderita anemia, kekurangan energi kronik dan penyakit menular. Aborsi yang tidak aman bertanggung jawab pada 11 persen kematian ibu di Indonesia. Aborsi yang tidak aman ini biasanya terjadi karena kehamilan yang tidak inginkan (unwanted pregnancy).Resiko kematian ibu semakin besar dengan adanya anemia, kekurangan energi kronik (KEK), dan penyakit
    menular seperti malaria, tuberkulosis (TB), hepatitis, serta HIV/AIDS. Pada tahun 1995, misalnya, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 51 persen dan pada ibu nifas 45 persen. Sementara pada tahun 2002 terdapat 17,6 persen wanita usia subur yang menderita KEK. Tingkat sosial ekonomi, tingkat pendidikan, faktor budaya, akses terhadap sarana kesehatan, transportasi, dan tidak meratanya distribusi tenaga terlatih –terutama bidan– juga berkontribusi secara tidak langsung terhadap kematian ibu. Penurunan angka kematian ibu sangat ditentukan oleh berbagai faktor yang justru berada di luar sektor kesehatan. Hal ini disebabkan oleh status kesehatan manusia yang bukan hanya dipengaruhi oleh sektor kesehatan, melainkan juga faktor-faktor lain (determinan) seperti lingkungan fisik (prasarana), lingkungan sosial ekonomi, serta lingkungan budaya dan politik. Determinan lain adalah sifat-sifat yang melekat pada genetik individu, perilaku, serta gaya hidup. Dengan demikian, untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan upaya yang sistematis dan terfokus.

    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Jika dilihat dari data pengidap HIV/AIDS yang terus meningkat, pada akhir tahun 2015 diperkirakan akan terjadi penularan HIV/AIDS secara kumulatif sebanyak 38.500 anakyang dilahirkan dari ibu yang positif HIV/AIDS. HAl ini menunjukkan bahwa ancaman HIV/AIDS telah menjadi ancaman yang sangat serius bagi bangsa Indonesia. Dengan perkembangan seperti ini, jika tidak ada upaya yang serius dari pemerintah, HIV/AIDS akan berkembang semakin cepat. Saat ini upaya penanggulangannya masih terkonsentrasi pada kelompok perilaku beresiko seperti napza suntik, pekerja seks, dan pelanggan seks. Upaya pencegahan perlu diperluas, terutama untuk mencegah HIV/AIDS tidak semakin menyebar pada populasi umum. Untuk penyakit lainnya seperti malaria dan TBC, selain pengobatan gratis, pemerintah harus memberikan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih yang dilakukan secara kontinyu.

    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    kebakaran hutan dan lahan, perambahan hutan, pembalakan liar (illegal
    logging), konversi hutan, dan pengelolaan hutan yang tidak lestari adalah penyebab terjadinya kerusakan hutan di Indonesia saat ini. Yang paling parah adalah terjadinya kebakaran hutan yang akan menyebabkan menurunnya kualitas udara yang disebabkan oleh asap yang ditimbulkan. Pemerintah harus memberikan pengawasan langsung terhadap kelestarian lingkungan dan hutan agar tidak terjadi lagi pelangaran-pelanggaran yang pastinya akan merugikan bangsa Indonesia khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya. pemerintah harus menindak tegas kepada para perilaku pelanggaran.

    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Pengelolaan pinjaman luar negeri yang masih terkendala rendahnya tingkat penyerapan dana pinjaman. HAl ini disebabkan oleh keterlambatan pelaksanaan proyek karena permasalahan teknis yang dihadapi yang akan berpengaruh pada meningkatnya akumulasi biaya komitmen serta mengurangi manfaat proyek karena tidak selesai tepat waktu sesuai rencana.
    Terjadinya ledakan pengangguran pada setiap tahunnya akibat dari rendahnya lapangan kerja yang tersedia, pertumbuhan ekonomi tidak menjamin tersedianya lapangan kerja yang luas, pemerintah harus bekerjasama dengan instansi atau lembaga-lembaga tertentu untuk menuntaskan masalah tersebut.

    Sumber : http://p3b.bappenas.go.id/docs/MDGs%20Report%202007/id_mdgr2007_bahasa_131207.pdf

  29. 5 April 2011 pukul 04:32

    Nama : Yeny Kurnila sari
    NPM : 08144600020
    PGSD A2.
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia.
    Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1.Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Menurut saya dengan program ini di Indonesia belum melaksanakan dengan sepenuhnya, karena di Indonesia sendiri masih banyak orang-orang yang kelaparan, kemiskinan. Paling tidak program pemerintah itu mengurangi kemiskinan dahulu, jangan hanya membangun gedung-gedung bertingkat saja tetapi juga memikirkan nasib rakyatnya.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. Menurut saya di Indonesia sudah menerapkan wajib belajar 9 tahun, jadi anak-anak di Indonesia harus minimal menempuh jenjang pendidikan sampai tingkat SMP.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan. Mendukung persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, dalam tujuan ini khususnya sampai tahun 2011 sudah ada perubahan, antara laki-laki dan perempuan sudah ada persamaan atau tidak dibedakan, banyak sakarang para perempuan menjadi pimpinan dinegara ini contohnya ibu Megawati (Mantan Presiden RI). Perempuan juga sudah mulai bisa mandiri tidak tergantung pada laki-laki, perempuan bisa bekerja dalam bidangnya masing-masing tanpa suatu pengekangan dari laki-laki
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Sehingga pemerintah Indonesia mewajibkan untuk semua orang yang menikah harus menetapkan program KB yang di bawah lembaga BKKBN. 2 ANAK SUDAH CUKUP. Di samping itu juga tujuan ini sudah ada cara mengantisipati kematian anak usia dibawah 5 tahun, contohnya di Indonesia, sudah digalakkan system posyandu yang sering diadakan setiap 1 bulan sekali, pemberian vitamin dan imunisasi campa pada anak dibawah usia dibawah usia 5 tahun sudah banyak digalakkan. Dan sosialisasi bagi orang tua tentang pemberian makanan-makanan sehat pada anak dan pemberian ASI eksklusif selama 2 tahun
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan. Meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi dua pertiga kematian ibu dalam proses melahirkan, dalam tujuan ini sepertinya masih sulit untuk dicapai melihat belum memadainya layanan kesehatan ibu dan anak dan keterbatasan anggaran dalam kesejahteraan yang menyebabkan biaya untuk persalinan cukup mahal. Tantangan angka kematian ibu yang menyebabkan kesulitan dalam pencapaian target MDG’s salah satunya adalah penyakit infeksi dan pendarahan akibat aborsi
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya untuk perlawanan penyakit IHIV / aids masih tinggi karena masih banyaknya pengguna narkoba dan seks bebas untuk pemberantasan sudah dilakukan oleh para petugas kesehatan dan polisi, untuk penyakit lainnya juga sudah berkurang di setiap daerah.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup. Seharusnya di Indonesia itu harus ada bersih lingkungan agar tempat kumuh itu menjadi bersih
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Pada dasarnya Indonesia sudah melaksanakan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga sudah membangun kemitraan dengan negara lain. Tetapi untuk pengembangan kemitraan di bidang ekonomi Indonesia masih kurang. Contohnya dalam perdagangan bebas tingkat internasional, banyaknya produk import masuk di Indonesia sedangkan produk Indonesia sendiri kalah saing dengan produk luar negeri. Sehingga itu hanya memperkecil pendapatan Negara. Maka dari itu seharusnya pemerintah membatasi perdagangan bebas agar tidak merugikan negara.

    Alamat blog saya : yenykurnilasari.blogspot.com

  30. 5 April 2011 pukul 04:39

    Nama : Supriyanto
    Kelas : PGSD/A1-08
    NPM : 08144600103
    Menurut saya, diIndonesisa program MGD’s belum berjalan seperti yang semestinya, karena masyarakat belum banyak yang mengetahui adanya program MDG’s. sehingga tanggung jawab pemerintah adalah member penyuluhan tentang program MDG’s, penyuluhan tidak hanya dilakukan didaerah yang mudah dijangkau saja, tetapi dilakukan juga didaerah yang masih terpencil. Agar semua warga negara Indonesia mengetahui adanya program MDG’s.
    Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Menurut saya, pemerintah Indonesia perlu meningkatkan lapangan pekerjaan untuk mengurangi tingkat pengangguran yang mengakibatkan kemiskinan dan kelaparan. Pemerintah harus segera menjalankan program tersebut, walaupun target untuk mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan pada tahun 2015, karena pengangguran, kemiskinan dan kelaparan di Indonesia cukup besar. Apabila pemerintah Indonesia masih menunggu dan menganggap tahun 2015 masih lama, maka target di tahun 2015 untuk mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan kemungkinannya sangat kecil untuk tercapai.
    2. Menurut saya, faktor yang mempengaruhi anak di Indonesia tidak dapat menyelesaikan tahap pendidikan dasar adalah faktor ekonomi. Sehingga tugas bagi Pemerintahan Indonesia adalah, bagaimana agar permasalahan tersebut dapat teratasi.
    Menurut saya ada dua cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu:
    1) Meningkatkan lapangan pekerjaan. Seperti penjelasan seperti poin nomor satu.
    2) Membebaskan biaya pendidikan bagi anak yang kurang mampu, agar target pada poin nomor dua dapat terwujud di Indonesia.
    3. Menurt saya, program ini sudah berjalan dengan baik di Indonesia, bahwa di Indonesia sudah adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan, dan mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah.
    4. Menurt saya, pemerintah Indonesia perlu meningkatkan kualitas kesehatan bagi anak-anak, khususya usia dibawah 5 tahun. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pentingnya gizi bagi anak-anak. Mendirikan POSYANDU disetiap daerah di Indonesia, terutama di pemukiman yang masih kurangnya pelayanan kesehatan yang memadai.
    5. Menurut saya, pemerintah Indonesia perlu memberikan penyuluhan tentang pentingya menjaga kesehatan kepada ibu-ibu hamil yang akan melahirkan, agar proses melahirkan berjalan dengan lancar.
    6. Menurut saya, pemerintah perlu memberikan penyuluhan tentang penyakit HIV/AIDS, malaria dan penyakit berat lainya. Warga harus mengetahui seberapa bahayanya penyakit tersebut dan cara untuk mencegah timbulnya penyakit tersebut.
    7. Menurut saya, pemerintah berupaya menjaga sumber daya lingkungan sehingga pada tahun mendatang tercipta lingkungan yang sehat, termasuk masyarakat mempunyai akses air minum yang sehat dan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal didaerah kumuh.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.
    Target:
    1. Menurut saya, pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan bantuan lapangan pekerjaan.
    2. Menurut saya, bagi Negara-negara maju dapat memberikan bantuan kepada Negara-negara kurang berkembang, Negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil secara materiil. Sehingga masyarakat yang tinggal di Negara tersebut akan merasa lebih sejahtera.

  31. 5 April 2011 pukul 04:39

    Menurut saya, berdasarkan tujuan dari MDG’s, program ini sangat bagus untuk diterapkan di negara Indonesia, mengingat masih banyaknya masyarakat Indonesia yang miskin dan kelaparan, banyak anak-anak yang putus sekolah bahkan sama sekali tidak sekolah, belum adanya persamaan jender sehingga banyak yang menganggap bahwa wanita tidak boleh bersekolah,, tingginya angka kematian anak dan Ibu, meningkatnya penyebaran penyakit HIV/AIDS, malaria dan berbagai penyakit menular lainnya, serta kurangnya kesadaran mayarakat untuk menjaga lingkungan sehingga menyebabkan kerugian bagi masyarakat itu sendiri.
    Berikut ini adalah evaluasi dari kedelapan tujuan MDG’s tersebut:
    1. Tujuan pertama, Pengentasan kemiskinan dan kelaparan
    Di Indonesia masih banyak penduduk yeng mengalami kemiskinan dan kelaparan, hal ini dapat kita lihat terutama di kota-kota besar, misalnya di Ibu kota Jakarta. Banyak orang yang tidak mempunyai tempat tinggal, anak-anak terlantar, pengemis, dan gelandangan. Masyarakat di pedesaan pun banyak yang hidupnya jauh dari kecukupan. Dengan penerapan tujuan ini diharapkan akan dapat menanggulangi angka kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. Akan tetapi, sampai tahun 2011 ini, menurut saya tujuan ini belum terpenuhi secara maksimal. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya gelandangan, pengemis, dan anak-anak terlantar yang tersebar di Indonesia. Selain itu juga masih banyak anak yang menderita gizi buruk, yang diakibatkan karena tidak orang tua tidak mampu memenuhi gizi sang anak. Melihat kenyataan ini, seharusnya penanggulangan kemiskinan dan kelaparan di Indonesia lebih ditingkatkan lagi, sehingga target pengentasan kemiskinan dan kelaparan pada tahun 2015 nanti dapat tercapai.
    2. Tujuan kedua, Pemerataan pendidikan dasar
    Tujuan yang kedua ini sudah bcukup terpenuhi walaupun belum maksimal. Beberapa program pemerintah yang mendukung pencapaian tujuan ini antara lain dengan diselenggarakannya pendidikan gratis serta pemberian beasiswa bagi siswa yang kurang mampu. Akan tetapi kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan menjadi factor penghambat bagi masyarakat unutuk mencapai tujuan ini. Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan kesadaran masyarakat misalnya degan melakukan penyuluhan dan berbagai cara lainnya sehingga tujuan ini dapat tercapai.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Tujuan yang ke-43 ini sudah cukup terpenuhi. Hal ini terbukti dengan banyaknya siswa perempuan yang bersekolah. Bahkan tidak jarang dalam suatu sekolah lebih dominant siswa perempuannya disbanding siswa laki-laki. Pada tahun 2015 nanti, besar kemungkinan target ini akan tercapai secara maksimal.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Tujuan yang keempat ini sudah cukup terpenuhi, upaya pemerintah dalam mencapai target ini misalnya dengan pengadaan posyandu sehingga dapat memantau perkembangan anak, sehingga dapat mengantisipasi bila ada gejala-gejala penyakit pada anak.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Tujuan yang kelima ini sudah cukup terpenuhi walaupun belum maksimal. Hal ini dapat dibuktikan dengan berkurangnya angka kematian ibu pada saat melahirkan. Upaya-upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan ibu antara lain dengan memberikan pelayanan khusus kepada ibu hamil di puskesmas-puskesmas terdekat.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Pada tahun 2011, target ini belum tercapai. Hal ini dapat dilihat dari mewabahnya berbagai penyakit menular seperti malaria, sehingga tidak jarang menyebabkan kematian.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Target ini juga belum terpenuhi, karena masih banyak masyarakat yang kekurangan air bersih, terutama di wilayah perkotaan. Banyak masyarakat yang masih minum, mandi dan mencuci di sungai-sungai yang kotor dan penuh sampah. Selain itu juga banyak terjadi perusakan-perusakan alam seperti pembakaran hutan dan pembuangan limbah pebrik secara sembarangan.Pemerintah perlu bekerja lebih keras lagi agar pada tahun 2015 nanti target ini bisa tercapai.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Kemitraan bangsa Indonesia dalam bidang pembangunan sudah terlaksana dengan adanya hubungan-hubungan dengan Negara-negara lain misalnya dalam bidang ekonomi, dengan cara ekspor dan impor, serta dalam bidang-bidang lain misalnya dalam bidang pertahanan, pembangunan, dan pendidikan.
    Masih banyak yang perlu diperbaiki dalam penerapan program MDG’s ini di Indonesia karena sampai tahun 2015 ini target masih belum tercapai secara maksimal. Oleh karena itu pemerintah perlu berupaya lebih keras lagi agar semua tujuan dapat tercpai secara maksimal.

  32. 5 April 2011 pukul 04:42

    Nama : Dyah prihastuti
    NPM : 08144600105
    PGSD A1-08
    Di Indonesisa program MGD’s belum berjalan seperti yang semestinya, karena masyarakat belum banyak yang mengetahui adanya program MDG’s. sehingga tanggung jawab pemerintah adalah memberikan penyuluhan tentang program MDG’s.
    Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.
    Menurut saya, pemerintah Indonesia perlu meningkatkan lapangan pekerjaan untuk mengurangi tingkat pengangguran yang mengakibatkan kemiskinan dan kelaparan. Pemerintah harus segera menjalankan program tersebut, walaupun target untuk mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan pada tahun 2015, karena pengangguran, kemiskinan dan kelaparan di Indonesia cukup besar. Apabila pemerintah Indonesia masih menunggu dan menganggap tahun 2015 masih lama, maka target di tahun 2015 untuk mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan kemungkinannya sangat kecil untuk tercapai. Meningkatkan gaji bagi pegawai negri sipil yang akan dimulai tanggal 1 april 2011.
    2. Pemerataan pendidikan dasar. Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
    Menurut saya, faktor yang mempengaruhi anak di Indonesia tidak dapat menyelesaikan tahap pendidikan dasar adalah faktor ekonomi. Sehingga tugas bagi Pemerintahan Indonesia adalah, bagaimana agar permasalahan tersebut dapat teratasi.
    Menurut saya ada dua cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu:
    1) Meningkatkan lapangan pekerjaan. Seperti penjelasan seperti poin nomor satu.
    2) Membebaskan biaya pendidikan bagi anak yang kurang mampu, agar target pada poin nomor dua dapat terwujud di Indonesia.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan. Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
    Menurt saya, program ini sudah berjalan dengan baik di Indonesia, bahwa di Indonesia sudah adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan, dan mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak. Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun.
    Menurt saya, pemerintah Indonesia perlu meningkatkan kualitas kesehatan bagi anak-anak, khususya usia dibawah 5 tahun. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pentingnya gizi bagi anak-anak. Mendirikan POSYANDU disetiap daerah di Indonesia, terutama di pemukiman yang masih kurangnya pelayanan kesehatan yang memadai.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu. Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan.
    Menurut saya, pemerintah Indonesia perlu memberikan penyuluhan tentang pentingya menjaga kesehatan kepada ibu-ibu hamil yang akan melahirkan, agar proses melahirkan berjalan dengan lancar.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya. Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    Menurut saya, pemerintah perlu memberikan penyuluhan tentang penyakit HIV/AIDS, malaria dan penyakit berat lainya. Warga harus mengetahui seberapa bahayanya penyakit tersebut dan cara untuk mencegah timbulnya penyakit tersebut.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup. Target: Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan. Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat.
    Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh.
    Menurut saya, pemerintah berupaya menjaga sumber daya lingkungan sehingga pada tahun mendatang tercipta lingkungan yang sehat, termasuk masyarakat mempunyai akses air minum yang sehat dan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal didaerah kumuh.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.
    Target:
    1. Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
    Menurut saya, pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan bantuan lapangan pekerjaan.
    2. Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.
    Menurut saya, bagi Negara-negara maju dapat memberikan bantuan kepada Negara-negara kurang berkembang, Negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil secara materiil. Sehingga masyarakat yang tinggal di Negara tersebut akan merasa lebih sejahtera.

  33. 5 April 2011 pukul 04:45

    Nama: Qomarinah
    NPMMenurut saya, berdasarkan tujuan dari MDG’s, program ini sangat bagus untuk diterapkan di negara Indonesia, mengingat masih banyaknya masyarakat Indonesia yang miskin dan kelaparan, banyak anak-anak yang putus sekolah bahkan sama sekali tidak sekolah, belum adanya persamaan jender sehingga banyak yang menganggap bahwa wanita tidak boleh bersekolah,, tingginya angka kematian anak dan Ibu, meningkatnya penyebaran penyakit HIV/AIDS, malaria dan berbagai penyakit menular lainnya, serta kurangnya kesadaran mayarakat untuk menjaga lingkungan sehingga menyebabkan kerugian bagi masyarakat itu sendiri.
    Berikut ini adalah evaluasi dari kedelapan tujuan MDG’s tersebut:
    1. Tujuan pertama, Pengentasan kemiskinan dan kelaparan
    Di Indonesia masih banyak penduduk yeng mengalami kemiskinan dan kelaparan, hal ini dapat kita lihat terutama di kota-kota besar, misalnya di Ibu kota Jakarta. Banyak orang yang tidak mempunyai tempat tinggal, anak-anak terlantar, pengemis, dan gelandangan. Masyarakat di pedesaan pun banyak yang hidupnya jauh dari kecukupan. Dengan penerapan tujuan ini diharapkan akan dapat menanggulangi angka kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. Akan tetapi, sampai tahun 2011 ini, menurut saya tujuan ini belum terpenuhi secara maksimal. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya gelandangan, pengemis, dan anak-anak terlantar yang tersebar di Indonesia. Selain itu juga masih banyak anak yang menderita gizi buruk, yang diakibatkan karena tidak orang tua tidak mampu memenuhi gizi sang anak. Melihat kenyataan ini, seharusnya penanggulangan kemiskinan dan kelaparan di Indonesia lebih ditingkatkan lagi, sehingga target pengentasan kemiskinan dan kelaparan pada tahun 2015 nanti dapat tercapai.
    2. Tujuan kedua, Pemerataan pendidikan dasar
    Tujuan yang kedua ini sudah bcukup terpenuhi walaupun belum maksimal. Beberapa program pemerintah yang mendukung pencapaian tujuan ini antara lain dengan diselenggarakannya pendidikan gratis serta pemberian beasiswa bagi siswa yang kurang mampu. Akan tetapi kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan menjadi factor penghambat bagi masyarakat unutuk mencapai tujuan ini. Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan kesadaran masyarakat misalnya degan melakukan penyuluhan dan berbagai cara lainnya sehingga tujuan ini dapat tercapai.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Tujuan yang ke-43 ini sudah cukup terpenuhi. Hal ini terbukti dengan banyaknya siswa perempuan yang bersekolah. Bahkan tidak jarang dalam suatu sekolah lebih dominant siswa perempuannya disbanding siswa laki-laki. Pada tahun 2015 nanti, besar kemungkinan target ini akan tercapai secara maksimal.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Tujuan yang keempat ini sudah cukup terpenuhi, upaya pemerintah dalam mencapai target ini misalnya dengan pengadaan posyandu sehingga dapat memantau perkembangan anak, sehingga dapat mengantisipasi bila ada gejala-gejala penyakit pada anak.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Tujuan yang kelima ini sudah cukup terpenuhi walaupun belum maksimal. Hal ini dapat dibuktikan dengan berkurangnya angka kematian ibu pada saat melahirkan. Upaya-upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan ibu antara lain dengan memberikan pelayanan khusus kepada ibu hamil di puskesmas-puskesmas terdekat.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Pada tahun 2011, target ini belum tercapai. Hal ini dapat dilihat dari mewabahnya berbagai penyakit menular seperti malaria, sehingga tidak jarang menyebabkan kematian.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Target ini juga belum terpenuhi, karena masih banyak masyarakat yang kekurangan air bersih, terutama di8 wilayah perkotaan. Banyak masyarakat yang masih minum, mandi dan mencuci di sungai-sungai yang kotor dan penuh sampah. Pemerintah perlu bekerja lebih keras lagi agar pada tahun 2015 nanti target ini bisa tercapai.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Kemitraan bangsa Indonesia dalam bidang pembangunan sudah terlaksana dengan adanya hubungan-hubungan dengan Negara-negara lain misalnya dalam bidang ekonomi, dengan cara ekspor dan impor, serta dalam bidang-bidang lain misalnya dalam bidang pertahanan, pembangunan, dan pendidikan.
    Masih banyak yang perlu diperbaiki dalam penerapan program MDG’s ini di Indonesia karena sampai tahun 2015 ini target masih belum tercapai secara maksimal. Oleh karena itu pemerintah perlu berupaya lebih keras lagi agar semua tujuan dapat tercpai secara maksimal.

  34. 5 April 2011 pukul 04:46

    Nama : Qomarinah
    NPM : 08144600120
    Kelas : A1-08

    Menurut saya, berdasarkan tujuan dari MDG’s, program ini sangat bagus untuk diterapkan di negara Indonesia, mengingat masih banyaknya masyarakat Indonesia yang miskin dan kelaparan, banyak anak-anak yang putus sekolah bahkan sama sekali tidak sekolah, belum adanya persamaan jender sehingga banyak yang menganggap bahwa wanita tidak boleh bersekolah,, tingginya angka kematian anak dan Ibu, meningkatnya penyebaran penyakit HIV/AIDS, malaria dan berbagai penyakit menular lainnya, serta kurangnya kesadaran mayarakat untuk menjaga lingkungan sehingga menyebabkan kerugian bagi masyarakat itu sendiri.
    Berikut ini adalah evaluasi dari kedelapan tujuan MDG’s tersebut:
    1. Tujuan pertama, Pengentasan kemiskinan dan kelaparan
    Di Indonesia masih banyak penduduk yeng mengalami kemiskinan dan kelaparan, hal ini dapat kita lihat terutama di kota-kota besar, misalnya di Ibu kota Jakarta. Banyak orang yang tidak mempunyai tempat tinggal, anak-anak terlantar, pengemis, dan gelandangan. Masyarakat di pedesaan pun banyak yang hidupnya jauh dari kecukupan. Dengan penerapan tujuan ini diharapkan akan dapat menanggulangi angka kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. Akan tetapi, sampai tahun 2011 ini, menurut saya tujuan ini belum terpenuhi secara maksimal. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya gelandangan, pengemis, dan anak-anak terlantar yang tersebar di Indonesia. Selain itu juga masih banyak anak yang menderita gizi buruk, yang diakibatkan karena tidak orang tua tidak mampu memenuhi gizi sang anak. Melihat kenyataan ini, seharusnya penanggulangan kemiskinan dan kelaparan di Indonesia lebih ditingkatkan lagi, sehingga target pengentasan kemiskinan dan kelaparan pada tahun 2015 nanti dapat tercapai.
    2. Tujuan kedua, Pemerataan pendidikan dasar
    Tujuan yang kedua ini sudah bcukup terpenuhi walaupun belum maksimal. Beberapa program pemerintah yang mendukung pencapaian tujuan ini antara lain dengan diselenggarakannya pendidikan gratis serta pemberian beasiswa bagi siswa yang kurang mampu. Akan tetapi kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan menjadi factor penghambat bagi masyarakat unutuk mencapai tujuan ini. Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan kesadaran masyarakat misalnya degan melakukan penyuluhan dan berbagai cara lainnya sehingga tujuan ini dapat tercapai.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Tujuan yang ke-43 ini sudah cukup terpenuhi. Hal ini terbukti dengan banyaknya siswa perempuan yang bersekolah. Bahkan tidak jarang dalam suatu sekolah lebih dominant siswa perempuannya disbanding siswa laki-laki. Pada tahun 2015 nanti, besar kemungkinan target ini akan tercapai secara maksimal.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Tujuan yang keempat ini sudah cukup terpenuhi, upaya pemerintah dalam mencapai target ini misalnya dengan pengadaan posyandu sehingga dapat memantau perkembangan anak, sehingga dapat mengantisipasi bila ada gejala-gejala penyakit pada anak.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Tujuan yang kelima ini sudah cukup terpenuhi walaupun belum maksimal. Hal ini dapat dibuktikan dengan berkurangnya angka kematian ibu pada saat melahirkan. Upaya-upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan ibu antara lain dengan memberikan pelayanan khusus kepada ibu hamil di puskesmas-puskesmas terdekat.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Pada tahun 2011, target ini belum tercapai. Hal ini dapat dilihat dari mewabahnya berbagai penyakit menular seperti malaria, sehingga tidak jarang menyebabkan kematian.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Target ini juga belum terpenuhi, karena masih banyak masyarakat yang kekurangan air bersih, terutama di8 wilayah perkotaan. Banyak masyarakat yang masih minum, mandi dan mencuci di sungai-sungai yang kotor dan penuh sampah. Pemerintah perlu bekerja lebih keras lagi agar pada tahun 2015 nanti target ini bisa tercapai.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Kemitraan bangsa Indonesia dalam bidang pembangunan sudah terlaksana dengan adanya hubungan-hubungan dengan Negara-negara lain misalnya dalam bidang ekonomi, dengan cara ekspor dan impor, serta dalam bidang-bidang lain misalnya dalam bidang pertahanan, pembangunan, dan pendidikan.
    Masih banyak yang perlu diperbaiki dalam penerapan program MDG’s ini di Indonesia karena sampai tahun 2015 ini target masih belum tercapai secara maksimal. Oleh karena itu pemerintah perlu berupaya lebih keras lagi agar semua tujuan dapat tercpai secara maksimal.

  35. 5 April 2011 pukul 04:47

    Nama : Fina Indri Falisa K.D
    NPM : 08144600086
    PGSD A2.
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia.
    Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1.Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim.
    Dengan adanya program ini diharapkan kemiskinan di Indonesia akan terentaskann atau setidaknya berkurang. Pemerintah sebaiknya berpikir dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang ekonominya bearada pada tingkatan bawah atau menengah.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. Pendidikan sangatlah penting. Diharapkan Pemerintah mau dan mampu mengentaskan kemiskinan dengan program wajib belajar tidak hanya 9 tahun. Wajib belajar 9 tahun sudah berjalan saat ini, diharapkan dapat meningkat menjadi 12 atau 16 tahun.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan. Mendukung persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, dalam tujuan ini khususnya sampai tahun 2011 sudah ada perubahan, antara laki-laki dan perempuan sudah ada persamaan atau tidak dibedakan, banyak sakarang para perempuan menjadi pimpinan dinegara ini contohnya ibu Megawati (Mantan Presiden RI). Perempuan juga sudah mulai bisa mandiri tidak tergantung pada laki-laki, perempuan bisa bekerja dalam bidangnya masing-masing tanpa suatu pengekangan dari laki-laki
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Sehingga pemerintah Indonesia mewajibkan untuk semua orang yang menikah harus menetapkan program KB yang di bawah lembaga BKKBN. 2 ANAK SUDAH CUKUP. Di samping itu juga tujuan ini sudah ada cara mengantisipati kematian anak usia dibawah 5 tahun, contohnya di Indonesia, sudah digalakkan system posyandu yang sering diadakan setiap 1 bulan sekali, pemberian vitamin dan imunisasi campa pada anak dibawah usia dibawah usia 5 tahun sudah banyak digalakkan. Dan sosialisasi bagi orang tua tentang pemberian makanan-makanan sehat pada anak dan pemberian ASI eksklusif selama 2 tahun
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan. Meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi dua pertiga kematian ibu dalam proses melahirkan, dalam tujuan ini sepertinya masih sulit untuk dicapai melihat belum memadainya layanan kesehatan ibu dan anak dan keterbatasan anggaran dalam kesejahteraan yang menyebabkan biaya untuk persalinan cukup mahal. Tantangan angka kematian ibu yang menyebabkan kesulitan dalam pencapaian target MDG’s salah satunya adalah penyakit infeksi dan pendarahan akibat aborsi
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.
    Diharapkan pemerintah dapat mengatasi berbagai masalah yang berkenaan dengan HIV/ AIDS, malaria, dan penyakit lainnya yang berbahaya.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup.
    Pemerintah diharapkan membuat program yang dapat menfukung daya dukung lingkungan hidup dalam segala aspek.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.
    Pada dasarnya Indonesia sudah melaksanakan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga sudah membangun kemitraan dengan negara lain. Tetapi untuk pengembangan kemitraan di bidang ekonomi Indonesia masih kurang. Contohnya dalam perdagangan bebas tingkat internasional, banyaknya produk import masuk di Indonesia sedangkan produk Indonesia sendiri kalah saing dengan produk luar negeri. Sehingga itu hanya memperkecil pendapatan Negara. Maka dari itu seharusnya pemerintah membatasi perdagangan bebas agar tidak merugikan negara.
    Alamat blog saya : fina.indri.blogspot.com

  36. Zana Utami Rahayu
    5 April 2011 pukul 04:53

    Nama : Zana Utami Rahayu
    Kelas : A2_08
    NPM : 08144600099

    Millenium Development Goals (MDG’s)
    Pada intinya MDG’s itu merupakan suatu goals atau pencapaian tantangan-tantangan utama dalam pencapaian diseluruh dunia pada tahun 2015 mendatang. Berarti perlu kita ketahui bahwa MDG’s sendiri sudah lama dirintis dari tahun 2000 yang waktu pencapaiannya hanya tinggal 4 tahun lagi karena sekarang sudah memasuki tahun 2011.
    Dalam MDG’s sendiri ada delapan tujuan yang tercakup didalamnya, yaitu :
    (1) Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Dapat dilihat dari kondisi sekarang bahwa di Indonesia masih sangat banyak orang yang mengalami kemiskinan sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya untuk makan saja susah jadi timbul juga masalah kelaparan. Menurut saya program MDG’s ini berarti belum bias mengentaskan kemiskinan yang terjadi di Indonesia ini.
    (2) Pemerataan Pendidikan Dasar. Untuk zaman sekarang walau sepertinya terlihat banyak sekali orang yang sekolah hingga ketingkat perguruan tinggi akan tetapi itu hanya sebagian besar dlihat di daerah perkotaan yang menjadi kota pelajar contohnya Yogyakarta. Akan tetapi jika kita melihat didaerah pegunungan atau daerah yang terpencil seperti itu masih banyak sekali yang sekolah SD saja tidak lulus. Jadi dari penddikan sangat minim.
    (3) Mendukung adanya persamaan jender dan pemberdayaan perempuan. Dalam kesetaraan jender samai tahun ini sudah mulai terlihat persamaan baik laki-laki ataupun perempuan. Jadi sebagai laki-laki tidak harus menjadi seorang pemimpin, pada kenyataannya perempuan juga bias memimpin bangsa. Dan disini perempuan sudah tidak lagi hanya pasrah dengan laki-laki yang sebagai emimpin, aka tetapi tanpa perempuan juga dapat mandiri tidak hanya selalu mengandalkan dari laki-laki. Jadi hamper tidak ada erbedaan masalah jender antara keduanya.
    (4) Mengurangi tingkat kematian anak. Nah, pada poin ini masih sangatlah terlihat bahwa tingkat kemayian anak hingga saat ini masih tergolong cukup tinggi karena pada zaman sekarang dengan maraknya seks bebas, hamil diluar nikah akhirnya anaknya pada dibunuh karena tidak sesuai dengan kiinginan anak itu dilahirkan.
    (5) Meningkatkan kesehatan Ibu. Bahwa di Indonesia mengenai kesehatan Ibu hamil juga masih bananyak yang belum memperhatikannya. Mengurangi dua pertiga kematian ibu dalam proses melahirkan, dalam tujuan ini sepertinya masih sulit untuk dicapai melihat belum memadainya layanan kesehatan ibu dan anak dan keterbatasan anggaran dalam kesejahteraan yang menyebabkan biaya untuk persalinan cukup mahal.
    (6) Perlawanan terhap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya. Dalam hal ini memang dari pemerintah mungkin sudah memberikan informasi melalui berbagai media untuk mengurangi masalah ini. Akna tetapi kaena terbatasnya pengetahua dari masyarakat yang mungkin tidak pernah mau tahu akan hhal itu, jadi masih banyak penyakit tersebut semakn meluas. Jadi tetap belum efektif.
    (7) Menjamin Daya Dukung Lingkungan hidup. Lingkungan hidup masyarakat Indonesia belum begitu baik. Masih banyak ari berbagai kota yang kumuh, tidak teratur sehingga menyebabkan banjir dan lainnya. Itu menunjukkan bahwa lingkungan hidu memeng sangat perlu adanya turun tangan dari pemerintah untuuk menjadikan lebih baik lagi dan teratur tentunya.
    (8) Mengembangakan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam hal ini harus dapat mengembangkan kebutuhan-kebutuhan khusus di Negara-negara yang kurang berkembang.

    Jadi pada intinya dari kedelapan yang ada dalam program MDG’s ini masih belum tercapai dengan maksimal, padahal waktu untuk mencapai tujuan tersebut hanya tinggal ada waktu 4tahun lagi untuk pencapaian pada tahun 2015 mendatang. Mungkin harus disolidkan kembali untuk pemerintah beserta jajarannya untuk mengoptimalkan waktu yang ada untuk mewujudkan tujuan-tujuan dari program MDG’s yang telah dibut tersebut.

    Alamat Blog saya : “Zanarahayu.blogspot.com”

  37. Yuli Erwanta
    5 April 2011 pukul 04:59

    Nama : YULI ERWANTA
    NPM : 08144600102
    PGSD/A2/08

    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia.indonesia telah menerapkan hal tersebut Kedelapan tujuan tersebut di antaranya :
    1. Mengentaskan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim, dalam tujuan ini sampai tahun 2011 sepertinya belum ada perubahan secara siknifikan baik kemiskinan maupun kelaparan, kemiskinan dan kelaparan sepertinya malah bertambah, banyak masyarakat yang mengalami gizi buruk terutama pada anak-anak.
    2. Pemerataan pendidikan dasar baik laki-laki maupun perempuan. Program Wajar 9 Tahun tersebut menjadi kekuatan bangsa Indonesia untuk mewujudkan tujuan MDGs. Namun, angka anak putus sekolah setiap tahun mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan data BKKBN dari 1,7 juta jiwa pada 1996 menjadi 11,7 juta jiwa pada 2009 lalu. Angka tersebut didominasi anak-anak usia 7-15 tahun yang rata-rata tidak dapat memenuhi kewajibannya melanjutkan pendidikan dasar sembilan tahun. Penyebab tingginya angka putus sekolah adalah tempat tinggal yang jauh dari fasilitas pendidikan. Anak-anak miskin dari pedesaan umumnya memiliki kesulitan untuk mendapat pendidikan dasar terutama anak-anak yang berusia 13-15 tahun. Setelah menamatkan Sekolah Dasar (SD) mereka dihadapkan pada pilihan berhenti sekolah karena jarak yang jauh atau membantu orang tua mencari nafkah.
    3. Mendukung persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, dalam tujuan ini khususnya sampai tahun 2011 sudah ada perubahan, antara laki-laki dan perempuan sudah ada persamaan atau tidak dibedakan, banyak sakarang para perempuan menjadi pimpinan dinegara ini contohnya ibu Megawati (Mantan Presiden RI). Perempuan juga sudah mulai bisa mandiri tidak tergantung pada laki-laki, perempuan bisa bekerja dalam bidangnya masing-masing tanpa suatu pengekangan dari laki-laki.
    4. Mengurangi tingkat kematian pada anak usia dibawah 5 tahun, pada tujuan ini sudah ada cara mengantisipati kematian anak usia dibawah 5 tahun, contohnya di Indonesia, sudah digalakkan system posyandu yang sering diadakan setiap 1 bulan sekali, pemberian vitamin dan imunisasi campa pada anak dibawah usia dibawah usia 5 tahun sudah banyak digalakkan. Dan sosialisasi bagi orang tua tentang pemberian makanan-makanan sehat pada anak dan pemberian ASI eksklusif selama 2 tahun.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi dua pertiga kematian ibu dalam proses melahirkan, dalam tujuan ini sepertinya masih sulit untuk dicapai melihat belum memadainya layanan kesehatan ibu dan anak dan keterbatasan anggaran dalam kesejahteraan yang menyebabkan biaya untuk persalinan cukup mahal. Tantangan angka kematian ibu yang menyebabkan kesulitan dalam pencapaian target MDG’s salah satunya adalah penyakit infeksi dan pendarahan akibat aborsi.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya, dalam tujuan ini perlawanan HIV/AIDS sudah digalakkan aturan seperti misalnya jangan melakukan hubungan sex secara berganti-ganti pasangan, jangan menggunakan jarum suntik bekas, melakukan hubungan sex dengan menggunakan kondom (pengaman), sedangkan malaria sudah pula digalakkan penyemprotan obat oleh Dinas Kesehatan di lingkungan masyarakat sekitar.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup, dalam tujuan ini perlu adanya campur tangan pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat madani, pihak swasta, dan lembaga donor.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam tujuan ini masih juga dirasa sulit, contohnya banyaknya utang Indonesia kepada Negara lain, sehingga sulit unutk menjalin kemitraan. Kurangya fasilitas untuk menyalurkan untuk system pembangunan bagi wilayah-wilayah terpencil. Masih kurangnya kerjasama dengan pihak lain untuk memanfaatkan teknologi baru dan menciptakan lapangan kerja yang baik dan produktif bagi penduduk usia muda.

    delapan target yang menjadi sasaran masih jauh dari harapan sehingga muncul kekhawatiran target-target itu akan sulit tercapai. Kedelapan target MDGs ini dikhawatirkan tak tercapai jika kendala seperti bencana alam terus terjadi. Selain bencana alam, adanya perubahan iklim, krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan juga berpotensi jadi kendala utama. Target sulit tercapai sebenarnya juga akibat kebijakan pemerintah yang tidak difokuskan pada MDGs. Tidak optimalnya upaya pencapaian target MDGs adalah karena belum ada komitmen dan kontribusi bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, parlemen, media, dan swasta.

  38. 5 April 2011 pukul 05:00

    Nama : Endarto Nugroho
    No : 08144600055
    Kelas : PGSD A2-08
    Evaluasi saya terhadap Millenium Development Goals yang telah diterapkan di Indonesia
    Indonesia telah menerapkan MDG’s sebagai target terwujudnya kesejahteraan rakyat yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015. Namun secara kelseluruhan Indonesia belum dapat menjalankan tujuan yang telah di sepakati dalam MDG’s tersebut secara maksimal. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan yang ada, meskipun Indonesia telah menerapkannya namun tetap saja masih belum dapat tercapai secara maksimal. Dari delapan tujuan MDG’s dapat dievaluasi sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
    Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan.
    Evaluasi saya : Indonesia belum mampu mengurangi jumlah penduduk yang berpenghasilan dibawah 1 dolar AS per hari, hal ini terbukti masih banyak penduduk Indonesia yang belum memiliki pekerjaan serta masih terdapat gelandangan dan pengemin yang berkeliaran diman-mana.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
    Evaluasi saya : Secara kelseluruhan tujuan ini telah dapat dilaksanakan, Pemerintah telah memfasilitasi adanya pendidikan dasar, meskipun telah ada dana BOS akan tetapi masih banyak anak yang belum dapat merasakan pendidikan dasar, khususnay di daeraha pedalaman.

    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
    Evaluasi saya : Di Indonesia telah dapat melaksanakan tujuan tersebut dengan baik. Hal ini dapat dilihat bahwa di Indonesia baik laki-laki ataupun perempuan dapat mrasakan hak dan pendidikan yang sama.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
    Evaluasi saya : Indonesia telah dapat melaksanakan tujuan ini dengan adanya pekan imunisasi nasional serta posyandu. Dengan adanya kegiatan ini anak-anak di Indonesia mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan
    Evaluasi saya : Tujuan ini telah dapat dilaksanakan dengan baik. Hal ini terlihat dengan adanya palayanan kesehatan terhadap ibu hamil. Serta adanya teknologi yang canggih untuk membantu persalina bagi ibu hamil.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    Evaluasi saya : Di Indonesia telah terdapat beberapa organisasi yang memberika penyuluhan terhadap masyarakat tentang dampak penyakit HIV/AIDS. Serta di Indonesia telah dicanagnkan 3M dalam mencegah adanya penyakit malaria.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Target:
    Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan
    Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat
    Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh.
    Evaluasi saya : Di Indonesia telah ada kegiatan reboisasi atau penghijauan kembali. Dengan kegiatan tersebut Indonesia telah dapat menjamin daya dukung lingkungan hidup. Selain itu dengan adanya PDAM dapat menjamin air bersih kepada penduduk.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    Target:
    – Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
    – Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.
    Evaluasi saya : Tujuan ini belum dapat dilaksankan secara maksimal, sebab Indonesia sendiri masih dalam tahap mengembangkan kemitraan global terhapa Negara lainnya.

  39. Yuli Erwanta
    5 April 2011 pukul 05:02

    Yuli Erwanta :
    Nama : YULI ERWANTA
    NPM : 08144600102
    PGSD/A2/08
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia.indonesia telah menerapkan hal tersebut Kedelapan tujuan tersebut di antaranya :
    1. Mengentaskan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim, dalam tujuan ini sampai tahun 2011 sepertinya belum ada perubahan secara siknifikan baik kemiskinan maupun kelaparan, kemiskinan dan kelaparan sepertinya malah bertambah, banyak masyarakat yang mengalami gizi buruk terutama pada anak-anak.
    2. Pemerataan pendidikan dasar baik laki-laki maupun perempuan. Program Wajar 9 Tahun tersebut menjadi kekuatan bangsa Indonesia untuk mewujudkan tujuan MDGs. Namun, angka anak putus sekolah setiap tahun mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan data BKKBN dari 1,7 juta jiwa pada 1996 menjadi 11,7 juta jiwa pada 2009 lalu. Angka tersebut didominasi anak-anak usia 7-15 tahun yang rata-rata tidak dapat memenuhi kewajibannya melanjutkan pendidikan dasar sembilan tahun. Penyebab tingginya angka putus sekolah adalah tempat tinggal yang jauh dari fasilitas pendidikan. Anak-anak miskin dari pedesaan umumnya memiliki kesulitan untuk mendapat pendidikan dasar terutama anak-anak yang berusia 13-15 tahun. Setelah menamatkan Sekolah Dasar (SD) mereka dihadapkan pada pilihan berhenti sekolah karena jarak yang jauh atau membantu orang tua mencari nafkah.
    3. Mendukung persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, dalam tujuan ini khususnya sampai tahun 2011 sudah ada perubahan, antara laki-laki dan perempuan sudah ada persamaan atau tidak dibedakan, banyak sakarang para perempuan menjadi pimpinan dinegara ini contohnya ibu Megawati (Mantan Presiden RI). Perempuan juga sudah mulai bisa mandiri tidak tergantung pada laki-laki, perempuan bisa bekerja dalam bidangnya masing-masing tanpa suatu pengekangan dari laki-laki.
    4. Mengurangi tingkat kematian pada anak usia dibawah 5 tahun, pada tujuan ini sudah ada cara mengantisipati kematian anak usia dibawah 5 tahun, contohnya di Indonesia, sudah digalakkan system posyandu yang sering diadakan setiap 1 bulan sekali, pemberian vitamin dan imunisasi campa pada anak dibawah usia dibawah usia 5 tahun sudah banyak digalakkan. Dan sosialisasi bagi orang tua tentang pemberian makanan-makanan sehat pada anak dan pemberian ASI eksklusif selama 2 tahun.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi dua pertiga kematian ibu dalam proses melahirkan, dalam tujuan ini sepertinya masih sulit untuk dicapai melihat belum memadainya layanan kesehatan ibu dan anak dan keterbatasan anggaran dalam kesejahteraan yang menyebabkan biaya untuk persalinan cukup mahal. Tantangan angka kematian ibu yang menyebabkan kesulitan dalam pencapaian target MDG’s salah satunya adalah penyakit infeksi dan pendarahan akibat aborsi.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya, dalam tujuan ini perlawanan HIV/AIDS sudah digalakkan aturan seperti misalnya jangan melakukan hubungan sex secara berganti-ganti pasangan, jangan menggunakan jarum suntik bekas, melakukan hubungan sex dengan menggunakan kondom (pengaman), sedangkan malaria sudah pula digalakkan penyemprotan obat oleh Dinas Kesehatan di lingkungan masyarakat sekitar.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup, dalam tujuan ini perlu adanya campur tangan pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat madani, pihak swasta, dan lembaga donor.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam tujuan ini masih juga dirasa sulit, contohnya banyaknya utang Indonesia kepada Negara lain, sehingga sulit unutk menjalin kemitraan. Kurangya fasilitas untuk menyalurkan untuk system pembangunan bagi wilayah-wilayah terpencil. Masih kurangnya kerjasama dengan pihak lain untuk memanfaatkan teknologi baru dan menciptakan lapangan kerja yang baik dan produktif bagi penduduk usia muda.
    delapan target yang menjadi sasaran masih jauh dari harapan sehingga muncul kekhawatiran target-target itu akan sulit tercapai. Kedelapan target MDGs ini dikhawatirkan tak tercapai jika kendala seperti bencana alam terus terjadi. Selain bencana alam, adanya perubahan iklim, krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan juga berpotensi jadi kendala utama. Target sulit tercapai sebenarnya juga akibat kebijakan pemerintah yang tidak difokuskan pada MDGs. Tidak optimalnya upaya pencapaian target MDGs adalah karena belum ada komitmen dan kontribusi bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, parlemen, media, dan swasta.

    alamat blog yulierwanta.blogspot.com

  40. 5 April 2011 pukul 05:04

    NAMA: INDRA SRI LESTARI
    NIM : 08144600067
    A2_08

    MDG’s memang tealah di laksanakan di Indonesia. Sekian lama program tersebut itu ada, hanya sebagian kecil saja yang telah terlaksana dan memang sedikit berhasil. Namun sangat di sayangkan keberhasilan tersebut tertutupi oleh ketidak merataanya pelaksanaan porogram tersebut di Indonesia. dapat dibuktikan dengan:
    1. masih banyaknya kemiskinan dan kelaparan yang terjadi di Indonesi dapat dilihat dari segi pendapatan masih di bawah 1 dolar AS sehari.
    2.Pendidikan dasar kurang merata terlebih lagi di daerah terpencil yang kadang di abaikan oleh pemerintah
    3. masih banyak diskriminasi gender di Indonesia. banyak laki- laki yang menyepelekan wanita.
    4. banyak kematian anak di bawah umur, baik karena aborsi maupun karena kemiskinan.
    5. masih banyak ibu- ibu yang tidak sehatsehingga mengalami kematian dalam melahirkan
    6.penyakit HIV/ AIDS semakin berkembang dan merajalela di Indonesia karena pergaulan bebas dan seks bebas.
    7. banyak lingkungan hidup yang rusak dikarenakan oleh faktor manusia itu sendiri yang tidak mau menjaganya. contohnya: penggundulan hutan, pembakaran hutan, membuang sampah di sungai, efek rumah kaca. sehingga hal tersebut dapat menimbulkan bencana.

    program pemerintah yang telah sedikit berhasil :
    1. di bidang pendidikan sekarang ini mulai diperhatikan dengan bai. pewmerintah mewajibka wajib belajr 9n tahuan dan geratis, banyak bantuan- bantuan untuk memperbaiki invrastruktur sekolah, banyak bantuan BOS yang itu semua merupakan upaya untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia.
    2.upaya untuk memperbaikai lingkungan dengan cara penanaman pohon kembali (go green), pemanfaatan sampah- sampah sehingga dapat di daur ulang kembali agar tidak mencemari lingkungan.
    3. banyak bank- bank yang memberikan pinjaman untuk membuka usaha sehingga hal ini dapat membantu pengurangan tingkat penggangguran.

    panndacie@gmail.com

  41. 5 April 2011 pukul 05:07

    Nama : Yudha Arum Sesiana
    NPM : 08144600074
    PGSD A2 / 08
    MDG’S adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia.
    Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim.
    Menurut saya di Indonesia ini masih banyak rakyat yang miskin dan kelaparan, kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi tantangan serius yang harus segera dibenahi oleh pemerintah.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. Menurut saya di Indonesia sudah menerapkan wajib belajar 9 tahun, jadi anak-anak di Indonesia harus minimal menempuh jenjang pendidikan sampai tingkat SMP. Jadi pemerintah sekarang sudah menetapkan BOS sampai SMP.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan.
    Mendukung persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, dalam tujuan ini khususnya sampai tahun 2011 sudah ada perubahan, antara laki-laki dan perempuan sudah ada persamaan atau tidak dibedakan, banyak sakarang para perempuan menjadi pimpinan dinegara ini contohnya ibu Megawati (Mantan Presiden RI). Di bidang apapun perbedaan jender saat ini sudah tidak berlaku lagi.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Sehingga pemerintah Indonesia mewajibkan untuk semua orang yang menikah harus menetapkan program KB yang di bawah lembaga BKKBN. 2 Anak Sudah Cukup. Di samping itu juga tujuan ini sudah ada cara mengantisipasi kematian anak usia dibawah 5 tahun. Dengan program KB di Indonesia jumlah kelahiran anak dapat ditekan agar keluarga yang tidak mampu dapat mensejahterakan hidupnya dengan dua anak saja. Tetapi jika banyak anak, keluarga yang pendapatannya menengah ke bawah tidak akan mensejahterakan keluarganya
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan. Meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi dua pertiga kematian ibu dalam proses melahirkan, dalam tujuan ini sepertinya masih sulit untuk dicapai melihat belum memadainya layanan kesehatan ibu dan anak dan keterbatasan anggaran dalam kesejahteraan yang menyebabkan biaya untuk persalinan cukup mahal. Tantangan angka kematian ibu yang menyebabkan kesulitan dalam pencapaian target MDG’s salah satunya adalah penyakit infeksi dan pendarahan akibat aborsi.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.
    Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya untuk perlawanan penyakit IHIV / aids masih tinggi karena masih banyaknya pengguna narkoba dan seks bebas untuk pemberantasan sudah dilakukan oleh para petugas kesehatan dan polisi, untuk penyakit lainnya juga sudah berkurang di setiap daerah.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup.
    Di Indonesia kebakaran hutan dan lahan, perambahan hutan, pembalakan liar (illegal
    logging), konversi hutan, dan pengelolaan hutan yang tidak lestari adalah penyebab terjadinya kerusakan hutan saat ini. Terjadinya kebakaran hutan yang akan menyebabkan menurunnya kualitas udara yang disebabkan oleh asap yang ditimbulkan. Pemerintah harus memberikan pengawasan langsung terhadap kelestarian lingkungan dan hutan agar tidak terjadi lagi pelangaran-pelanggaran yang pastinya akan merugikan bangsa Indonesia khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya..
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.
    Pinjaman luar negeri yang masih terkendala rendahnya tingkat penyerapan dana pinjaman. HAl ini disebabkan oleh keterlambatan pelaksanaan proyek karena permasalahan teknis yang dihadapi yang akan berpengaruh pada meningkatnya akumulasi biaya komitmen serta mengurangi manfaat proyek karena tidak selesai tepat waktu sesuai rencana.
    Terjadinya pengangguran yang banyak pada setiap tahunnya akibat dari rendahnya lapangan kerja yang tersedia, pertumbuhan ekonomi tidak menjamin tersedianya lapangan kerja yang luas, pemerintah harus bekerjasama dengan instansi atau lembaga-lembaga tertentu untuk menuntaskan masalah tersebut.
    Alamat blog saya : yudhaarumsesiana.blogspot.com

  42. amalia ekawati
    5 April 2011 pukul 05:07

    Nama : Amalia Ekawati
    Kelas : A2’08
    No : 08144600021

    Evaluasi MDGS di Indonesia
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Tantangan-tantangan ini sendiri diambil dari seluruh tindakan dan target yang dijabarkan dalam Deklarasi Milenium yang diadopsi oleh 189 negara dan ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000.
    Ada 8 (delapan) tujuan MDGs
    1. Penghapusan Kemiskinan dan Kelaparan yang Sangat Parah
    (Eradicate Extreme Poverty and Hunger)
    Untuk penghapusan kemiskinan dan kelaparan di Indonesia belum dapat terrealisasisan, walaupun pemerintah menyebutkan angka kemiskinan di Indonesia berkurang dari tahun lalu namun kenyataannya masih banyak masyarakat yang kehidupannya di bawah rata-rata. Jurang pemisah antara orang kaya dan orang miskin sangat jauh sekali, yang kaya semakin kaya danyang miskin semakin miskin.

    2. Mencapai ketersediaan pendidikan dasar secara universal
    (Achieve Universai Basic Education),
    Untuk pendidikan sudah cukup berhasil dengan adanya program belajar 9 tahun dan program pemberian dana BOS untuk kelaangsungan belajar mengajar di sekolah. Dari program ini meringankan beban masyarakat kurang mampu karena dalam kenyataannya pada pendidikan dasar tidak dipungut biaya apapun sehingga warga Indonesia dapat mengenyam pendidikan.

    3. Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan
    (Promote Gender Equality and Empower Women),
    Banyak instansi Negara yang anggotanya perempuan dan perlakuannya disetarakan dengan laki-laki dan hal ini mengacu pada tujuan MDGS yang ke-3 dan hasilnya cukup berhasil. Ibu-ibu rumah tangga mulai banyak mengekspresikan dirinya dengan merintis usaha-usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarganya.

    4. Mengurangi Tingkat Kematian Anak (Reduce Child Mortality),
    Tingkat kematian anak khususnya balita masih cukup tinggi di Indonesia dan hal ini disebabkan oleh banyak factor yaitu hamil diluar nikah(dibunuh orang tua), gizi buruk bagi masyarakat yang kurang mampu dan tidak mendapat pelayanan dari pemerintah, tinggal di daerah terpencil dengan sarana dan prasaran minim.
    5. Meningkatkan Kesehatan Ibu (Improve Maternal Health),
    Dinas Kesehatan telah menambah dana untuk meningkatkan kesehatan Ibu dan anak maka dari itu untuk program ini sudah cukup berhasil dan merata sampai ke desa-desa.

    6. Memerangi HIV/AIDS, Malaria dan Penyakit Lainnya
    (Combat HIV/AIDS, Malaria and Other Deseas)
    Di Indonesia termasuk Negara yang cukup tinggi penderita HIV aidsnya dan menurut saya pemerintar belum optimal dalam memerangi masalah ini. Untuk penyakit malaria sudah banyak hal yang dilakukan pemerintah dan hasilnya cukup berhasil seperti penyuluhan, pengasapan, dll dan dibutuhkan partisaipasi masyarakat untuk ikut membantu tercapainya tujuan ini

    7. Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup (Ensure Environmental Sustainability),
    Di Indonesia masih kurang peka terhadap kelestarian lingkungan hidup terbukti dengan adanya pembalakan liar di hutan, tidak ada kawasan hijau di daerah perkotaan dan hal ini yang menyebabkan banyak sekali bencana akhir-akhir ini missal banjir, tanah longsor, polusi, pemanasan global dll.

    8. Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan
    (Develop Global Partnership for Development)
    Dalam membangun kemitraan global untuk pembangunan Indonesia sudah cukup bagus namun untuk pengelolaan dan birokrasi di Indonesia masih semrawut dengan banyaknya kasus korupsi yang ad di Indonesia sekarang ini menyebabkan terhambatkanya pembangunan yang lebih baik
    Jadi kesimpulannya Indonesia belum bias memenuhi semua target dari MDGS karena perhatian pemerintah tidak optimal dalm menjlankan program-program dan hanya focus pada beberapa point saja dan hasilnya pun tidak akan merata sehingga semua tujuan diatas belum terpenuhi.

  43. Indra Sri Lestari
    5 April 2011 pukul 05:10

    Indra Sri Lestari :
    NAMA: INDRA SRI LESTARI
    NIM : 08144600067
    A2_08
    MDG’s memang tealah di laksanakan di Indonesia. Sekian lama program tersebut itu ada, hanya sebagian kecil saja yang telah terlaksana dan memang sedikit berhasil. Namun sangat di sayangkan keberhasilan tersebut tertutupi oleh ketidak merataanya pelaksanaan porogram tersebut di Indonesia. dapat dibuktikan dengan:
    1. masih banyaknya kemiskinan dan kelaparan yang terjadi di Indonesi dapat dilihat dari segi pendapatan masih di bawah 1 dolar AS sehari.
    2.Pendidikan dasar kurang merata terlebih lagi di daerah terpencil yang kadang di abaikan oleh pemerintah
    3. masih banyak diskriminasi gender di Indonesia. banyak laki- laki yang menyepelekan wanita.
    4. banyak kematian anak di bawah umur, baik karena aborsi maupun karena kemiskinan.
    5. masih banyak ibu- ibu yang tidak sehatsehingga mengalami kematian dalam melahirkan
    6.penyakit HIV/ AIDS semakin berkembang dan merajalela di Indonesia karena pergaulan bebas dan seks bebas.
    7. banyak lingkungan hidup yang rusak dikarenakan oleh faktor manusia itu sendiri yang tidak mau menjaganya. contohnya: penggundulan hutan, pembakaran hutan, membuang sampah di sungai, efek rumah kaca. sehingga hal tersebut dapat menimbulkan bencana.
    program pemerintah yang telah sedikit berhasil :
    1. di bidang pendidikan sekarang ini mulai diperhatikan dengan bai. pewmerintah mewajibka wajib belajr 9n tahuan dan geratis, banyak bantuan- bantuan untuk memperbaiki invrastruktur sekolah, banyak bantuan BOS yang itu semua merupakan upaya untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia.
    2.upaya untuk memperbaikai lingkungan dengan cara penanaman pohon kembali (go green), pemanfaatan sampah- sampah sehingga dapat di daur ulang kembali agar tidak mencemari lingkungan.
    3. banyak bank- bank yang memberikan pinjaman untuk membuka usaha sehingga hal ini dapat membantu pengurangan tingkat penggangguran.

    http://panndacie.blogspot.com/

  44. amalia ekawati
    5 April 2011 pukul 05:18

    Alamat blog saya:
    amalia37.blogspot.com

  45. putri nunung I
    5 April 2011 pukul 05:18

    Nama : Putri Nunung Indarwati
    Kelas : A2/08
    NPM : 08144600004

    Tugas Evaluasi Millenium Development Goal,s (MDG,s)

    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 dan merupakan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Indonesia termasuk ke dalam negara yang mengupayakannya, ke delapan tujuan tersebut yaitu :
    1. Mengentaskan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim,
    Pemerintah dalam upayanya mengentaskan kemiskinan dan kelaparan belum terlihat hasilnya, karena masih banyak masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. Banyak kebijakan – kebijakan pemerintah yang pada penerapannya malah tidak sesuai dengan tujuan dan menambah beban masyarakat yang kurang mampu. Contohnya penggusuran yang tujuannya menertibkan bangunan – bangunan liar atau lapak – lapak liar milik masyarakat yang kurang mampu pada hakikatnya justru menambah kemiskinan di negara ini karena tidak disertai dengan penanganan berlanjut bagi korban. Dana dari pemerintah yang di khususkan bagi warga miskin pada kenyataannya masih banyak warga miskin yang belum menerima dana tersebut. Jika dilihat dari tahun ketahun warga miskin malah semakin banyak. Masih banyak anak – anak yang menderita busung lapar khususnya di daerah yang jauh dari pusat kota dan terpinggirkan contohnya di Kalimantan, NTT dan daerah terpencil lain. Butuh upaya yang keras dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini semua.
    2. Pemerataan pendidikan dasar baik laki-laki maupun perempuan.
    Program wajib belajar 9 tahun bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM di Negara kita khususnya dalam bidang pendidikan, tetapi masih banyak anak – anak yang belum atau tidak sama sekali mengenyam bangku sekolah. Khususnya anak – anak yang bertempat tinggal di daerah terpencil. Fasilitas sekolah yang tidak mendukung. Bahkan ketiadaan sekolah di daerah tersebut, himpitan ekonomi yang menyebabkan mereka tidak bisa bersekolah. Pemerintah memang memberikan bantuan untuk sekolah gratis pada anak –anak yang tidak mampu tetapi bantuan itu tidak sepenuhnya diterima mereka. Sarana dan prasarana yang tidak mendukung sebenarnya menjadi masalah utama, contoh di Polewalimandar di suatu daerah yang terpencil anak – anak harus menempuh jarak 5km berjalan kaki melewati bukit dan lembah untuk bersekolah.
    3. Mendukung persamaan jender dan pemberdayaan perempuan,
    Dalam tahun 2011 ini sudah ada perubahan yang baik dalam tujuannya mendukung persamaan jender dan pemberdayaan perempuan. Sekarang banyak wanita yang menjadi pemimpin ataupun yang berprofesi seperti laki – laki. Contohnya ada supir bus wanita.

    4. Mengurangi tingkat kematian pada anak usia dibawah 5 tahun, pada tujuan ini pemerintah sudah merealisasikannya dengan baik. Di setiap daerah sudah ada posyandu atau puskesmas. Dan sudah ada kegiatan rutin pemeriksaan kesehatan anak – anak. Biasanya diadakan satu bulan sekali.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi dua pertiga kematian ibu dalam proses melahirkan, Dalam tujuan ini masih belum teratasi penyediaan pelayanan medis untuk ibu yang melahirkan . masih kurang khususnya bagi ibu- ibu kurang mampu. Kesadaran ibu – ibu pun untuk memeriksakan kehamilannya secara berkala masih kurang.

    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya, perlawanan terhadap HIV/ AIDS, malaria dan penyakit lainnya sudah baik. Pemerintah sering melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya HIV dan cara pencegahannya. Dan melakukan penyemprotan pada derah – daerah yang terinjeksi penyakit malaria.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup, dalam tujuan ini belum tercapai maksimal. Perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam tujuan ini juga msih sangat sulit karena untuk Indonesia sendiri masih mengalami masalah dalam bidang keungan. Untuk masyarakat kecil yang mau bermitra contohnya dengan Ban juaga ,asih sangat sulit.
    Jadi secara global tujuan Pembangunan Milenium MDG memang masih belum terlaksana dan tercapai secara baik dan dibutuhkan partisipasi dan kerjasama dari berbagai pihak, pemerintah swasta dan masyarakat.
    Alamat blog saya bu
    Poethree.blog.com

  46. 5 April 2011 pukul 05:48

    Nama : Siska Enggeria
    NPM : 08144600071
    PGSD A2 / 08
    MDG’S adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia.
    Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim.
    Menurut saya di Indonesia ini masih banyak rakyat yang miskin dan kelaparan,hal ini sangat terlihat jelas di daerah indonesia khususnya indonesia bagian timur, seperti irian jaya, maluku, ambon, dan daerah lainyan. Kemiskinan juga terlihat dari banyaknya bayi yang terkena busung lapar, hal ini terjadi karena kenaikan harga kebutuhan pokok yang sangat tajam, namun tidak di imbangi dengan lapangan pekerjaan dan juga pendapatan masyarakat.harga kebutuhan pokok yang terlalu mahal seperti daging, susu, beras, minyak dll menjadikan kelaparan, dan busung lapar, dan juga lapangan pekerjaan yang minim menjadikan kemiskinan semakin meningkat kemiskinan, kelaparan, menjadi tantangan serius yang harus segera dibenahi oleh pemerintah.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. Menurut saya masalah pendidikan harus tetap mendapat tanggapan yang serius sebab masalah pendidikan sangat mempengaruhi perkemabangan kemajuan indonesia di masa akan datang. Pemerataan pendidikan di indonesia belum terlihat merata sebab di daerah terpencil khususnya didaerah desa masih banyak warga yang belum melek huruf, dan juga masih banyak siswa yang putus sekolah akibat mahalnya biaya pendidikan. Belum meratanya pendidikan juga terlihat dari bangunan sekolah di daerah desa yang belum banyak. Namun usaha pemerintah sudah cukup baik dalam memeratakan pendidikan diantaranya menerapkan wajib belajar 9 tahun, jadi anak-anak di Indonesia harus minimal menempuh jenjang pendidikan sampai tingkat SMP.Dan juga pemerintah sekarang sudah menetapkan baik untuk BOS sampai SMP.ini langkah cukup baik untuk memperbaiki pendidikan di indonesia
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan.
    Mendukung persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, dalam tujuan ini khususnya sampai tahun 2011 sudah ada perubahan, antara laki-laki dan perempuan sudah ada persamaan atau tidak dibedakan, banyak sakarang para perempuan menjadi pimpinan dinegara ini contohnya ibu Megawati (Mantan Presiden RI). Di bidang apapun perbedaan jender saat ini sudah tidak berlaku lagi.contoh lainya adalah kepala sekolah pun sudah boleh menjadi kepala sekolah.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Sehingga pemerintah Indonesia mewajibkan untuk semua orang yang menikah harus menetapkan program KB agar menekan tingkat kematian akibat busung lapar dan gizi buruk. Mengurangi tingkat kematian juga bisa dilakukan dengan mmperbaiki pelyanan kesehatan di daerah-daerah di indonesia. Dan juga dengan menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan. Meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi dua pertiga kematian ibu dalam proses melahirkan, dalam tujuan ini sepertinya masih sulit untuk dicapai melihat belum memadainya layanan kesehatan ibu dan anak dan keterbatasan anggaran dalam kesejahteraan yang menyebabkan biaya untuk persalinan cukup mahal. Tantangan angka kematian ibu yang menyebabkan kesulitan dalam pencapaian target MDG’s salah satunya adalah penyakit infeksi dan pendarahan akibat aborsi.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.
    Perlawanan terhadap penyakit aids belum banyak dilakukan hal ini terlihat dari dari masih banyaknya remaja yang terkenan aids akibat seks bebas. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya untuk perlawanan penyakit IHIV / aids masih tinggi karena masih banyaknya pengguna narkoba dan seks bebas untuk pemberantasan sudah dilakukan oleh para petugas kesehatan dan polisi, untuk penyakit lainnya juga sudah berkurang di setiap daerah. Salah satu upaya dalam memerangi malaria, dan penyakita lainya adalah dengan sistem menguras, menimbun dan menabungkrkan bubuk agar tidak ada lagi jentik-jentik nyamuk.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup.
    Di Indonesia kebakaran hutan dan lahan, perambahan hutan, pembalakan liar (illegal
    logging), konversi hutan, dan pengelolaan hutan yang tidak lestari adalah penyebab terjadinya kerusakan hutan saat ini. Terjadinya kebakaran hutan yang akan menyebabkan menurunnya kualitas udara yang disebabkan oleh asap yang ditimbulkan.kebanyakan kebakaran terjadi lahan gambut. Terjadinya pembakaran liar, dan juga penebangan hidup juga terjadi karena masalah ekonomi, khususnya kemiskinan . Pemerintah harus memberikan pengawasan langsung terhadap kelestarian lingkungan dan hutan agar tidak terjadi lagi pelangaran-pelanggaran yang pastinya akan merugikan bangsa Indonesia khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya..
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.
    Kemitraan global juga sudah dilakukan oleh pemerintah demi kemajuan pembangunan di indonesia khususnya, pembangunan jalan , gedung sekolah, dan fasilitas lainya.
    Pinjaman luar negeri yang masih terkendala rendahnya tingkat penyerapan dana pinjaman. HAl ini disebabkan oleh keterlambatan pelaksanaan proyek karena permasalahan teknis yang dihadapi yang akan berpengaruh pada meningkatnya akumulasi biaya komitmen serta mengurangi manfaat proyek karena tidak selesai tepat waktu sesuai rencana.
    Terjadinya pengangguran yang banyak pada setiap tahunnya akibat dari rendahnya lapangan kerja yang tersedia, pertumbuhan ekonomi tidak menjamin tersedianya lapangan kerja yang luas, pemerintah harus bekerjasama dengan instansi atau lembaga-lembaga tertentu untuk menuntaskan masalah tersebut.
    Alamat blog saya : enggeria.blogspot.com

  47. 5 April 2011 pukul 05:55

    Nama : Dewi Septika Wati
    Prodi: PGSD
    Kelas ; A2-2008
    NPM : 08144600084

    Tugas Perspektif Global
    Indonesia telah menerapkan program MDG’s. Evaluasi lah program tersebut. Tulislah selengkapnya!
    Jawab:
    Indonesia merupakan salah satu negara yang telah menerapkan program MDG’s,namun masih banyak hal yang belum dapat di terapkan di Indonesia. Pada kenyataannya masyarakat Indonesia masih jauh dari kemakmuran.

    Poin pertama yaitu mengenai Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang mengalami kemiskinan, apalagi Indonesia menduduki peringkat 68 dari 100 negara miskin di dunia. dapat di artikan bahwa program MDG’s pada poin pertama belum dapat di laksanakan dengan baik. Sebaiknya lebih diperhatikan lagi dalam perencaan dan pelaksanaannya.

    Poin kedua yaitu pemerataan pendidikan dasar. target untuk 2015. Di Indonesia masih sangat kurang akan kesadarannya dalam pendidikan. Banyak orang kaya tetapi tidak mau menyekolahkan anaknya karena mereka berfikir bahwa tanpa pendidikan mereka bisa sukses, jadi pendidikan tidak di anggap penting oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Banyak juga warga di Indonesia yang kurang mampu dalam segi ekonomi untuk menyekolahkan anaknya sehingga anak disuruh untuk mencari nafkah dan tidak bersekolah.

    Poin ketigan yaitu mendukung adanya persamaan jender dan pemberdayaan perempuan. Pemerataan pendidikan dasar sudah cukup baik dilaksanakan di Indonesia, sehingga persamaan jender dan pemberdayaan perempuan sudah dapat terlaksana di Indonesia. Indonesia sudah menyetarakan persamaan hak antara perempuan dan laki-laki. Misalnya perempuan juga bisa bekerja dan perempuan sudah pernah menjadi presiden di Indonesia.

    Poin keempat yaitu mengurangi tingkat kematian anak. Masih banyak tingkat kematian anak di Indonesia. Sering terjadinya kasus pembunuhan anak yang dapat menaikkan tingkat kematian anak, banyaknya penculikan yang bisa menyebabkan anak sakit dan bahkan bisa meninggal dunia, banyaknya orang tua yang kurang mampu secara ekonomi, sehingga anak menjadi korban misalnya anak kekurangan gizi yang lama-kelamaan bisa meninggal dunia. Selain itu juga banyak anak muda yang hamil di luar nikah dan belum siap menerima kenyataan sehingga membunuh anak tersebut.
    Poin kelima yaitu meningkatkan kesehatan ibu. Di Indonesia kesadaran kesehatan Ibu hamil belum banyak di perhatikan, salah satu faktornya juga merupakan kemiskinan. Ibu hamil tidak sanggup untuk cek rutin kehamilan dikarenakan faktor keuangan, bagi masyarakat sedang ke bawah hal tersebut bagi mereka susah untuk di jangkau jadi mereka tidak begitu memperhatikan hal tersebut. Namun bagi warga miskin bisa juga terbantu dengan adanya bantuan kemiskinan (ASKES).

    Poin keenam yaitu perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya. Banyaknya seks bebas yang merajalela Indonesia menyebabkan penyakit HIV/AIDS yang menyebar di Indonesia. Selain itu juga narkoba yang membawa pengaruh timbulnya pengaruh tersebut. Apalagi para pengguna yang sangat banyak dari kalangan bawah sampai atas, dari anak kecil hingga orang tua.

    Poin ketujuh yaitu menjamin daya dukung lingkungan hidup. Lingkungan hidup masyarakat Indonesia belum begitu baik. Masih menyebarnya lingkungan kumuh, contohnya di Jakarta karena terlalu padatnya jumlah penduduk disana, menyebabkan para pendatang tinggal di lingkungan kumuh seadanya yang ada disana. Air bersihpun tidak tersedia dengan cukup sehingga masih sulitnya mencari air bersih. Namun sudah ada program dari pemerintah untuk mengurangi menyebarnya penyakit DB.

    Poin kedelapan yaitu mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Indonesia sudah melaksanakan pengembangan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga sudah membangun kemitraan dengan negara lain. Untuk pengembangan kemitraan di bidang ekonomi Indonesia masih kurang. Contohnya dalam perdagangan bebas tingkat internasional, banyaknya produk import masuk di Indonesia sedangkan produk Indonesia sendiri kalah bersaing dengan produk luar negeri.
    Sebaiknya pelaksanaan MGDS di Indonesia harus lebih diperhatikan agar semua tujuan bisa tercapai.
    Blog : dewiseptikawati.blogspot.com

  48. 5 April 2011 pukul 06:00

    Nama : Rheka Nuanda W.I
    Prodi: PGSD
    NPM :08144600090
    Blog: rhekaNuwie.blogspot.com

    Pada dasarnya Indonesia sudah berusaha untuk menjalankan program tersebut, akan tetapi, belum semua program MDG’s dapat di jalankan dengan baik. karena masih ada banyak hal yang belum dapat di terapkan di Indonesia. Pemerintahan Indonesia juga harus lebih focus dengan masyarakatnya kekurangan apa yang banyak terjadi dalam masyarakatn\ya. Apabila pemerimtah akan menjalankan program MDG’sPada kenyataannya masyarakat Indonesia masih jauh dari kemakmuran.
    pertama menjelaskan mengenai Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Akan tetapi kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang mengalami kemiskinan, apalagi Indonesia menduduki peringkat 68 dari 100 negara miskin di dunia. dapat di artikan bahwa program MDG’s pada poin pertama belum dapat di laksanakan dengan baik. Perlu tersedianya lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang belum bekerja agar tujuan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
    Poin kedua yaitu Pemerataan pendidikan dasar. Target untuk 2015. Di Indonesia masih sangat kurang akan kesadarannya dalam pendidikan. Banyak orang kaya tetapi tidak mau menyekolahkan anaknya karena mereka berfikir bahwa tanpa pendidikan mereka bisa sukses, ada juga yang berfikir buat apa sekolah akhirnya akan menjadi petani juga itu anggapan bahwa orang tersebut kurang mempedulikan pendidikan di indonesiaja. Dan kebanyakan orang yang ada di pedesaan. di pendidikan tidak di anggap penting oleh sebagian besar masyarakat Indonesia
    Poin ketigaMendukung adanya persamaan jender dan pemberdayaan perempuan. Pemerataan pendidikan dasar sudah cukup baik dilaksanakan di Indonesia, sehingga persamaan jender dan pemberdayaan perempuan sudah dapat terlaksana di Indonesia. Sehingga persamaan hak antara perempuan dan laki-laki sudah cukup terlaksana tujuannya akan tetapi penganiayaan perempuan di Indonesia perlu di atasi.
    untuk Poin keempat yaitu Mengurangi tingkat kematian anak. Masih banyak tingkat kematian anak di Indonesia. Kejadian saat ini yang sering muncul adalah kasus aborsi yang disebabkan kebanyakan tentang hamil diluar nikah, dengan hal itu manusianya sendiri yang perlu waspada dan hatri-hati menjaga diri dengan tidak melakukan hal yang dilarang terdsebut, akan tetapi juga masuyarakat sekarang yang belum mengenal pendidikan tidak taw arti tersebut misalkan masyarakat pelosok, maka pemerintah harus memberikan soluisi kepada masyarakat untu menjelaskan itu semua, Sering terjadinya kasus pembunuhan anak yang dapat menaikkan tingkat kematian anak.
    Poin kelima yaitu Meningkatkan kesehatan ibu. Di Indonesia kesadaran kesehatan Ibu hamil belum banyak di perhatikan, salah satu faktornya juga merupakan kemiskinan. Ibu hamil tidak sanggup untuk cek rutin kehamilan dikarenakan factor keuangan, bagi masyarakat sedang ke bawah hal tersebut bagi mereka susah untuk di jangkau jadi mereka tidak begitu memperhatikan hal tersebut. Susahnya perekonomian itulah penyebabnya, semua harus terlewati karena kurangnya ekonomi. Jauhnya tempat pemeriksaan membuat factor tidaknya memeriksakan kesehan ibu sangat mempengaruhi, setidaknya pemerintah memberikan layanan atau membuat tempat kesehatan untuk daerah yang sulit dijangaku, memberikan pelayanan gratis untuk warga ibu hamil khususnya.
    Poin keenam yaitu Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya. Penyakit tersebut memang orang tertentu yang menderita, akan tetapi kewaspadaan terhadap penyakit tersebut harus kita lakukan dan harus mencegah, Banyaknya seks bebas yang merajalela Indonesia menyebabkan penyakit HIV/AIDS yang menyebar di Indonesia. Selain itu juga narkoba yang membawa pengaruh timbulnya pengaruh tersebut. Apalagi para pengguna yang sangat banyak dari kalangan bawah sampai atas, dari anak kecil hingga orang tua. Untuk orang tua yang harus memberikan perhatian kepada nak dan harus mengenalinya membuat hal tersebut bias di atasi. Karena narkoba yang kelebihan dosis pemakaian juga mengkibatkan anak muda meninggal. Hal itu harus segera di atasi, agar tujuan cepat terlaksana
    Poin ketujuh yaitu Menjamin daya dukung lingkungan hidup. Lingkungan hidup masyarakat Indonesia belum begitu baik. Masih menyebarnya lingkungan kumuh, seperti di Jakarta karena terlalu padatnya jumlah penduduk disana, menyebabkan para pendatang tinggal di lingkungan kumuh seadanya yang ada disana. Air bersihpun tidak tersedia dengan cukup sehingga masih sulitnya mencari air bersih. Sehingga masyarakat pendatang yang ada disana harus menempati ltempat yang tidak layak untuk di huni. Dengan mengadakan kerja bakti disetiap desa|daerah mengurangi pencemaran tersebut, dengan daya dukung yantg memadai masyarakat tidak akan terganggu dari wabah penyakit
    Poin kedelapan yaitu Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Indonesia sudah melaksanakan pengembangan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga sudah membangun kemitraan dengan negara lain. Tetapi untuk pengembangan kemitraan di bidang ekonomi Indonesia masih kurang. Contohnya dalam perdagangan bebas tingkat internasional, banyaknya produk import masuk di Indonesia sedangkan produk Indonesia sendiri kalah saing dengan produk luar negeri. karena banyak faktor salah satunya adalah kemiskinan dan daya dukung masyarakat.

  49. 5 April 2011 pukul 06:03

    Evalusai Millenium Development Goal’s (MDG’s)
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Kedelapan tujuan tersebut di antaranya :
    1. Mengentaskan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim, dalam tujuan ini sampai tahun 2011 sepertinya belum ada perubahan secara siknifikan baik kemiskinan maupun kelaparan, kemiskinan dan kelaparan sepertinya malah bertambah, banyak masyarakat yang mengalami gizi buruk terutama pada anak-anak.
    2. Pemerataan pendidikan dasar baik laki-laki maupun perempuan. Program Wajar 9 Tahun tersebut menjadi kekuatan bangsa Indonesia untuk mewujudkan tujuan MDGs. Namun, angka anak putus sekolah setiap tahun mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan data BKKBN dari 1,7 juta jiwa pada 1996 menjadi 11,7 juta jiwa pada 2009 lalu. Angka tersebut didominasi anak-anak usia 7-15 tahun yang rata-rata tidak dapat memenuhi kewajibannya melanjutkan pendidikan dasar sembilan tahun. Penyebab tingginya angka putus sekolah adalah tempat tinggal yang jauh dari fasilitas pendidikan. Anak-anak miskin dari pedesaan umumnya memiliki kesulitan untuk mendapat pendidikan dasar terutama anak-anak yang berusia 13-15 tahun. Setelah menamatkan Sekolah Dasar (SD) mereka dihadapkan pada pilihan berhenti sekolah karena jarak yang jauh atau membantu orang tua mencari nafkah.
    3. Mendukung persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, dalam tujuan ini khususnya sampai tahun 2011 sudah ada perubahan, antara laki-laki dan perempuan sudah ada persamaan atau tidak dibedakan, banyak sakarang para perempuan menjadi pimpinan dinegara ini contohnya ibu Megawati (Mantan Presiden RI). Perempuan juga sudah mulai bisa mandiri tidak tergantung pada laki-laki, perempuan bisa bekerja dalam bidangnya masing-masing tanpa suatu pengekangan dari laki-laki.
    4. Mengurangi tingkat kematian pada anak usia dibawah 5 tahun, pada tujuan ini sudah ada cara mengantisipati kematian anak usia dibawah 5 tahun, contohnya di Indonesia, sudah digalakkan system posyandu yang sering diadakan setiap 1 bulan sekali, pemberian vitamin dan imunisasi campa pada anak dibawah usia dibawah usia 5 tahun sudah banyak digalakkan. Dan sosialisasi bagi orang tua tentang pemberian makanan-makanan sehat pada anak dan pemberian ASI eksklusif selama 2 tahun.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi dua pertiga kematian ibu dalam proses melahirkan, dalam tujuan ini sepertinya masih sulit untuk dicapai melihat belum memadainya layanan kesehatan ibu dan anak dan keterbatasan anggaran dalam kesejahteraan yang menyebabkan biaya untuk persalinan cukup mahal. Tantangan angka kematian ibu yang menyebabkan kesulitan dalam pencapaian target MDG’s salah satunya adalah penyakit infeksi dan pendarahan akibat aborsi.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya, dalam tujuan ini perlawanan HIV/AIDS sudah digalakkan aturan seperti misalnya jangan melakukan hubungan sex secara berganti-ganti pasangan, jangan menggunakan jarum suntik bekas, melakukan hubungan sex dengan menggunakan kondom (pengaman), sedangkan malaria sudah pula digalakkan penyemprotan obat oleh Dinas Kesehatan di lingkungan masyarakat sekitar.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup, dalam tujuan ini perlu adanya campur tangan pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat madani, pihak swasta, dan lembaga donor.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam tujuan ini masih juga dirasa sulit, contohnya banyaknya utang Indonesia kepada Negara lain, sehingga sulit unutk menjalin kemitraan. Kurangya fasilitas untuk menyalurkan untuk system pembangunan bagi wilayah-wilayah terpencil. Masih kurangnya kerjasama dengan pihak lain untuk memanfaatkan teknologi baru dan menciptakan lapangan kerja yang baik dan produktif bagi penduduk usia muda.

    Jadi jika dilihat secara global tujuan Pembangunan Milenium MDG pada tahun 2015 tersisa 4 tahun. Namun, delapan target yang menjadi sasaran masih jauh dari harapan sehingga muncul kekhawatiran target-target itu akan sulit tercapai. Kedelapan target MDGs ini dikhawatirkan tak tercapai jika kendala seperti bencana alam terus terjadi. Selain bencana alam, adanya perubahan iklim, krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan juga berpotensi jadi kendala utama. Target sulit tercapai sebenarnya juga akibat kebijakan pemerintah yang tidak difokuskan pada MDGs. Tidak optimalnya upaya pencapaian target MDGs adalah karena belum ada komitmen dan kontribusi bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, parlemen, media, dan swasta.

  50. 5 April 2011 pukul 06:06

    Rusli Nuryadin
    08144600137
    A2-2008

    blockquote cite=”#commentbody-152″>
    Rusli Nuryadin :
    Evalusai Millenium Development Goal’s (MDG’s)
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Kedelapan tujuan tersebut di antaranya :
    1. Mengentaskan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim, dalam tujuan ini sampai tahun 2011 sepertinya belum ada perubahan secara siknifikan baik kemiskinan maupun kelaparan, kemiskinan dan kelaparan sepertinya malah bertambah, banyak masyarakat yang mengalami gizi buruk terutama pada anak-anak.
    2. Pemerataan pendidikan dasar baik laki-laki maupun perempuan. Program Wajar 9 Tahun tersebut menjadi kekuatan bangsa Indonesia untuk mewujudkan tujuan MDGs. Namun, angka anak putus sekolah setiap tahun mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan data BKKBN dari 1,7 juta jiwa pada 1996 menjadi 11,7 juta jiwa pada 2009 lalu. Angka tersebut didominasi anak-anak usia 7-15 tahun yang rata-rata tidak dapat memenuhi kewajibannya melanjutkan pendidikan dasar sembilan tahun. Penyebab tingginya angka putus sekolah adalah tempat tinggal yang jauh dari fasilitas pendidikan. Anak-anak miskin dari pedesaan umumnya memiliki kesulitan untuk mendapat pendidikan dasar terutama anak-anak yang berusia 13-15 tahun. Setelah menamatkan Sekolah Dasar (SD) mereka dihadapkan pada pilihan berhenti sekolah karena jarak yang jauh atau membantu orang tua mencari nafkah.
    3. Mendukung persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, dalam tujuan ini khususnya sampai tahun 2011 sudah ada perubahan, antara laki-laki dan perempuan sudah ada persamaan atau tidak dibedakan, banyak sakarang para perempuan menjadi pimpinan dinegara ini contohnya ibu Megawati (Mantan Presiden RI). Perempuan juga sudah mulai bisa mandiri tidak tergantung pada laki-laki, perempuan bisa bekerja dalam bidangnya masing-masing tanpa suatu pengekangan dari laki-laki.
    4. Mengurangi tingkat kematian pada anak usia dibawah 5 tahun, pada tujuan ini sudah ada cara mengantisipati kematian anak usia dibawah 5 tahun, contohnya di Indonesia, sudah digalakkan system posyandu yang sering diadakan setiap 1 bulan sekali, pemberian vitamin dan imunisasi campa pada anak dibawah usia dibawah usia 5 tahun sudah banyak digalakkan. Dan sosialisasi bagi orang tua tentang pemberian makanan-makanan sehat pada anak dan pemberian ASI eksklusif selama 2 tahun.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi dua pertiga kematian ibu dalam proses melahirkan, dalam tujuan ini sepertinya masih sulit untuk dicapai melihat belum memadainya layanan kesehatan ibu dan anak dan keterbatasan anggaran dalam kesejahteraan yang menyebabkan biaya untuk persalinan cukup mahal. Tantangan angka kematian ibu yang menyebabkan kesulitan dalam pencapaian target MDG’s salah satunya adalah penyakit infeksi dan pendarahan akibat aborsi.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya, dalam tujuan ini perlawanan HIV/AIDS sudah digalakkan aturan seperti misalnya jangan melakukan hubungan sex secara berganti-ganti pasangan, jangan menggunakan jarum suntik bekas, melakukan hubungan sex dengan menggunakan kondom (pengaman), sedangkan malaria sudah pula digalakkan penyemprotan obat oleh Dinas Kesehatan di lingkungan masyarakat sekitar.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup, dalam tujuan ini perlu adanya campur tangan pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat madani, pihak swasta, dan lembaga donor.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam tujuan ini masih juga dirasa sulit, contohnya banyaknya utang Indonesia kepada Negara lain, sehingga sulit unutk menjalin kemitraan. Kurangya fasilitas untuk menyalurkan untuk system pembangunan bagi wilayah-wilayah terpencil. Masih kurangnya kerjasama dengan pihak lain untuk memanfaatkan teknologi baru dan menciptakan lapangan kerja yang baik dan produktif bagi penduduk usia muda.
    Jadi jika dilihat secara global tujuan Pembangunan Milenium MDG pada tahun 2015 tersisa 4 tahun. Namun, delapan target yang menjadi sasaran masih jauh dari harapan sehingga muncul kekhawatiran target-target itu akan sulit tercapai. Kedelapan target MDGs ini dikhawatirkan tak tercapai jika kendala seperti bencana alam terus terjadi. Selain bencana alam, adanya perubahan iklim, krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan juga berpotensi jadi kendala utama. Target sulit tercapai sebenarnya juga akibat kebijakan pemerintah yang tidak difokuskan pada MDGs. Tidak optimalnya upaya pencapaian target MDGs adalah karena belum ada komitmen dan kontribusi bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, parlemen, media, dan swasta.

  51. Tri Agust
    5 April 2011 pukul 12:59

    Nama : Tri Agustianto
    Kelas : A2-2008
    NIM : 08144600141

    Evalusai Millenium Development Goal’s (MDG’s)
    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Kedelapan tujuan tersebut di antaranya :
    1. Mengentaskan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim, dalam tujuan ini sampai tahun 2011 sepertinya belum ada perubahan secara siknifikan baik kemiskinan maupun kelaparan, kemiskinan dan kelaparan sepertinya malah bertambah, banyak masyarakat yang mengalami gizi buruk terutama pada anak-anak.
    2. Pemerataan pendidikan dasar yang dilakukan di Indonesia belum semuanya terjalankan karena adanya pendidikan yang mahal dan kurang sadarnya pendidikan oleh masyarakat.
    3. Mendukung persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, dalam tujuan ini khususnya sampai tahun 2011 sudah ada perubahan, antara laki-laki dan perempuan sudah ada persamaan atau tidak dibedakan, banyak sakarang para perempuan menjadi pimpinan dinegara ini contohnya ibu Megawati (Mantan Presiden RI). Perempuan juga sudah mulai bisa mandiri tidak tergantung pada laki-laki, perempuan bisa bekerja dalam bidangnya masing-masing tanpa suatu pengekangan dari laki-laki.
    4. Mengurangi tingkat kematian pada anak usia dibawah 5 tahun, pada tujuan ini sudah ada cara mengantisipati kematian anak usia dibawah 5 tahun, contohnya di Indonesia, sudah digalakkan system posyandu yang sering diadakan setiap 1 bulan sekali, pemberian vitamin dan imunisasi campa pada anak dibawah usia dibawah usia 5 tahun sudah banyak digalakkan. Dan sosialisasi bagi orang tua tentang pemberian makanan-makanan sehat pada anak dan pemberian ASI eksklusif selama 2 tahun.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan (30%), eklampsia (25%), partus lama (5%), komplikasi aborsi (8%), dan infeksi (12%). Resiko kematian meningkat, bila ibu menderita anemia, kekurangan energi kronik dan penyakit menular. Aborsi yang tidak aman bertanggung jawab pada 11 persen kematian ibu di Indonesia. Aborsi yang tidak aman ini biasanya terjadi karena kehamilan yang tidak inginkan (unwanted pregnancy).Resiko kematian ibu semakin besar dengan adanya anemia, kekurangan energi kronik (KEK), dan penyakit
    menular seperti malaria, tuberkulosis (TB), hepatitis, serta HIV/AIDS. Pada tahun 1995, misalnya, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 51 persen dan pada ibu nifas 45 persen. Sementara pada tahun 2002 terdapat 17,6 persen wanita usia subur yang menderita KEK. Tingkat sosial ekonomi, tingkat pendidikan, faktor budaya, akses terhadap sarana kesehatan, transportasi, dan tidak meratanya distribusi tenaga terlatih –terutama bidan– juga berkontribusi secara tidak langsung terhadap kematian ibu. Penurunan angka kematian ibu sangat ditentukan oleh berbagai faktor yang justru berada di luar sektor kesehatan. Hal ini disebabkan oleh status kesehatan manusia yang bukan hanya dipengaruhi oleh sektor kesehatan, melainkan juga faktor-faktor lain (determinan) seperti lingkungan fisik (prasarana), lingkungan sosial ekonomi, serta lingkungan budaya dan politik. Determinan lain adalah sifat-sifat yang melekat pada genetik individu, perilaku, serta gaya hidup. Dengan demikian, untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan upaya yang sistematis dan terfokus.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya, dalam tujuan ini perlawanan HIV/AIDS sudah digalakkan aturan seperti misalnya jangan melakukan hubungan sex secara berganti-ganti pasangan, jangan menggunakan jarum suntik bekas, melakukan hubungan sex dengan menggunakan kondom (pengaman), sedangkan malaria sudah pula digalakkan penyemprotan obat oleh Dinas Kesehatan di lingkungan masyarakat sekitar.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup, dalam tujuan ini perlu adanya campur tangan pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat madani, pihak swasta, dan lembaga donor.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam tujuan ini masih juga dirasa sulit, contohnya banyaknya utang Indonesia kepada Negara lain, sehingga sulit unutk menjalin kemitraan. Kurangya fasilitas untuk menyalurkan untuk system pembangunan bagi wilayah-wilayah terpencil. Masih kurangnya kerjasama dengan pihak lain untuk memanfaatkan teknologi baru dan menciptakan lapangan kerja yang baik dan produktif bagi penduduk usia muda.

    Jadi jika dilihat secara global tujuan Pembangunan Milenium MDG pada tahun 2015 tersisa 4 tahun. Namun, delapan target yang menjadi sasaran masih jauh dari harapan sehingga muncul kekhawatiran target-target itu akan sulit tercapai. Kedelapan target MDGs ini dikhawatirkan tak tercapai jika kendala seperti bencana alam terus terjadi. Selain bencana alam, adanya perubahan iklim, krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan juga berpotensi jadi kendala utama. Target sulit tercapai sebenarnya juga akibat kebijakan pemerintah yang tidak difokuskan pada MDGs. Tidak optimalnya upaya pencapaian target MDGs adalah karena belum ada komitmen dan kontribusi bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, parlemen, media, dan swasta.

    blog saya :
    triagustianto.blogspot.com

  52. Arif haryadi
    5 April 2011 pukul 13:23

    Nama : Arif haryadi
    Npm : 08144600130
    A2’08

    Evalusai Millenium Development Goal’s (MDG’s)
    Kedelapan tujuan MDG’s di antaranya :
    1. Mengentaskan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim, dalam tujuan ini sampai tahun 2011 sepertinya belum belum dapat terwujud dengan baik, kemiskinan dan kelaparan sepertinya malah bertambah.

    2. Pemerataan pendidikan dasar yang dilakukan di Indonesia belum semuanya terjalankan karena adanya pendidikan yang mahal dan kurang sadarnya pendidikan oleh masyarakat.

    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan untuk di Indonesia sudah dijalankan tetapi masih ada yang tidak didengarkan aspirasi masyarakat.

    4. Mengurangi tingkat kematian pada anak usia dibawah 5 tahun, pada tujuan ini sudah ada contohnya sudah digalakkan system posyandu anak-anak yang sering diadakan setiap 1 bulan sekali,

    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan (30%), eklampsia (25%), partus lama (5%), komplikasi aborsi (8%), dan infeksi (12%). Resiko kematian meningkat, bila ibu menderita anemia, kekurangan energi kronik dan penyakit menular. Aborsi yang tidak aman bertanggung jawab pada 11 persen kematian ibu di Indonesia. Aborsi yang tidak aman ini biasanya terjadi karena kehamilan yang tidak inginkan (unwanted pregnancy).Resiko kematian ibu semakin besar dengan adanya anemia, kekurangan energi kronik (KEK), dan penyakit
    menular seperti malaria, tuberkulosis (TB), hepatitis, serta HIV/AIDS. Pada tahun 1995, misalnya, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 51 persen dan pada ibu nifas 45 persen. Sementara pada tahun 2002 terdapat 17,6 persen wanita usia subur yang menderita KEK. Tingkat sosial ekonomi, tingkat pendidikan, faktor budaya, akses terhadap sarana kesehatan, transportasi, dan tidak meratanya distribusi tenaga terlatih –terutama bidan– juga berkontribusi secara tidak langsung terhadap kematian ibu. Penurunan angka kematian ibu sangat ditentukan oleh berbagai faktor yang justru berada di luar sektor kesehatan. Hal ini disebabkan oleh status kesehatan manusia yang bukan hanya dipengaruhi oleh sektor kesehatan, melainkan juga faktor-faktor lain (determinan) seperti lingkungan fisik (prasarana), lingkungan sosial ekonomi, serta lingkungan budaya dan politik. Determinan lain adalah sifat-sifat yang melekat pada genetik individu, perilaku, serta gaya hidup. Dengan demikian, untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan upaya yang sistematis dan terfokus.

    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya, dalam tujuan ini perlawanan HIV/AIDS sudah digalakkan aturan seperti misalnya jangan melakukan hubungan sex secara berganti-ganti pasangan, jangan menggunakan jarum suntik bekas, melakukan hubungan sex dengan menggunakan kondom (pengaman), sedangkan malaria sudah pula digalakkan penyemprotan obat oleh Dinas Kesehatan di lingkungan masyarakat sekitar.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup, dalam tujuan ini perlu adanya campur tangan pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat madani, pihak swasta, dan lembaga donor.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam tujuan ini masih juga dirasa sulit, contohnya banyaknya utang Indonesia kepada Negara lain, sehingga sulit unutk menjalin kemitraan. Kurangya fasilitas untuk menyalurkan untuk system pembangunan bagi wilayah-wilayah terpencil. Masih kurangnya kerjasama dengan pihak lain untuk memanfaatkan teknologi baru dan menciptakan lapangan kerja yang baik dan produktif bagi penduduk usia muda.
    Jadi secara global tujuan Pembangunan Milenium MDG pada tahun 2015 tersisa 4 tahun. tetapi delapan target yang menjadi sasaran sepertinya belum bisa terlaksana dengan baik dan masih jauh dari sasaran. Kedelapan target MDGs ini dikhawatirkan tak tercapai jika kendala seperti bencana alam terus terjadi. Dan yang menjadi kendala adalah krisis yang berkepanjangan dan sulit untuk diminimalisir.

    Ini alamat blog saya : ariefharyadi.blogspot.com

  53. ririn isnah l
    6 April 2011 pukul 15:01

    siap…

  54. ririn isnah l
    6 April 2011 pukul 15:27

    evaluasi delapan tujuan yang akan dicapai:
    1. pengentasan kemiskinan di Indonesia sepertinya belum dapat dilaksanakan secara baik, karena dapat dilihat dari beberapa daerah yang sangat terpencil masih hidup dengan sangat miskin. selain itu juga dapat dilihat dari banyaknya pengangguran dan tindakan kejahatan yang mencerminkan bahwa kurangnya tingkat kesejahteraan masyarakat.
    2. Pendidikan Dasar pun belum merata karena bagi masyarakat yang sangat mengharapkan Bantuan Operasional Sekolah belum tentu benar-benar sampai kepada mereka. selain itu, dirasa sangat mahal untuk menikmati pendidikan sekarang ini.
    3. adanya persamaan jender sudah mulai terlihat dari banyaknya perempuan yang duduk di meja DPR atau MPR, selain itu banyak pekerjaan yang dahulunya hanya di terapkan untuk laki-laki, namun sekarang telah dikerjaan oleh perempuan.
    4. sebenarnya sudah banyak diberikan pengarahan kepada Ibu-ibu di Indonesia tentang bagaimana cara merawat anak mereka agar terlindungi dari berbagai bahaya penyakit, namun kebanyakan kematian bayi adalah karena kurangnya seorang Ibu mengerti dengan baik tentang kesehatan bayi mereka. bahkan sudah banyak penyuluhan diberikan, namun kadang dianggap sepele oleh Ibu-ibu. jadi yang harus ditingkatkan adalah kesadaran si Ibu untuk lebih memperhatikan kesehatan bayi, karena lebih baik mencegah daripada mengobati.
    5. meningkatkan kesehatan Ibu memang belum seluruhnya tercapai, karena kesehatan pun tergantung pada t9ngkat kesejahteraan yang dimili8ki, namun pada saat ini, sudah lumayan membaik tentang tingkat kematian Ibu melahirkan karena sudah lebih banyak alternatif medis yang dapat digunakan.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya justru meningkat karena tingkat pergaulan bebas yang melonjak, sehingga penyebarannya jauh lebih cepat. Hal ini perlu ditanggapi dengan serius karena resiko yang sangat banyak sudah sangat tampak ketika sebuah negara memiliki generasi muda yang menerapkan seks bebas dalam kesehariannya.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup yang ada di Indonesia masih kurang, contohnya saja di daerah wonosari masih ada saja sulit mendapatkan air, di Sumatera masih ada saja perusahaan yang membuka puluhan hektar lahan dan masih saja mendapatkan ijin dari pemerintah.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan sudah dilaksanakan namun mungkin kurang maksimal.
    MDG’s sudah mulai diterapkan namun memang belum maksimal. adanya berbagai kendala dalam pelaksanaanya antaralain tingkat kesadaran masyarakat Indonesia sendiri, tingkat bencana alam yang tinggi dan Pemerintahannya.

    • 9 April 2011 pukul 11:55

      Saudara mendapatkan nilai 85 tetapi berhubung mengumpulkan > jam 12 maka – 5 menjadi 80. Terima kasih. Selamat Belajar, semoga sukses.

  55. Amelia Dhika A
    12 April 2011 pukul 00:52

    maaf buk, saya mengumpulkannya sebelum jam 12 buk, sekitar jam 11 sudah saya kirim dan langsung masuk buk

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: