Perspektif Global

Kumpulan Tugas

1. Tugas tanggal 5 April 2011 dapat anda klik  disini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 30 Maret 2011 pukul 03:14

    kuis tanggal 23 maret 2011
    dwi handaya
    09144620002
    B1-09

    Masalah yang berkaitan dengan ilmu alam dan ilmu sosial
    Dalam ilmu alam (IPA) terdapat pembelajaran sains dan teknologi. Perkembangan sains dan teknologi dapat menimbulkan perubahan di masyarakat karena diakibatkan oleh masuknya pengaruh asing. Masuknya teknologi yang diciptakan oleh manusia tidak hanya mengubah kondisi masyarakat tetapi juga merubah cara hidup manusia dalam masyarakat. Sains dan teknologi dihasilkan oleh dan untuk masyarakat, perkembangannya juga ditentukan oleh dinamika atau irama kehidupan masyarakat tetapi malah sekarang masyarakat yang dikendalikan oleh perkembangan sains dan teknologi.
    Misalnya berbagai siaran TV maupun pangaruh internet membawa dampak permasalahan terhadap anak-anak yang akan menjadi malas belajar, dan mudah meniru hal-hal yang negatif dari siaran TV maupun internet tersebut. Kedatangan turis asing ke Indonesia mempengaruhi tingkah laku maupun budaya masyarakat setempat, dimana para remaja merasa gaul dan rasa percaya diri tinggi jika mengikuti mode dari luar. Selain itu juga dapat menyebabkan munculnya masalah perilaku individu atau masyarakat terhadap berbagai penyakit sosial, misalnya ditempat-tempat wisata, seperti tempat wisata Kaliurang dan Parangtritis akan muncul wanita tuna susila, yang menjadikan media penularan penyakit AIDS.

  2. 30 Maret 2011 pukul 09:09

    kuis 23 maret 2011
    ainun Rochmah
    09144620041
    B09

    masalah yang berkaitan dengan ilmu alan dan ilmu sosial
    pengembangan serta penerapan ilmu Alam terhadap kehidupan manusia dengan menciptakan teknologi dalam kehidupan manusia agar bisa membantu hidup mausia menjadi “lebih praktis” dalam segala hal secara tidak langsung mempengaruhi dan merubah gaya hidup atau lifestyle manusia itu sediri. yang diharapkan pencipta teknologi itu mungkin agar manusia itu hidup dan melakukan segala sesuatu dengan lebih mudah. namun oleh manusia itu kemudian disalah artikan dan disalagunakan.

    sebagai contoh adalah dibuatnya kendaraan bermotor. tujuan dibuatnya teknologi itu mungkin untuk mempersingkat waktu seseorang agar bisa lebih cepat dan tepat waktu sampai di tempat tujuan. namun, sekarang hal itu mempengaruhi kehidupan manusia itu sendiri, terutama bagi kalangan orang yag berpendapatan rendah atau termasuk golongan “di bawah rata-rata”. bagi sekelompok orang tersebut, yang sebenarnya tidak terlalu membutuhkan alat transportasi yang lebih mahal seperti mobil misalnya, dia rela hutang ke bank agar bisa mempunyai mobil itu. tanpa memperdulikan pendapatan yang diperolehnya tiap bulan demi memenuhi hasratnya agar tidak dibilang “orang ga punya dan dianggap kaya” oleh tetangga atau bahkan saudaranya, walaupun memang kenyataannya seperti itu.

  3. rino cahyo ari wibowo
    30 Maret 2011 pukul 12:26

    Nama : Rino Cahyo Ari Wibowo
    Mapel :Perspektif Global
    Kelas :B1-09

    Jelaskan permasalahan-permasalahan Mendasar yang di alami oleh manusia yang ada di Dunia ini :
    Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang di ciptakan Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna, oleh karena itu manusia disebut Makhluk sosial yang saling Berinteraksi dan penyesuaian zaman (GLOBALISASI). Karena manusia dituntut untuk memenuhi kebutuhannya ditinjau dari kebutuhan Primmer, Skunder, dan Nersier, hal ini untuk bisa bertahan hidup di dunia. Adapun permasalahan yang di hadapi oleh manusia ialah permasalahan Ekonomi dan perkembangan IPTEK. Karena manusia masih cenderung berfikiran tradisional di sebabkan kurangnya pemahaman dalam perkembangan teknologi, diakibatkan dalam mata pencahariannya belum bisa untuk menyesuaikan perkembangan dunia, dan manusianya sendiri masih belum siap untuk menerima hal-hal baru yang sudah terpengaruhi oleh dunia luar.

  4. Novi Eka Triarti
    30 Maret 2011 pukul 17:10

    KUIS 23 MARET 2011
    NOVI EKA TRIARTI
    B109 09144620142

    Masalah yang berkaitan dengan ilmu alam dan ilmu sosial.
    Seiring perkembangan zaman yang kian semakin pesat, seperti teknologi yang semakin canggih dan mutakhir yang memiliki daya kemampuan yang tinggi. Namun seiring perkembangan teknologi pun di ikuti dengan perkembangan social yang sangat tinggi.semua itu memiliki dampak posotif dan negative dari setiap perkembangan . Mungkin saat ini kita sulit atau sangat jarang menemukan suatu keadaan social yang rukun antar sesama manusia, saling bertoleransi dalam kehidupan masyarakat. Kini semua telah berubah akibat perkembangan zaman, perpindahan orde lama ke orde baru yang membuat manusia harus bisa mengikuti perkembangan tersebut. kehidupan Social jarang kita temukan dalam lingkungan yang memiliki konteks perumahan elite / mewah. Rumah- rumah yang memiliki pagar yang besar dan sangat tinggi. Mereka yang hidup di daerah tersebut hanya memikirkan kepentingan sendiri tanpa melihat sekitar atau lingkungannya. Berbeda dengan hidup di perkampungan yang sangat memiliki social yang kuat , yang saling tolong menolong antar sesama manusia, contohnya saat kita mendapatkan musibah atau membututuhkan bantuan , pasti daerah tersebut saling bahu membahu, saling bergotong royong kepada siapapun yang memerlukan bantuannya. Social juga bisa kita temukan dalam kehidupan sehari hari, seperti halnya orang dahulu lebih suka berobat kepada paranormal atau meminum jamu untuk menyembuhkan penyakitnya. Mereka belum percaya terhadap obat-obatan atau mungkin mereka pada zaman dahulu sangat memikirkan penghasilan mereka yang pas-pasan yang belum mencukupi berobat di rumah sakit terdekat karna biaya pengobatan yang cukup mahal. Sebenarnya masalah social kita dapat temukan di berbagai tempat, dan social sampai kapan pun takkan ada habisnya, karena masalah social selalu mengikuti perkembangan zaman yang akan terus berubah dari generasi ke generasi. Tetapi dari semua masalah social pasti memiliki jalan keluar untuk memecahkan masalah social . oleh karena itu dalam konteks apa pun masalah social adalah suatu cerminan kita untuk saling menjaga , menghormati , menghargai sesama manusia. Dan oleh sebab itu kita semua adalah makluk social yang hidup di dunia ini tidak sendiri, tanpa mereka semua kita tidak bisa apa-apa. Maka janganlah kita hanya mementingkan kepentingan sendiri tetapi kita lihatlah sekitar kita, yang membutuhkan bantuan atau hal apa pun yang dapat menjalin ikatan sosial menjadi erat, karena tanpa melihat dampak akibat dari perbuatan sosial tersebut yang dilakukan, kita takkan tahu betapa pentingnya peranan kehidupan sosial dalam kehidupan kita, dimana pun kita berada , marilah kita jalin hubungan sosial yang baik dan indah.

  5. 31 Maret 2011 pukul 04:42

    Kuis tanggal 23 Maret 2011
    EVITA WULANDARI
    09144620105
    B1-09

    PERMASALAHAN MENDASAR YANG DI ALAMI MANUSIA DI DUNIA INI

    Kebutuhan manusia adalah sesuatu hal yang harus dipenuhi. Jika kebutuhan tersebut tidak dipenuhi maka akan menjadi permasalahan dalam kehidupan manusia. Banyak permasalahan yang dialami dalam kehidupan manusia, namun ada permasalahan yang mendasar yang menjadi penyebab permasalahan yang lainnya dapat timbul yaitu berasal dari diri kita masing- masing (itu secara individual). Misalnya; ketika kita mendapatkan masalah keuangan, kalau kita tidak berusaha mencari solusi dengan pikiran yang jernih dan luas maka akan mendatangkan permasalahan dan berdampak pada diri kita juga. Seperti mencuri, merampok, mencopet. Selain melanggar ajaran agama yaitu dosa, juga melanggar aturan masyarakat yaitu mendapat cemooh, dikucilkan, bahkan dihukum ditempat. Selain itu juga mendapat sanksi dari pemerintah karena telah melanggar peraturan yaitu dihukum penjara atau dikenai denda yang setimpal.

    Secara umum yang menjadi dasar permasalahan manusia di dunia ini adalah permasalahan ekonomi. Karena ekonomi merupakan sumber datangnya permasalahan. Misalnya ; Banyak pengangguran disebabkan karena kurangnya pendidikan dan keterampilan. Sedangkan untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan tidak lepas dari ekonomi yang cukup. Jika manusia dapat menempuh pendidikan yang tinggi guna mendapatkan tingkat ekonomi yang layak. Selain itu jika manusia memperoleh keterampilan yang cukup maka manusia dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Sehingga segala kebutuhan dapat terpenuhi dan tidak akan timbul permasalahan yang berakibat terhadap diri kita sendiri dan juga lingkungan masyarakat kita.

    Manusia memilih hidup di dunia berarti manusia siap menghadapi masalah. Setiap kehidupan manusia pasti ada masalah. Namun masalah tidak akan bertahan lama jika kita dapat arif dan bijaksana dalam menyikapinya, serta kita menjalin hubungan yang baik dengan Sang Pencipta dan antar sesama.

  6. 31 Maret 2011 pukul 23:04

    Permasalahan mendasar yang dialami manusia di dunia
    Lahirnya seorang manusia ke dunia ini akan disertai timbulnya masalah. Angka kelahiran yang cukup tinggi dan angka kematian yang rendah di suatu negara akan berdampak pada masalah pangan. Jika produksi pangan tidak ditingkatkan maka kemiskinan akan melanda negara tersebut.
    Untuk mengatasi ini manusia perlu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. teknologi akan membantu manusia mengatasi permasalahannya, namun tidak semuanya biasa diatasi dengan teknologi. Bencana alam misalnya, teknologi sudah begitu canggih namun bencana tetap terjadi. Ini bukan kekuasaan manusia,tapi kuasa sang pencipta.

  7. 5 April 2011 pukul 05:23

    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 yang merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Indonesia termasuk di dalamnya yang menerapkan sasaran tujuan program MDG ini. Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan dalam hal ini kenyataan yang ada pada kehidupan masyarakat di Indonesia masih banyak terdapat masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp 10.000 per hari. Intinya pada program yang pertama belum dapat
    dilaksanakan dengan baik karena kemiskikan masih meraja lela dialami oleh kebanyakan masyarakat di Indonesia.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. Pada tahap pendidikan dasar yang seharusnya dapat dinikmati oleh semua anak-anak baik laki-laki maupun perempuan masih banyak yang belum dapat mengikutinya, dalam hal ini ada pandangan sebagian orang tua atau kebanyakan bahwa untuk mengenyam pendidikan itu membutuhkan biaya yang sangat mahal dalam hal ini membuat para orang tua lebih menginginkan anaknya bekerja dari pada mengikuti sekolah. Akan lebih baik adanya sekolah gratis yang sekarang ini marak diadakan, namun untuk anak-anak yang belum terjangkau di desa-desa masih sulit menjangkau mereka. Semoga lebih diefektifkan.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. Pemerataan pendidikan dasar sudah cukup baik dilaksanakan di Indonesia, sehingga persamaan jender dan pemberdayaan perempuan sudah dapat terlaksana di Indonesia. Indonesia sudah menyetarakan persamaan hak antara perempuan dan laki-laki. Dalam hal penerimaan siswa maupun pelaksanaan pembelajaran sudah dapat menyetarakan jender.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Kematian anak masih banyak terjadi, adanya pengaruh seks bebas dikalangan anak muda menjadikan adanya kehamilan yang tidak dikehendaki. Hal ini dapat memicu kematian yang disebabkan pembunuhan oleh orang tuanya sendiri.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasiko kematian ibu dalam proses melahirkan. Kematian ibu saat proses melahirkan dapat dilihat dari beberapa faktor, pertama dari faktor ekonomi si ibu. Ibu yang mempunyai tingkat ekonomi rendah kadang tidak mempunyai biaya ke dokter untuk memeriksakan kondisi kehamilannya pada setiap bulannya. Faktor kesadaran ibu untuk kontrol kandungan juga masih sangat rendah padahal saat janin bertumbuh tersebut sangat perlu perhatian yang ekstra bagi ibu dan janin yang akan dilahirkan.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    Pencegahan penyakit HIV / aids masih tinggi karena masih banyaknya pengguna narkoba dan seks bebas untuk pemberantasan sudah dilakukan oleh para petugas kesehatan dan polisi, untuk penyakit lainnya juga sudah berkurang di setiap daerah.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Lingkungan hidup masyarakat Indonesia belum begitu baik. Masih menyebarnya lingkungan kumuh, contohnya di Jakarta untuk sebuah ibukota yang padat penduduk. di sana masih kumuh sekali. Sungai-sungai terlihat hitam dan dipenuhi sampah yang menumpuk. karena terlalu padatnya jumlah penduduk disana, menyebabkan para pendatang tinggal di lingkungan kumuh yang tingkat kebersihannya sangat rendah. Air bersihpun tidak tersedia dengan cukup sehingga masih sulitnya mencari air bersih.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    dalam hal ini sudah menjalankan kemitraan dengan negara lain baik di bidang ekonomi maupun pertahanan dan juga pembangunan.

    Untuk pencapaian sasaran tujuan dalam MDG’s untuk negara kita Indonesia ini masih perlu adanya evaluasi sasaran-sasaran yang masih belum dapat tercapai. Dalam hal ini bukan hanya dari sisi pemerintahan saja namun juga dari masyarakat Indonesia juga yang harus dpt melaksanakan program tersebut agar masyarakat dunia dan di dalam nya Indonesia dapat hidup dengan sehat..
    Blog : intanapriliapgsd.blogspot.com

  8. 5 April 2011 pukul 05:26

    nama : intan aprilia
    nim : 08144600144
    tugas perspektif global tanggal 05 april 2011

    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 yang merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Indonesia termasuk di dalamnya yang menerapkan sasaran tujuan program MDG ini. Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan dalam hal ini kenyataan yang ada pada kehidupan masyarakat di Indonesia masih banyak terdapat masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp 10.000 per hari. Intinya pada program yang pertama belum dapat
    dilaksanakan dengan baik karena kemiskikan masih meraja lela dialami oleh kebanyakan masyarakat di Indonesia.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. Pada tahap pendidikan dasar yang seharusnya dapat dinikmati oleh semua anak-anak baik laki-laki maupun perempuan masih banyak yang belum dapat mengikutinya, dalam hal ini ada pandangan sebagian orang tua atau kebanyakan bahwa untuk mengenyam pendidikan itu membutuhkan biaya yang sangat mahal dalam hal ini membuat para orang tua lebih menginginkan anaknya bekerja dari pada mengikuti sekolah. Akan lebih baik adanya sekolah gratis yang sekarang ini marak diadakan, namun untuk anak-anak yang belum terjangkau di desa-desa masih sulit menjangkau mereka. Semoga lebih diefektifkan.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. Pemerataan pendidikan dasar sudah cukup baik dilaksanakan di Indonesia, sehingga persamaan jender dan pemberdayaan perempuan sudah dapat terlaksana di Indonesia. Indonesia sudah menyetarakan persamaan hak antara perempuan dan laki-laki. Dalam hal penerimaan siswa maupun pelaksanaan pembelajaran sudah dapat menyetarakan jender.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Kematian anak masih banyak terjadi, adanya pengaruh seks bebas dikalangan anak muda menjadikan adanya kehamilan yang tidak dikehendaki. Hal ini dapat memicu kematian yang disebabkan pembunuhan oleh orang tuanya sendiri.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasiko kematian ibu dalam proses melahirkan. Kematian ibu saat proses melahirkan dapat dilihat dari beberapa faktor, pertama dari faktor ekonomi si ibu. Ibu yang mempunyai tingkat ekonomi rendah kadang tidak mempunyai biaya ke dokter untuk memeriksakan kondisi kehamilannya pada setiap bulannya. Faktor kesadaran ibu untuk kontrol kandungan juga masih sangat rendah padahal saat janin bertumbuh tersebut sangat perlu perhatian yang ekstra bagi ibu dan janin yang akan dilahirkan.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    Pencegahan penyakit HIV / aids masih tinggi karena masih banyaknya pengguna narkoba dan seks bebas untuk pemberantasan sudah dilakukan oleh para petugas kesehatan dan polisi, untuk penyakit lainnya juga sudah berkurang di setiap daerah.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Lingkungan hidup masyarakat Indonesia belum begitu baik. Masih menyebarnya lingkungan kumuh, contohnya di Jakarta untuk sebuah ibukota yang padat penduduk. di sana masih kumuh sekali. Sungai-sungai terlihat hitam dan dipenuhi sampah yang menumpuk. karena terlalu padatnya jumlah penduduk disana, menyebabkan para pendatang tinggal di lingkungan kumuh yang tingkat kebersihannya sangat rendah. Air bersihpun tidak tersedia dengan cukup sehingga masih sulitnya mencari air bersih.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    dalam hal ini sudah menjalankan kemitraan dengan negara lain baik di bidang ekonomi maupun pertahanan dan juga pembangunan.

    Untuk pencapaian sasaran tujuan dalam MDG’s untuk negara kita Indonesia ini masih perlu adanya evaluasi sasaran-sasaran yang masih belum dapat tercapai. Dalam hal ini bukan hanya dari sisi pemerintahan saja namun juga dari masyarakat Indonesia juga yang harus dpt melaksanakan program tersebut agar masyarakat dunia dan di dalam nya Indonesia dapat hidup dengan sehat..
    Blog : intanapriliapgsd.blogspot.com

  9. 5 April 2011 pukul 05:35

    PERSPEKTIF GLOBAL
    Nama : intan aprilia
    NIM : 08144600144
    kelas : A2-08

    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 yang merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Indonesia termasuk di dalamnya yang menerapkan sasaran tujuan program MDG ini. Delapan tujuan MDG’s adalah sebagai berikut.
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan dalam hal ini kenyataan yang ada pada kehidupan masyarakat di Indonesia masih banyak terdapat masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp 10.000 per hari. Intinya pada program yang pertama belum dapat
    dilaksanakan dengan baik karena kemiskikan masih meraja lela dialami oleh kebanyakan masyarakat di Indonesia.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. Pada tahap pendidikan dasar yang seharusnya dapat dinikmati oleh semua anak-anak baik laki-laki maupun perempuan masih banyak yang belum dapat mengikutinya, dalam hal ini ada pandangan sebagian orang tua atau kebanyakan bahwa untuk mengenyam pendidikan itu membutuhkan biaya yang sangat mahal dalam hal ini membuat para orang tua lebih menginginkan anaknya bekerja dari pada mengikuti sekolah. Akan lebih baik adanya sekolah gratis yang sekarang ini marak diadakan, namun untuk anak-anak yang belum terjangkau di desa-desa masih sulit menjangkau mereka. Semoga lebih diefektifkan.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. Pemerataan pendidikan dasar sudah cukup baik dilaksanakan di Indonesia, sehingga persamaan jender dan pemberdayaan perempuan sudah dapat terlaksana di Indonesia. Indonesia sudah menyetarakan persamaan hak antara perempuan dan laki-laki. Dalam hal penerimaan siswa maupun pelaksanaan pembelajaran sudah dapat menyetarakan jender.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Kematian anak masih banyak terjadi, adanya pengaruh seks bebas dikalangan anak muda menjadikan adanya kehamilan yang tidak dikehendaki. Hal ini dapat memicu kematian yang disebabkan pembunuhan oleh orang tuanya sendiri.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasiko kematian ibu dalam proses melahirkan. Kematian ibu saat proses melahirkan dapat dilihat dari beberapa faktor, pertama dari faktor ekonomi si ibu. Ibu yang mempunyai tingkat ekonomi rendah kadang tidak mempunyai biaya ke dokter untuk memeriksakan kondisi kehamilannya pada setiap bulannya. Faktor kesadaran ibu untuk kontrol kandungan juga masih sangat rendah padahal saat janin bertumbuh tersebut sangat perlu perhatian yang ekstra bagi ibu dan janin yang akan dilahirkan.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    Pencegahan penyakit HIV / aids masih tinggi karena masih banyaknya pengguna narkoba dan seks bebas untuk pemberantasan sudah dilakukan oleh para petugas kesehatan dan polisi, untuk penyakit lainnya juga sudah berkurang di setiap daerah.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Lingkungan hidup masyarakat Indonesia belum begitu baik. Masih menyebarnya lingkungan kumuh, contohnya di Jakarta untuk sebuah ibukota yang padat penduduk. di sana masih kumuh sekali. Sungai-sungai terlihat hitam dan dipenuhi sampah yang menumpuk. karena terlalu padatnya jumlah penduduk disana, menyebabkan para pendatang tinggal di lingkungan kumuh yang tingkat kebersihannya sangat rendah. Air bersihpun tidak tersedia dengan cukup sehingga masih sulitnya mencari air bersih.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    dalam hal ini sudah menjalankan kemitraan dengan negara lain baik di bidang ekonomi maupun pertahanan dan juga pembangunan.

    Untuk pencapaian sasaran tujuan dalam MDG’s untuk negara kita Indonesia ini masih perlu adanya evaluasi sasaran-sasaran yang masih belum dapat tercapai. Dalam hal ini bukan hanya dari sisi pemerintahan saja namun juga dari masyarakat Indonesia juga yang harus dpt melaksanakan program tersebut agar masyarakat dunia dan di dalam nya Indonesia dapat hidup dengan sehat..
    Blog : intanapriliapgsd.blogspot.com

  10. 5 April 2011 pukul 05:36

    PERSPEKTIF GLOBAL
    Nama : intan aprilia
    NIM : 08144600144
    kelas : A2-08

    MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 yang merupakan tantangan-tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Indonesia termasuk di dalamnya yang menerapkan sasaran tujuan program MDG ini. Delapan tujuan MDG’s adalah
    1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim. Target untuk 2015: Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan dalam hal ini kenyataan yang ada pada kehidupan masyarakat di Indonesia masih banyak terdapat masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp 10.000 per hari. Intinya pada program yang pertama belum dapat
    dilaksanakan dengan baik karena kemiskikan masih meraja lela dialami oleh kebanyakan masyarakat di Indonesia.
    2. Pemerataan pendidikan dasar
    Target untuk 2015: Memastikan bahwa setiap anak , baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. Pada tahap pendidikan dasar yang seharusnya dapat dinikmati oleh semua anak-anak baik laki-laki maupun perempuan masih banyak yang belum dapat mengikutinya, dalam hal ini ada pandangan sebagian orang tua atau kebanyakan bahwa untuk mengenyam pendidikan itu membutuhkan biaya yang sangat mahal dalam hal ini membuat para orang tua lebih menginginkan anaknya bekerja dari pada mengikuti sekolah. Akan lebih baik adanya sekolah gratis yang sekarang ini marak diadakan, namun untuk anak-anak yang belum terjangkau di desa-desa masih sulit menjangkau mereka. Semoga lebih diefektifkan.
    3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan
    Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. Pemerataan pendidikan dasar sudah cukup baik dilaksanakan di Indonesia, sehingga persamaan jender dan pemberdayaan perempuan sudah dapat terlaksana di Indonesia. Indonesia sudah menyetarakan persamaan hak antara perempuan dan laki-laki. Dalam hal penerimaan siswa maupun pelaksanaan pembelajaran sudah dapat menyetarakan jender.
    4. Mengurangi tingkat kematian anak
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Kematian anak masih banyak terjadi, adanya pengaruh seks bebas dikalangan anak muda menjadikan adanya kehamilan yang tidak dikehendaki. Hal ini dapat memicu kematian yang disebabkan pembunuhan oleh orang tuanya sendiri.
    5. Meningkatkan kesehatan ibu
    Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasiko kematian ibu dalam proses melahirkan. Kematian ibu saat proses melahirkan dapat dilihat dari beberapa faktor, pertama dari faktor ekonomi si ibu. Ibu yang mempunyai tingkat ekonomi rendah kadang tidak mempunyai biaya ke dokter untuk memeriksakan kondisi kehamilannya pada setiap bulannya. Faktor kesadaran ibu untuk kontrol kandungan juga masih sangat rendah padahal saat janin bertumbuh tersebut sangat perlu perhatian yang ekstra bagi ibu dan janin yang akan dilahirkan.
    6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.
    Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS malaria dan penyakit berat lainnya.
    Pencegahan penyakit HIV / aids masih tinggi karena masih banyaknya pengguna narkoba dan seks bebas untuk pemberantasan sudah dilakukan oleh para petugas kesehatan dan polisi, untuk penyakit lainnya juga sudah berkurang di setiap daerah.
    7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
    Lingkungan hidup masyarakat Indonesia belum begitu baik. Masih menyebarnya lingkungan kumuh, contohnya di Jakarta untuk sebuah ibukota yang padat penduduk. di sana masih kumuh sekali. Sungai-sungai terlihat hitam dan dipenuhi sampah yang menumpuk. karena terlalu padatnya jumlah penduduk disana, menyebabkan para pendatang tinggal di lingkungan kumuh yang tingkat kebersihannya sangat rendah. Air bersihpun tidak tersedia dengan cukup sehingga masih sulitnya mencari air bersih.
    8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
    dalam hal ini sudah menjalankan kemitraan dengan negara lain baik di bidang ekonomi maupun pertahanan dan juga pembangunan.

    Untuk pencapaian sasaran tujuan dalam MDG’s untuk negara kita Indonesia ini masih perlu adanya evaluasi sasaran-sasaran yang masih belum dapat tercapai. Dalam hal ini bukan hanya dari sisi pemerintahan saja namun juga dari masyarakat Indonesia juga yang harus dpt melaksanakan program tersebut agar masyarakat dunia dan di dalam nya Indonesia dapat hidup dengan sehat..
    Blog : intanapriliapgsd.blogspot.com

  11. Dwi Yuni Hartati
    5 April 2011 pukul 09:50

    Tugas Perspektif Global
    Kuis tgl 23 Maret 2011
    Nama : DWI YUNI HARTATI
    Kls : B1-09
    NPM : 09144620022

    Soal
    Jelaskan permasalahan mendasar yang dialami oleh manusia yang ada di dunia!
    Jawaban :
    Pada dasarnya permasalahan mendasar yang dialami oleh manusia di dunia berasal dari manusia itu sendiri. Manusia harus dapat mengendalikan diri, dan bersikap bijaksana dalam segala hal.
    Sebagai contoh :
    1. Masalah lingkungan
    Masyarakat dunia sedang terancam oleh fenomena pemanasan global(global warming), kita ketahui bersama bahwa global warming atau pemanasan global adalah terjadinya peningkatan suhu rata-rata di bumi yang melebihi ambang batas yang dapat berdampak negatif terhadap kehidupan di bumi. Hal ini diakibatkan oleh penggunaan bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor dan mesin-mesin pabrik,selain itu penebangan pohon di hutan secara liar berakibat berkurangnya penghasil oksigen di permukaan bumi, selain itu hutan juga dapat berfungsi sebagai penghirup gas-gas buangan dari penggunaan bahan bakar fosil tersebut. Pemanasan global dapat mengakibatkan lapisan ozon brlubang sehingga sinar matahari akan langsung jatuh ke bumi dan dapat berakibat sangat buruk bagi kehidupan di bumi. Hal ini terjadi karena manusia tidak dapat mengendalikan diri dan bersikap tidak bijaksana dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
    2. Masalah sosial
    Banyak masyarakat di dunia yang masih berada di bawah garis kemiskinan, akan tetapi banyak orang kaya yang tak mau perduli terhadap hal ini. Orang kaya cenderung egois karena mereka telah memiliki segalanya. Tak ada rasa perduli terhadap orang lain yang membutuhkan. Hal terjadi juga karena manusia tidak dapat mengendalikan diri dan tidak dapat bersikap bijaksana dalam melihat fenomena sosial yang sangat jelas membutuhkan penanganan.
    3. Masalah kemanusiaan
    Di Negara Timur Tengah sedang di goncang badai peperangan karena masyarakatnya yang menginginkan pemimpinnya untuk turun dari jabatannya terhormatnya. Tidak sedikit nyawa manusia yang menjadi korban. Sangat disayangkan beribu-ribu nyawa manusia mati sia-sia. Hal ini terjadi karena manusia tak bisa mengendalikan diri dan bersikap bijaksana dalam menghadapi setiap permasalahan.
    4. Masalah ekonomi
    Belum lama ini dunia mengalami krisis global sehingga berakibat buruk pada kehidupan ekonomi seluruh negara di dunia. Padahal bidang ekonomi sangat berpengaruh dalam kehidupan dan kemajuan seluruh bidang di suatu negara. Krisis global ini terjadi akibat manusia tak dapat mengendaikan diri dan tidak bijaksana dalam menghadapi permasalahan-permasalahan ekonomi dan bersaing secara tidak sehat. Sehingga kehidupan ekonomi di dunia tidak stabil.

    Sikap bijaksana dan pengendalian diri dimulai dari diri setiap manusia, maka dari itu jika ada manusia yang melalaikan hal itu dapat berdampak buruk bagi manusia lain.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: